Dana cekak Persijap liburkan pemain
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 14:18 WIB
Dana cekak Persijap liburkan pemain
A
A
A
Sindonews.com – Persijap Jepara meliburkan semua aktivitas latihan, dan memulangkan semua pemainnya, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dihentikannya aktivitas ini terkait dengan kondisi finansial tim yang sampai saat ini tidak kunjung membaik.
Kondisi finansial tim berjuluk laskar Kalinyamat ini memang saat ini dalam kondisi akut. Manajemen masih menunggak pembayaran gaji pemain selama dua bulan (Juni dan Juli). Ketiadaan sponsor dan minimnya dukungan dari stakeholder menjadi faktor utama krisis yang dialami tim yang bermarkas di stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) itu.
“Mulai hari ini (kemarin) kita meliburkan semua aktivitas pemain, jadi tidak ada latihan,” kata General Manajer (GM) Persijap Muhammad Said Bassalamah.
Bassalamah menyatakan, diliburkannya latihan juga terkait dengan penundaan jadwal pertandingan yang dilakukan oleh LPIS. Sesuai dengan jadwal baru Persijap baru mengawali putaran kedua menjamu Persiraja Banda Aceh pada Rabu (4/9), padahal pada seharusnya laga tersebut digelar Sabtu (24/8) di GBK.
Jadwal terbaru inipun masih menyisakan tanda tanya, mengingat belum ada kepastian dari LPIS apakah kompetisi tetap berlanjut atau berakhir. Kepastian masih menungu hasil pertemuan antara LPIS dengan seluruh klub peserta IPL yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Akan tetapi Persijap tetap berpatokan pada jadwal yang ada.
Namun, meski hanya menyisakan waktu sepekan jelang pertandingan, Bassalamah mengaku, tidak bisa memastikan kapan para pemainnya kembali berlatih. Menurutnya dengan kondisi finansial tim yang saat ini sedang dalam masa krisis, tidak memungkinkan untuk melakukan pengeluaran lagi.
Bahkan Bassalamah menyatakan, jika dalam beberapa hari ke depan belum ada anggaran yang masuk dari sponsor, kemungkinan terburuk adalah Persijap tidak bisa menggelar pertandingan meski di kandang sendiri.
Untuk melaksanakan pertandingan kandang, panpel membutuhkan anggaran paling tidak Rp60juta per petandingan. Sementara saat ini di kantong panpel tidak ada anggaran yang tersisa.
“Kita sudah berbicara dengan beberapa calon sponsor, yang dipertemukan oleh Pemkab, tetapi juga belum ada yang bisa memberikan komitmen. Jadi kalau dalam waktu, belum bisa mendapatkan anggaran kita belum bisa melaksanakan pertandingan,”jelasnya.
Bassalamah yang juga CEO PT Jepara Raya Multitama (JRM) kembali menegaskan, masih belum ada dukungan dari stakeholder setempat, maka dirinya siap mengambil alih bakal mengambil alih 20 persen saham Persijap yang saat ini atas nama Sutedjo S Sumarto.
“Kemungkinan terakhir adalah kita mengmabil alih semua saham, tetapi konseksuensinya adalah, Jepara sudah tidak memiliki hak apapun atas Persijap, dan sepenuhnya nasib Persijap ada pada kami,” katanya.
Kondisi finansial tim berjuluk laskar Kalinyamat ini memang saat ini dalam kondisi akut. Manajemen masih menunggak pembayaran gaji pemain selama dua bulan (Juni dan Juli). Ketiadaan sponsor dan minimnya dukungan dari stakeholder menjadi faktor utama krisis yang dialami tim yang bermarkas di stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) itu.
“Mulai hari ini (kemarin) kita meliburkan semua aktivitas pemain, jadi tidak ada latihan,” kata General Manajer (GM) Persijap Muhammad Said Bassalamah.
Bassalamah menyatakan, diliburkannya latihan juga terkait dengan penundaan jadwal pertandingan yang dilakukan oleh LPIS. Sesuai dengan jadwal baru Persijap baru mengawali putaran kedua menjamu Persiraja Banda Aceh pada Rabu (4/9), padahal pada seharusnya laga tersebut digelar Sabtu (24/8) di GBK.
Jadwal terbaru inipun masih menyisakan tanda tanya, mengingat belum ada kepastian dari LPIS apakah kompetisi tetap berlanjut atau berakhir. Kepastian masih menungu hasil pertemuan antara LPIS dengan seluruh klub peserta IPL yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Akan tetapi Persijap tetap berpatokan pada jadwal yang ada.
Namun, meski hanya menyisakan waktu sepekan jelang pertandingan, Bassalamah mengaku, tidak bisa memastikan kapan para pemainnya kembali berlatih. Menurutnya dengan kondisi finansial tim yang saat ini sedang dalam masa krisis, tidak memungkinkan untuk melakukan pengeluaran lagi.
Bahkan Bassalamah menyatakan, jika dalam beberapa hari ke depan belum ada anggaran yang masuk dari sponsor, kemungkinan terburuk adalah Persijap tidak bisa menggelar pertandingan meski di kandang sendiri.
Untuk melaksanakan pertandingan kandang, panpel membutuhkan anggaran paling tidak Rp60juta per petandingan. Sementara saat ini di kantong panpel tidak ada anggaran yang tersisa.
“Kita sudah berbicara dengan beberapa calon sponsor, yang dipertemukan oleh Pemkab, tetapi juga belum ada yang bisa memberikan komitmen. Jadi kalau dalam waktu, belum bisa mendapatkan anggaran kita belum bisa melaksanakan pertandingan,”jelasnya.
Bassalamah yang juga CEO PT Jepara Raya Multitama (JRM) kembali menegaskan, masih belum ada dukungan dari stakeholder setempat, maka dirinya siap mengambil alih bakal mengambil alih 20 persen saham Persijap yang saat ini atas nama Sutedjo S Sumarto.
“Kemungkinan terakhir adalah kita mengmabil alih semua saham, tetapi konseksuensinya adalah, Jepara sudah tidak memiliki hak apapun atas Persijap, dan sepenuhnya nasib Persijap ada pada kami,” katanya.
(wbs)