Timnas U-23 gagal raih emas, RD tetap puas
Senin, 30 September 2013 - 17:27 WIB
Timnas U-23 gagal raih emas, RD tetap puas
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Timnas Indonesia U-23 Rahmad Darmawan langsung meliburkan pasukannya setelah gagal meraih emas di 3rd Islamic Solidarity Games (ISG) di Palembang. Jatah libur itu diberikan setelah pasukannya yang sebagian besar berkostum tim Indonesia Super League (ISL) belum beristirahat dari kompetisi.
Jadi, setelah merasakan kerasnya pertandingan menghadapi negara-negara Islam yang berada di daratan Eropa, Afrika dan Asia, Garuda Muda-julukan Timnas Indonesia didera kelelahan. Menurut Rahmad, ketika mempersiapkan tim untuk partai final ISG melawan Maroko, dirinya mulai merasakan kekhawatiran terhadap kondisi fisik dan kebugaran anak asuhnya.
''Mungkin banyak yangbertanya tentang keterlambatan saya melakukan pergantian pemain (partai final), tapi sebenarnya saya sengaja menyimpan sedikit beberapa pemain, karena saya khawatir ada beberapa pemain yang terindikasi kondisinya fisiknya menurun,''kata Rahmad.
''Bukan hanya tiga atau empat pemain tapi ada sekitar lima pemain yang pada posisi yang berbeda. Untuk itulah saya sangat perhitungan, karena pergantian pemain ada tiga, jadi saya harus mengambil keputusan dan inilah hasil yang harus kita terima,” lanjut pelatih yang akrab dipanggil RD itu.
Barulah pada 6 Oktober mendatang, seluruh pemain Timnas U-23 berkumpul kembali untuk Training Centre (TC) di Jogjakarta. Kemudian, RD juga sudah mengagendakan laga uji coba melawan tim lokal yakni di tanggal 26, 27 Oktober serta 3 November. Kemudian, pada November ada juga 4 laga uji coba di luar negeri seperti tanggal 12-14 November di Yordania dan 7-9 Desember di Hong Kong dan Guangzhou, China.
''Setelah itu kita akan kembali ke Indonesia tepatnya 10 hari menjelang SEA Games. Mungkin ada satu ada dua uji coba lagi sebelum berangkat ke Myanmar,” sambungnya.
Terlepas dari itu, pelatih Arema Indonesia ini mengucapkan terima kasih atas semua perjuangan pemain. Namun dirinya tetap akan membuat satu evaluasi untuk perjalanan menuju SEA Games dengan satu pola terbalik. Biasanya RD melakukan persiapan dulu baru uji coba, tapi sekarang timnya harus bermain di satu event dulu baru melakukan persiapan.
''Ini bukan satu alasan, tapi bagi saya ini merupakan satu hal yang sangat baik untuk kita bisa ambil manfaatnya dari even ISG. Karena Indonesia bertemu lawan-lawan yang kualitasnya jauh lebih baik dibanding calon lawan-lawan di SEA Games. Saya sedang membangun dan mencari bentuk permainan yang ideal, saya tidak pernah bermain ultra defensif seperti ini, kita main dengan 4-1-4-1 tapi hanya menunggu di setengah lapangan kemudian kita counter attack. Hanya saja, dengan kondisi yang saatini, memang hanya inilah yang bisa kami perbuat,” jelasnya.
Sementara Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, semua pemain yang berlaga hingga masuk ke partai puncak ISG, telah bertanding sekuat tenaga. Semua pemain juga hanya manusia biasa dan punya keterbatasan tenaga.
''Tapi ingat sasaran utama kita bukan ini segalanya. Tapi insya Allah di SEA Games yang selama dua tahun kita tidak mendapatkan emas, akan lebih berusaha. Kami dari pengurus sebagai pelayan dari Timnas, akan menyiapkan segalanya. Karena setelah ini mereka akan langsung melakukan pelatnas selama 5 hari dan ada uji coba, dengan klub-klub lokal, Hong Kong. Jadi akan kami siapkan semuanya,” pungkasnya.
Jadi, setelah merasakan kerasnya pertandingan menghadapi negara-negara Islam yang berada di daratan Eropa, Afrika dan Asia, Garuda Muda-julukan Timnas Indonesia didera kelelahan. Menurut Rahmad, ketika mempersiapkan tim untuk partai final ISG melawan Maroko, dirinya mulai merasakan kekhawatiran terhadap kondisi fisik dan kebugaran anak asuhnya.
''Mungkin banyak yangbertanya tentang keterlambatan saya melakukan pergantian pemain (partai final), tapi sebenarnya saya sengaja menyimpan sedikit beberapa pemain, karena saya khawatir ada beberapa pemain yang terindikasi kondisinya fisiknya menurun,''kata Rahmad.
''Bukan hanya tiga atau empat pemain tapi ada sekitar lima pemain yang pada posisi yang berbeda. Untuk itulah saya sangat perhitungan, karena pergantian pemain ada tiga, jadi saya harus mengambil keputusan dan inilah hasil yang harus kita terima,” lanjut pelatih yang akrab dipanggil RD itu.
Barulah pada 6 Oktober mendatang, seluruh pemain Timnas U-23 berkumpul kembali untuk Training Centre (TC) di Jogjakarta. Kemudian, RD juga sudah mengagendakan laga uji coba melawan tim lokal yakni di tanggal 26, 27 Oktober serta 3 November. Kemudian, pada November ada juga 4 laga uji coba di luar negeri seperti tanggal 12-14 November di Yordania dan 7-9 Desember di Hong Kong dan Guangzhou, China.
''Setelah itu kita akan kembali ke Indonesia tepatnya 10 hari menjelang SEA Games. Mungkin ada satu ada dua uji coba lagi sebelum berangkat ke Myanmar,” sambungnya.
Terlepas dari itu, pelatih Arema Indonesia ini mengucapkan terima kasih atas semua perjuangan pemain. Namun dirinya tetap akan membuat satu evaluasi untuk perjalanan menuju SEA Games dengan satu pola terbalik. Biasanya RD melakukan persiapan dulu baru uji coba, tapi sekarang timnya harus bermain di satu event dulu baru melakukan persiapan.
''Ini bukan satu alasan, tapi bagi saya ini merupakan satu hal yang sangat baik untuk kita bisa ambil manfaatnya dari even ISG. Karena Indonesia bertemu lawan-lawan yang kualitasnya jauh lebih baik dibanding calon lawan-lawan di SEA Games. Saya sedang membangun dan mencari bentuk permainan yang ideal, saya tidak pernah bermain ultra defensif seperti ini, kita main dengan 4-1-4-1 tapi hanya menunggu di setengah lapangan kemudian kita counter attack. Hanya saja, dengan kondisi yang saatini, memang hanya inilah yang bisa kami perbuat,” jelasnya.
Sementara Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, semua pemain yang berlaga hingga masuk ke partai puncak ISG, telah bertanding sekuat tenaga. Semua pemain juga hanya manusia biasa dan punya keterbatasan tenaga.
''Tapi ingat sasaran utama kita bukan ini segalanya. Tapi insya Allah di SEA Games yang selama dua tahun kita tidak mendapatkan emas, akan lebih berusaha. Kami dari pengurus sebagai pelayan dari Timnas, akan menyiapkan segalanya. Karena setelah ini mereka akan langsung melakukan pelatnas selama 5 hari dan ada uji coba, dengan klub-klub lokal, Hong Kong. Jadi akan kami siapkan semuanya,” pungkasnya.
(aww)