Bertempur di ISL, Persiba butuh modal Rp12 miliar
Selasa, 12 November 2013 - 16:19 WIB
Bertempur di ISL, Persiba butuh modal Rp12 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul membutuhkan dana sekitar Rp12 miliar sebagai modal bertempur di Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Anggaran tersebut, 60 persen di antaranya khusus untuk gaji pemain.
Manajer Persiba Bantul Briyanto mengungkapkan, anggaran tersebut sudah diperhitungkan, tetapi jika kompetisi dilakukan dengan dua format wilayah. Jika dilakukan hanya dengan satu wilayah, maka akan membengkak hingga dua kali lipat. "Hampir dua kali lipatnya kalau ISL digelar dalam satu wilayah," kata dia.
Dana tersebut terutama untuk menjalani laga tandang dan gaji. Nantinya, para pemain yang memperkuat tim pun tidak akan dijanjikan dengan gaji yang melimpah. Memang, dalam menjalani verifikasi klub dari Indonesian Premiere League (IPL) ke kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persiba hampir tidak mengalami suatu kendala.
Penilaian dari segi legalitas, suporting, infrastruktur, administrasi, dan finansial, tinggal sedikit lagi terpenuhi. Mengenai legalitas, tinggal menunggu surat turun dari Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) agar ada Perseroan Terbatas (PT)) yang menaungi. Untuk sponsor, saat ini masih dalam proses komunikasi.
Sebagaimana diketahui, Persiba Bantul termasuk dalam tujuh tim dari IPL yang harus diverifikasi. Enam lainnya adalah, Persepar Palangkaraya, Perseman Manokwari, Pro Duta, Persijap Jepara, PSM Makassar, serta Semen Padang. Dari ketujuh klub tersebut, hanya akan diambil empat untuk ikut kompetisi ISL mendatang. Nantinya, akan digabungkan dengan 18 klub lain yang sebelumnya sudah ikut kompetisi ISL.
Untuk melakukan pembentukan tim, manajemen baru akan melakukannya pada Desember mendatang. Setelah ada kepastian, lolos atau tidaknya dalam verifikasi tersebut. Nantinya lebih banyak akan diisi oleh para pemain lama mereka. Namun, pihaknya tetap melakukan seleksi terhadap pemain luar yang mendaftar.
Wakil Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengungkapkan, sampai kini masih belum melakukan evaluasi terhadap pemain lamanya. Termasuk, tiga pemain asingnya, bek Eduardo Bizarro, playmaker Ezequiel Gonzales, dan striker Roberto Kwateh.
Ketiganya, apakah akan dipertahankan atau tidak, meski sudah memenuhi syarat PSSI untuk menjalani kompetisi ISL mendatang. Yakni, maksimal tiga pemain asing yang bisa diturunkan setiap laganya. "Itu masih belum dievaluasi," ucapnya.
Manajer Persiba Bantul Briyanto mengungkapkan, anggaran tersebut sudah diperhitungkan, tetapi jika kompetisi dilakukan dengan dua format wilayah. Jika dilakukan hanya dengan satu wilayah, maka akan membengkak hingga dua kali lipat. "Hampir dua kali lipatnya kalau ISL digelar dalam satu wilayah," kata dia.
Dana tersebut terutama untuk menjalani laga tandang dan gaji. Nantinya, para pemain yang memperkuat tim pun tidak akan dijanjikan dengan gaji yang melimpah. Memang, dalam menjalani verifikasi klub dari Indonesian Premiere League (IPL) ke kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persiba hampir tidak mengalami suatu kendala.
Penilaian dari segi legalitas, suporting, infrastruktur, administrasi, dan finansial, tinggal sedikit lagi terpenuhi. Mengenai legalitas, tinggal menunggu surat turun dari Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) agar ada Perseroan Terbatas (PT)) yang menaungi. Untuk sponsor, saat ini masih dalam proses komunikasi.
Sebagaimana diketahui, Persiba Bantul termasuk dalam tujuh tim dari IPL yang harus diverifikasi. Enam lainnya adalah, Persepar Palangkaraya, Perseman Manokwari, Pro Duta, Persijap Jepara, PSM Makassar, serta Semen Padang. Dari ketujuh klub tersebut, hanya akan diambil empat untuk ikut kompetisi ISL mendatang. Nantinya, akan digabungkan dengan 18 klub lain yang sebelumnya sudah ikut kompetisi ISL.
Untuk melakukan pembentukan tim, manajemen baru akan melakukannya pada Desember mendatang. Setelah ada kepastian, lolos atau tidaknya dalam verifikasi tersebut. Nantinya lebih banyak akan diisi oleh para pemain lama mereka. Namun, pihaknya tetap melakukan seleksi terhadap pemain luar yang mendaftar.
Wakil Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengungkapkan, sampai kini masih belum melakukan evaluasi terhadap pemain lamanya. Termasuk, tiga pemain asingnya, bek Eduardo Bizarro, playmaker Ezequiel Gonzales, dan striker Roberto Kwateh.
Ketiganya, apakah akan dipertahankan atau tidak, meski sudah memenuhi syarat PSSI untuk menjalani kompetisi ISL mendatang. Yakni, maksimal tiga pemain asing yang bisa diturunkan setiap laganya. "Itu masih belum dievaluasi," ucapnya.
(aww)