Lupakan kecewa, Persik kejar peringkat ketiga
Selasa, 10 September 2013 - 16:26 WIB
Lupakan kecewa, Persik kejar peringkat ketiga
A
A
A
Sindonews.com - Persik Kediri masih diliputi kekecewaan mendalam setelah disingkirkan Perseru Serui di babak semifinal Divisi Utama 2013 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (8/9) lalu. Persik masih tak percaya akhirnya bakal menjadi pecundang setelah unggul lebih dulu dengan dua gol.
Kekecewaan yang dirasakan bek Fatchul Ihya menjadi gambaran kekecewaan Macan Putih. Pemain gondrong yang membuka keunggulan Persik dengan tendangan fantastis ini justru gagal saat mengeksekusi penalt Tendangannya bisa merobek jala Perseru dari jarak 35 meter, tapi justru gagal dari jarak 12 meter.
Walau gagal melenggang ke final, paling tidak Persik masih bisa lolos langsung ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Syaratnya, bisa mengalahkan Persikabo Bogor dalam perebutan peringkat ketika akhir pekan ini. Jika berada di peringkat tiga, Persik langsung lolos menemani Persebaya dan Perseru.
Tapi Persik tentu tidak mudah untuk bisa mengangkangi Persikabo dengan kondisi mental yang remuk redam. Walau Persikabo di babak semifinal dikalahkan Persebaya dengan skor telak 4-1 namun prosesnya tidak sedramatis dan menyakitkan seperti yang dialami Macan Putih.
Kini Persik punya tanggung jawab untuk mengembalikan mental pemain agar kembali siap tempur mencari peringkat ketiga. Manajer Persik Anang Kurniawan meminta tim melupakan hasil menyakitkan di semifinal dan pemain langsung konsentrasi menghadapi pertandingan akhir pekan nanti.
"Semua pihak sudah pasti kecewa dengan kekalahan Persik di pertandingan semifinal lalu. Tapi masih ada tugas lagi yang lebih penting yakni merebut posisi ketiga dan lolos langsung ke ISL. Kami tidak boleh terlalu lama meratapi kekalahan itu agar siap di pertandingan lawan Persikabo," ungkap Anang Kurniawan.
Pihaknya bakal terus menyemangati pemain bahwa Macan Putih belum sepenuhnya gagal musim ini karena masih tersisa tiket promosi. Pihaknya yakin pemain bakal memahami pentingnya persiapan mental untuk bertarung kembali. Apalagi target Persik sebenarnya adalah lolos ISL.
"Kalau tidak bisa masuk final, sebenarnya tidak masalah karena dari awal musim target Persik adalah lolos ke ISL. Jadi bisa dibilang Persik belum gagal musim ini. Itulah kenapa pertandingan lawan Persikabo sangat vital karena akan menjadi ukuran bisa-tidaknya promosi," urai sang manajer.
Jika kalah pun, sebenarnya masih tersisa kesempatan untuk promosi lewat jalur playoff. Namun itu bakal menjadi perjalanan yang terjal karena yang dihadapi adalah tim peringkat bawah ISL dan tentu kelasnya lebih baik.
"Kami akan menghindari play-off karena peluangnya jauh lebih sulit jika dibanding lawan Persikabo. Saya ingin memenangkan pertandingan sebagai ganti kekalahan di babak semifinal lalu. Aspek mental memang perlu mendapat penanganan serius karena pemain masih sulit menerima kekalahan dari Perseru," kata Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo.
Selain harus melakukan pendekatan untuk membenahi kondisi mental, Aris juga dituntut perbaikan aspek teknis setelah pemainnya bermain jauh di bawah form terbaik di laga semifinal. Kemungkinan dia akan melakukan perubahan komposisi pemain jika melihat kinerja skuadnya tak berimban
Kekecewaan yang dirasakan bek Fatchul Ihya menjadi gambaran kekecewaan Macan Putih. Pemain gondrong yang membuka keunggulan Persik dengan tendangan fantastis ini justru gagal saat mengeksekusi penalt Tendangannya bisa merobek jala Perseru dari jarak 35 meter, tapi justru gagal dari jarak 12 meter.
Walau gagal melenggang ke final, paling tidak Persik masih bisa lolos langsung ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Syaratnya, bisa mengalahkan Persikabo Bogor dalam perebutan peringkat ketika akhir pekan ini. Jika berada di peringkat tiga, Persik langsung lolos menemani Persebaya dan Perseru.
Tapi Persik tentu tidak mudah untuk bisa mengangkangi Persikabo dengan kondisi mental yang remuk redam. Walau Persikabo di babak semifinal dikalahkan Persebaya dengan skor telak 4-1 namun prosesnya tidak sedramatis dan menyakitkan seperti yang dialami Macan Putih.
Kini Persik punya tanggung jawab untuk mengembalikan mental pemain agar kembali siap tempur mencari peringkat ketiga. Manajer Persik Anang Kurniawan meminta tim melupakan hasil menyakitkan di semifinal dan pemain langsung konsentrasi menghadapi pertandingan akhir pekan nanti.
"Semua pihak sudah pasti kecewa dengan kekalahan Persik di pertandingan semifinal lalu. Tapi masih ada tugas lagi yang lebih penting yakni merebut posisi ketiga dan lolos langsung ke ISL. Kami tidak boleh terlalu lama meratapi kekalahan itu agar siap di pertandingan lawan Persikabo," ungkap Anang Kurniawan.
Pihaknya bakal terus menyemangati pemain bahwa Macan Putih belum sepenuhnya gagal musim ini karena masih tersisa tiket promosi. Pihaknya yakin pemain bakal memahami pentingnya persiapan mental untuk bertarung kembali. Apalagi target Persik sebenarnya adalah lolos ISL.
"Kalau tidak bisa masuk final, sebenarnya tidak masalah karena dari awal musim target Persik adalah lolos ke ISL. Jadi bisa dibilang Persik belum gagal musim ini. Itulah kenapa pertandingan lawan Persikabo sangat vital karena akan menjadi ukuran bisa-tidaknya promosi," urai sang manajer.
Jika kalah pun, sebenarnya masih tersisa kesempatan untuk promosi lewat jalur playoff. Namun itu bakal menjadi perjalanan yang terjal karena yang dihadapi adalah tim peringkat bawah ISL dan tentu kelasnya lebih baik.
"Kami akan menghindari play-off karena peluangnya jauh lebih sulit jika dibanding lawan Persikabo. Saya ingin memenangkan pertandingan sebagai ganti kekalahan di babak semifinal lalu. Aspek mental memang perlu mendapat penanganan serius karena pemain masih sulit menerima kekalahan dari Perseru," kata Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo.
Selain harus melakukan pendekatan untuk membenahi kondisi mental, Aris juga dituntut perbaikan aspek teknis setelah pemainnya bermain jauh di bawah form terbaik di laga semifinal. Kemungkinan dia akan melakukan perubahan komposisi pemain jika melihat kinerja skuadnya tak berimban
(aww)