Gagal di Inter, ini curahan hati Stramaccioni
Jum'at, 13 September 2013 - 04:20 WIB
Gagal di Inter, ini curahan hati Stramaccioni
A
A
A
Sindonews.com – Kegagalan Andrea Stramaccioni di Inter Milan ternyata masih membekas dalam pikirannya. Ia mengakui kegagalan kala membesut Inter Milan, karena minimnya pengalaman yang berujung pada pelengseran dari kursi pelatih Inter.
Pelatih muda asal Italia ini, dipromosikan dari tim Primavera ke tim senior pada Maret 2012. Sayang, Stramacciono gagal membawa klub milik Massimo Moratti berprestasi tinggi setelah hanya finish duduk diperingkat kesembilan. Hasil mengecewakan ini,, membuat jalan bagi Walter Mazzarri menggantikan dirinya awal musim ini.
“Saya memang membuat kesalahan. Dan akhirnya dibayal mahal atas pengalaman minim saya,”ujar Staramaccioni kepada football-italia.
Kinerja Stramaccioni sebenarnya cukup mengesankan pada awal musim. Bahkan Juventus pun mampu dipercundangi di kandang mereka, sekaligus mematahkan rekor 49 kemenangan. Namun, seketika penampilan Javier Zanetti dkk menurun drastis dan diperparah dengan banjir cedera.
" Dari Januari kami mulai mengalami banyak masalah yang berbeda , sedikit nasib buruk dan kehilangan pemain penting. Meskipun dengan kerendahan hati, saya merasa bahwa saya mampu mengendalikan situasi sampai titik tengah musim,” ungkapnya.
Pelatih muda asal Italia ini, dipromosikan dari tim Primavera ke tim senior pada Maret 2012. Sayang, Stramacciono gagal membawa klub milik Massimo Moratti berprestasi tinggi setelah hanya finish duduk diperingkat kesembilan. Hasil mengecewakan ini,, membuat jalan bagi Walter Mazzarri menggantikan dirinya awal musim ini.
“Saya memang membuat kesalahan. Dan akhirnya dibayal mahal atas pengalaman minim saya,”ujar Staramaccioni kepada football-italia.
Kinerja Stramaccioni sebenarnya cukup mengesankan pada awal musim. Bahkan Juventus pun mampu dipercundangi di kandang mereka, sekaligus mematahkan rekor 49 kemenangan. Namun, seketika penampilan Javier Zanetti dkk menurun drastis dan diperparah dengan banjir cedera.
" Dari Januari kami mulai mengalami banyak masalah yang berbeda , sedikit nasib buruk dan kehilangan pemain penting. Meskipun dengan kerendahan hati, saya merasa bahwa saya mampu mengendalikan situasi sampai titik tengah musim,” ungkapnya.
(nug)