Tontowi/ Liliyana hanya butuh 17 menit ke babak kedua
Rabu, 25 September 2013 - 05:33 WIB
Tontowi/ Liliyana hanya butuh 17 menit ke babak kedua
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tidak mendapatkan perlawanan berarti usai meraih tiket ke babak kedua turnamen Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 di GOR Amongraga, Yogyakarta. Tontowi/Liliyana hanya butuh waktu 17 menit menghentikan perlawanan pasangan Meksiko, Lino Munoz/Cynthia Gonzales dengan skor, 21-7, 21-10.
"Menurut saya untuk ukuran pemain yang bukan dari negara bulutangkis, penampilan mereka cukup baik, hanya kurang jam terbang saja. Tadi kami lebih banyak menyesuaikan dengan kondisi lapangan, karena kami sudah unggul jauh," ujar Liliyana seperti dilansir situs resmi PBSI, Rabu (25/9/2013).
Meskipun dinyatakan sebagai pasangan yang paling dijagokan untuk menyabet gelar ganda campuran di turnamen ini, Tontowi/Liliyana mengatakan mereka tak ingin lengah.
"Dengan sistem poin 21 ini, hasil pertandingan tidak bisa diprediksi. Kalau buat salah, lawan sudah dapat poin, jadi kami harus tampil konsiten jika mau menang," tambah Liliyana, pemain kelahiran Manado, 9 September 1985.
Tontowi/Liliyana menargetkan untuk dapat mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun lalu di Palembang, Sumatera Selatan. Ketika ditanya soal lawan terberat di turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini, Tontowi menjawab rekan-rekan senegara dirasa dapat menjadi ancaman.
"Di sini banyak teman-teman sendiri yang akan menjadi lawan. Kami sudah sering latihan bersama, jadi tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi harus lebih waspada. Ditambah lagi, kami sempat absen tanding sebulan, jadi harus menyesuaikan diri," tutup Tontowi.
"Menurut saya untuk ukuran pemain yang bukan dari negara bulutangkis, penampilan mereka cukup baik, hanya kurang jam terbang saja. Tadi kami lebih banyak menyesuaikan dengan kondisi lapangan, karena kami sudah unggul jauh," ujar Liliyana seperti dilansir situs resmi PBSI, Rabu (25/9/2013).
Meskipun dinyatakan sebagai pasangan yang paling dijagokan untuk menyabet gelar ganda campuran di turnamen ini, Tontowi/Liliyana mengatakan mereka tak ingin lengah.
"Dengan sistem poin 21 ini, hasil pertandingan tidak bisa diprediksi. Kalau buat salah, lawan sudah dapat poin, jadi kami harus tampil konsiten jika mau menang," tambah Liliyana, pemain kelahiran Manado, 9 September 1985.
Tontowi/Liliyana menargetkan untuk dapat mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun lalu di Palembang, Sumatera Selatan. Ketika ditanya soal lawan terberat di turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini, Tontowi menjawab rekan-rekan senegara dirasa dapat menjadi ancaman.
"Di sini banyak teman-teman sendiri yang akan menjadi lawan. Kami sudah sering latihan bersama, jadi tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi harus lebih waspada. Ditambah lagi, kami sempat absen tanding sebulan, jadi harus menyesuaikan diri," tutup Tontowi.
(akr)