Bos PSM turun tangan evaluasi tim
Rabu, 30 Oktober 2013 - 13:23 WIB
Bos PSM turun tangan evaluasi tim
A
A
A
Sindonews.com -- Evaluasi dan perombakan skuad Juku Eja PSM, yang telah dicanangkan oleh managemen PT Pagolona Sulawesi Mandiri sebelum Pasukan Ramang berkompetisi di kasta tertinggin Indonesia Super League (ISL) bakal ditangani oleh direktur olahraga yang baru akan dibuat dalam rapat luar biasa di Internal managemen.
Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, memang masih mengikuti tahap verifikasi yang dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama 25 klub lainnya yakni 18 klub ISL dan tujuh klun IPL. Untuk di IPL masih akan gugur tiga klub, karena hanya empat tim yang akan masuk kepenyatuan liga musim depan.
Meski demikian, kans PSM lolos ditahap verifikasi ini sangat besar, karena selain managemen klub PSM yang dinilai masih lebih baik ketimbang pesaingnya, juga karena pada tahun lalu PSM juga sudah bisa lolos diverifikasi Asian Football Confederation (AFC). Untuk itu, pihak managemen PSM lebih awal mencanangkan perombakan tim agar untuk berkompetisi di ISL Januari mendatang.
Sadikin Aksa, ketua umum PSM yang dikonfirmasi kemarin soal rencana perombakan tim sebelum bergulirnya kembali kompetisi tahun depan mengungkapkan, memang tim harus dirombak sebelum masuk ke ISL. "Namun, rencana itu akan diatur oleh direktur olahraga yang akan dibentuk," kata dia pada sindonews.com.
Meski demikian, dirinya mengungkapkan, sampai saat ini direktur olahraga di PSM belum ada, dan masih akan dibentuk pada pertemuan beberapa hari mendatang. Terkait siapa yang layak dirinya masih enggan membocorkannya. "Belum ini masih akan diajukan dirapat umum pemegang saham luar biasa," paparnya.
Rencana evaluasi tim yang akan dialakukan oleh pihak managemen sudah didukung oleh tim kepalatihan PSM. Menurutnya, kompetisi ISL memang lebih ketat persaingannya ketimbang di IPL, jadi seharusnya di Pasukan Ramang dihuni pemain yang berpengalaman agar bisa bersaing di ISL musim depan, apalgi di PSM saat ini lebih banyak dihuni para pemain muda.
Sementara itu, Abdullah Rowa mantan pemain PSM mengatakan, memang seharusnya seperti itu, persoalan teknis harus dilakukan oleh direksi yang membidanginya. "Kalau memang ada direktur olahraganya yah harus diserahkan ke sana, supaya memang diketahui bagaimana kebutuhan tim yang sebenarnya," kata dia saat dikofirmasi sindonews.com.
Bukan hanya itu, dirinya juga mendukung jika memang pihak managemen harus melakukan evaluasi tim sebelum berkompetisi di ISL musim depan. Menurutnya, tim di kompetisi tertinggi di Indonesia tersebut memang kualitasnya sangat bagus. "Jadi wajar jika PSM berbenah, sebagai persiapan ke depannya," papar dia yang juga sekertaris PSSI Cabang Makassar ini.
Dipenyatauan liga nantinya, hanya 22 klub yang berkompetisi, 18 dari ISL dan empat dari IPL. Saat ini, PSM yang juga klub tertua di Indonesia sementara mengikuti tahap verifikasi bersama tujuh klub lainnya, setelah lolos dibabak play-off. Jadi di IPL masih ada tiga klub yang akan digugur jika tidak memenuhi syarat verifikasi.
(wbs)