Pendapatan klub Inggris dari Liga Champions menurun drastis
Rabu, 24 Juli 2013 - 11:40 WIB
Pendapatan klub Inggris dari Liga Champions menurun drastis
A
A
A
Sindonews.com - Pendapatan klub Inggris dari Liga Champions musim lalu dikerdilkan oleh pesaingnya dari Italia, Spanyol dan Jerman.
Empat perwakilan Liga Primer yakni Manchester United, Arsenal, Chelsea dan Manchester City hanya memperoleh antara 28,7 juta euro dan 35.5 juta euro untuk masing-masing klub. Jumlah itu hanya setengah dari pemasukan yang diterima klub Juventus yang menerima pemasukan sebesar 65 juta euro dari hak siar televisi dan bonus dari UEFA.
Selama enam tahun terakhir, klub Inggris telah menjadi penerima terbesar dari kompetisi Liga Champions. Namun beberapa faktor telah menyebabkan kuartet Liga Primer tergelincir kembali dalam daftar keuntungan Liga Champions musim lalu.
Faktor pertama adalah kinerja kurang memuaskan tim Inggris, dengan tidak ada tim yang lolos ke perempat final. Chelsea dan Manchester City bahkan gagal lolos dari fase grup.
Kedua, kesepakatan terbaru antara UEFA dengan ITV dan BskyB yang tidak mengalami peningkatan nilai. Ini membuat tidak ada penghasilan tambahan bagi klub Inggris. Sebaliknya, kesepakatan meningkat antara Liga Champions dengan TV di Italia meningkat sekitar 35% dan di Spanyol sekitar 20%.
Akhirnya, fakta bahwa hanya dua klub Italia lolos ke fase grup berarti ada sedikit klub yang berbagi pangsa pasar uang mereka. Sedangkan pendapatan klub Jerman didorong oleh keberhasilan Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund sampai ke final. Bayern menerima 55 juta euro dan Dortmund 54 juta euro.
Untuk diketahui, Chelsea meraup 60juta euro ketika mereka memenangkan Liga Champions pada tahun 2012. Namun pendapatan mereka dari kompetisi terbaru adalah hampir persis setengah angka itu, 30,5 juta euro.
Penghasilan besar diraup Real Madrid dengan 48,4 juta euro, Barcelona 45,6 juta euro, AC Milan 51,4 juta euro, dan klub Prancis PSG mencatat 44,6 juta euro.
Empat perwakilan Liga Primer yakni Manchester United, Arsenal, Chelsea dan Manchester City hanya memperoleh antara 28,7 juta euro dan 35.5 juta euro untuk masing-masing klub. Jumlah itu hanya setengah dari pemasukan yang diterima klub Juventus yang menerima pemasukan sebesar 65 juta euro dari hak siar televisi dan bonus dari UEFA.
Selama enam tahun terakhir, klub Inggris telah menjadi penerima terbesar dari kompetisi Liga Champions. Namun beberapa faktor telah menyebabkan kuartet Liga Primer tergelincir kembali dalam daftar keuntungan Liga Champions musim lalu.
Faktor pertama adalah kinerja kurang memuaskan tim Inggris, dengan tidak ada tim yang lolos ke perempat final. Chelsea dan Manchester City bahkan gagal lolos dari fase grup.
Kedua, kesepakatan terbaru antara UEFA dengan ITV dan BskyB yang tidak mengalami peningkatan nilai. Ini membuat tidak ada penghasilan tambahan bagi klub Inggris. Sebaliknya, kesepakatan meningkat antara Liga Champions dengan TV di Italia meningkat sekitar 35% dan di Spanyol sekitar 20%.
Akhirnya, fakta bahwa hanya dua klub Italia lolos ke fase grup berarti ada sedikit klub yang berbagi pangsa pasar uang mereka. Sedangkan pendapatan klub Jerman didorong oleh keberhasilan Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund sampai ke final. Bayern menerima 55 juta euro dan Dortmund 54 juta euro.
Untuk diketahui, Chelsea meraup 60juta euro ketika mereka memenangkan Liga Champions pada tahun 2012. Namun pendapatan mereka dari kompetisi terbaru adalah hampir persis setengah angka itu, 30,5 juta euro.
Penghasilan besar diraup Real Madrid dengan 48,4 juta euro, Barcelona 45,6 juta euro, AC Milan 51,4 juta euro, dan klub Prancis PSG mencatat 44,6 juta euro.
(irc)