16 pemain dibuang, ini dalih direktur PBR
Senin, 28 Oktober 2013 - 14:47 WIB
16 pemain dibuang, ini dalih direktur PBR
A
A
A
Sindonews.com - Pelita Bandung Raya (PBR) membuat gebrakan dengan mendepak mayoritas pemainnya. Sebanyak 16 pemain dari total 25 pemain PBR musim lalu, dipastikan terdepak.
Perombakan itu bagian dari renovasi tim setelah mendepak Daniel Darko Janackovic dari kursi pelatih. Artinya skuat PBR musim depan, hanya akan dihiasi sembilan pemain atau 36 persen muka lama.
Menurut Direktur PT. Kreasi Performa Pasundan, Marco Gracia Paolo, para pemain tersebut didepak karena beberapa alasan. Sayangnya, Marco tidak menyebutkan siapa saja pemain yang dipertahankan dan yang dibuang.
Selain karena kontraknya yang tidak diperpanjang, ada juga pemain yang diputus kontraknya karena dinilai tidak berkembang atau memberikan kontribusi besar terhadap tim. Karena itu, musim depan menurutnya The Boys Are Back membutuhkan penyegaran.
''Beberapa pemain kontraknya tidak diperpanjang. Sebagian lainnya ada yang diputus kontraknya. Tapi kita berikan kompensasi sesuai regulasi. Mereka kami nilai setelah diberi kesempatan dalam waktu yang cukup, tidak menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan harapan kami,” jelasnya.
Marco menambahkan, dari seluruh pemain yang dipertahankan mayoritas merupakan pemain asli asal Bandung. Menurutnya PBR harus mempertahankan image sebagai klub yang mengedepankan mind set lokal Bandung dan Jawa Barat. ''Karena komitmen kami seperti itu,” paparnya.
Buat PBR kiprah mereka di Indonesia Super League (ISL) 2013 memberikan banyak pelajaran berharga. Marco menilai ada beberapa hal yang terjadi sepanjang musim ini agak melenceng dari visi awal.
''Setelah melakukan evaluasi menyeluruh,jajaran manajemen sepakat untuk mengembalikan PBR ke jalur yang benar sesuai dengan visi awal yaitu membangun klub yang memiliki karakter kuat dan positif. Klub yang memiliki metode pelatihan yang solid dengan didukung oleh manajemen yang profesional dan sehat,” ujar Marco.
Menurut Marco, dari sejumlah diskusi yang secara intens digelar jajaran manajemen dalam beberapa pekan terakhir, salah satu implementasinya adalah melakukan pergantian pelatih.Kontrak dengan Daniel Darko Janackovic yang berdurasi tiga tahun disepakati untuk tidak dilanjutkan.
''Nilai kontrak Darko untuk ukuran klub Indonesia terbilang fantastis, bahkan diyakini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Namun, sayangnya, apa yang kami harapkan terjadi dalam proses pembangunan kerangka tim yang solid tidak terealisasi,” jelasnya.
Perombakan itu bagian dari renovasi tim setelah mendepak Daniel Darko Janackovic dari kursi pelatih. Artinya skuat PBR musim depan, hanya akan dihiasi sembilan pemain atau 36 persen muka lama.
Menurut Direktur PT. Kreasi Performa Pasundan, Marco Gracia Paolo, para pemain tersebut didepak karena beberapa alasan. Sayangnya, Marco tidak menyebutkan siapa saja pemain yang dipertahankan dan yang dibuang.
Selain karena kontraknya yang tidak diperpanjang, ada juga pemain yang diputus kontraknya karena dinilai tidak berkembang atau memberikan kontribusi besar terhadap tim. Karena itu, musim depan menurutnya The Boys Are Back membutuhkan penyegaran.
''Beberapa pemain kontraknya tidak diperpanjang. Sebagian lainnya ada yang diputus kontraknya. Tapi kita berikan kompensasi sesuai regulasi. Mereka kami nilai setelah diberi kesempatan dalam waktu yang cukup, tidak menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan harapan kami,” jelasnya.
Marco menambahkan, dari seluruh pemain yang dipertahankan mayoritas merupakan pemain asli asal Bandung. Menurutnya PBR harus mempertahankan image sebagai klub yang mengedepankan mind set lokal Bandung dan Jawa Barat. ''Karena komitmen kami seperti itu,” paparnya.
Buat PBR kiprah mereka di Indonesia Super League (ISL) 2013 memberikan banyak pelajaran berharga. Marco menilai ada beberapa hal yang terjadi sepanjang musim ini agak melenceng dari visi awal.
''Setelah melakukan evaluasi menyeluruh,jajaran manajemen sepakat untuk mengembalikan PBR ke jalur yang benar sesuai dengan visi awal yaitu membangun klub yang memiliki karakter kuat dan positif. Klub yang memiliki metode pelatihan yang solid dengan didukung oleh manajemen yang profesional dan sehat,” ujar Marco.
Menurut Marco, dari sejumlah diskusi yang secara intens digelar jajaran manajemen dalam beberapa pekan terakhir, salah satu implementasinya adalah melakukan pergantian pelatih.Kontrak dengan Daniel Darko Janackovic yang berdurasi tiga tahun disepakati untuk tidak dilanjutkan.
''Nilai kontrak Darko untuk ukuran klub Indonesia terbilang fantastis, bahkan diyakini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Namun, sayangnya, apa yang kami harapkan terjadi dalam proses pembangunan kerangka tim yang solid tidak terealisasi,” jelasnya.
(aww)