Mancini: Moratti sulit jadi Presiden Inter, lagi!
Rabu, 16 Oktober 2013 - 15:58 WIB
Mancini: Moratti sulit jadi Presiden Inter, lagi!
A
A
A
Sindonews.com - Roberto Mancini mengaku terkejut jika Massimo Moratti memilih untuk tetap menjabat sebagai Presiden Inter Milan, setelah penjualan mayoritas sahamnya kepada Erick Thohir.
Seperti diberitakan sebelumnya, Moratti akhirnya resmi menyerahkan 70 persen saham La Beneatama julukan Inter ke konglomerat asal Indonesia. Tidak diketahui secara pasti berapa besar nominal yang dikucurkan, namun media Italia mengklaim Thohir dan konsorsiumnya harus merogoh kocek sebesar 250 juta euro atau setera Rp3,9 triliun.
"Presiden menginginkan saya sebagai pesepakbola, kemudian membawa saya sebagai pelatih. Saya ingat ketika ia datang ke rumah saya dan kami menyaksikan permainan di TV bersama di sofa,” ujar Mancini yang pernah bekerja untuk Moratti sebagai pelatih Inter, kepada Gazzetta dello Sport.
Tambah, pelatih yang kini membesut Galatasaray itu menuturkan sulit bagi Moratti untuk bertahan di Inter bila hanya memilki kekuasaan terbatas.” Inter telah hidupnya sejak ia masih kecil, sulit untuk tinggal di sebuah rumah dengan kekuasaan terbatas ketika bukan satu-satunya pemimpin di Inter. Moratti telah memilih Thohir itu berarti pilihan terbaik untuk Inter,” jelasnya.
Sebagai informasi Thohir membeli Inter melalui International Sports Capital (ISC) yakni kelompok usaha dimiliki oleh Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo. Pengusaha berusia 43 tahun itu, diyakini akan menguasai 35 persen, sementara sisanya dibagi rata untuk Roeslani dan Soetedjo.
Sebagai langkah awal membangun kejayaan Inter, Thohir dikabarkan membidik incarannya seperti Radja Nainggolan (Cagliari), Aleksandar Dragovic (Basel) dan Wellington (Sao Paulo) dan Andrea Pirlo (Juventus).
Seperti diberitakan sebelumnya, Moratti akhirnya resmi menyerahkan 70 persen saham La Beneatama julukan Inter ke konglomerat asal Indonesia. Tidak diketahui secara pasti berapa besar nominal yang dikucurkan, namun media Italia mengklaim Thohir dan konsorsiumnya harus merogoh kocek sebesar 250 juta euro atau setera Rp3,9 triliun.
"Presiden menginginkan saya sebagai pesepakbola, kemudian membawa saya sebagai pelatih. Saya ingat ketika ia datang ke rumah saya dan kami menyaksikan permainan di TV bersama di sofa,” ujar Mancini yang pernah bekerja untuk Moratti sebagai pelatih Inter, kepada Gazzetta dello Sport.
Tambah, pelatih yang kini membesut Galatasaray itu menuturkan sulit bagi Moratti untuk bertahan di Inter bila hanya memilki kekuasaan terbatas.” Inter telah hidupnya sejak ia masih kecil, sulit untuk tinggal di sebuah rumah dengan kekuasaan terbatas ketika bukan satu-satunya pemimpin di Inter. Moratti telah memilih Thohir itu berarti pilihan terbaik untuk Inter,” jelasnya.
Sebagai informasi Thohir membeli Inter melalui International Sports Capital (ISC) yakni kelompok usaha dimiliki oleh Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo. Pengusaha berusia 43 tahun itu, diyakini akan menguasai 35 persen, sementara sisanya dibagi rata untuk Roeslani dan Soetedjo.
Sebagai langkah awal membangun kejayaan Inter, Thohir dikabarkan membidik incarannya seperti Radja Nainggolan (Cagliari), Aleksandar Dragovic (Basel) dan Wellington (Sao Paulo) dan Andrea Pirlo (Juventus).
(wbs)