Nissan sebut bisnis MotoGP tidak menguntungkan
Kamis, 21 November 2013 - 13:14 WIB
Nissan sebut bisnis MotoGP tidak menguntungkan
A
A
A
Sindonews.com - MotoGP 2013 usai sudah, kini jelang MotoGP 2014 para pemasok dana beramai-ramai berupaya untuk meyakin tim-tim yang berlaga di MotoGP untuk menjadi bagian mereka, dan bisa ikut mengembangkan tim, dan MotoGP memberikan timbal balik berupaya keuntungan.
Seperti Audi ke Ducati dan Fiat ke Yamah dan terlibat dalam pengembangan Ducati Desmosedic. Namun perusahaan Nissan berbeda, ia tak berniat masuk ke dunia sepeda motor atau MotoGP, karena Nissan menganggap MotoGP tidak bisa memberikan income (keuntungan).
“Kami punya sejarah yang kuat di dunia balap mobil. Sejumlah seri balap dunia kami ikuti seperti Le Mans, F1,” kata Bos Nissan Andy Palmer, seperti dilansir GPone, Kamis, (21/11/2013).
“Sayangnya, hingga kini kami tidak melihat adanya keuntungan masuk ke MotoGP untuk bisnis Nissan.” tandasnya
Sementara itu, Ducati belum lama ini diakuisisi oleh produsen mobil Audi AG. Di tangan Audi, Ducati kini bersaudara dengan Lamborghini yang juga dimiliki Audi dan masuk dalam keluarga besar Volkswagen yang memiliki Audi. Pabrikan Jerman itu pun langsung bergerak dengan menunjuk bos baru untuk Ducati.
Dilansir motorcycle, kini, CEO Audi AG Rupert Stadler menjadi Presiden Ducati dan menjadi anggota baru dewan direksi Ducati. Sementara Gabriele del Torchio tetap akan menjadi CEO Ducati Motor Holding serta Presiden Komite Eksekutif Ducati.
Claudio Domenicali, manajer umum Ducati dan ketua program balap juga akan menjadi anggota dewan direksi baru. Turut ikut Horst Glaser dan Axel Strotbek dari Audi AG untuk menjadi pimpinan pabrikan motor Italia tersebut.
Stadler dalam pidatonya di depan tenaga kerja Ducati di awal bulan ini menegaskan kalau akuisisi tidak akan merubah Ducati. "Ducati tetaplah Ducati," katanya.
Merek ini telah diincar Audi sejak 2008 lalu dan kini Audi membeli Ducati secara penuh termasuk utang-utang Ducati dari pemilik Ducati sebelumnya yakni Investindustrial.
Penjualan motor Ducati di 2011 lalu tercatat sebanyak 42.000 unit dengan pendapatan sekitar 480 juta euro. Ducati kini memiliki sekitar 1.100 karyawan.
Seperti Audi ke Ducati dan Fiat ke Yamah dan terlibat dalam pengembangan Ducati Desmosedic. Namun perusahaan Nissan berbeda, ia tak berniat masuk ke dunia sepeda motor atau MotoGP, karena Nissan menganggap MotoGP tidak bisa memberikan income (keuntungan).
“Kami punya sejarah yang kuat di dunia balap mobil. Sejumlah seri balap dunia kami ikuti seperti Le Mans, F1,” kata Bos Nissan Andy Palmer, seperti dilansir GPone, Kamis, (21/11/2013).
“Sayangnya, hingga kini kami tidak melihat adanya keuntungan masuk ke MotoGP untuk bisnis Nissan.” tandasnya
Sementara itu, Ducati belum lama ini diakuisisi oleh produsen mobil Audi AG. Di tangan Audi, Ducati kini bersaudara dengan Lamborghini yang juga dimiliki Audi dan masuk dalam keluarga besar Volkswagen yang memiliki Audi. Pabrikan Jerman itu pun langsung bergerak dengan menunjuk bos baru untuk Ducati.
Dilansir motorcycle, kini, CEO Audi AG Rupert Stadler menjadi Presiden Ducati dan menjadi anggota baru dewan direksi Ducati. Sementara Gabriele del Torchio tetap akan menjadi CEO Ducati Motor Holding serta Presiden Komite Eksekutif Ducati.
Claudio Domenicali, manajer umum Ducati dan ketua program balap juga akan menjadi anggota dewan direksi baru. Turut ikut Horst Glaser dan Axel Strotbek dari Audi AG untuk menjadi pimpinan pabrikan motor Italia tersebut.
Stadler dalam pidatonya di depan tenaga kerja Ducati di awal bulan ini menegaskan kalau akuisisi tidak akan merubah Ducati. "Ducati tetaplah Ducati," katanya.
Merek ini telah diincar Audi sejak 2008 lalu dan kini Audi membeli Ducati secara penuh termasuk utang-utang Ducati dari pemilik Ducati sebelumnya yakni Investindustrial.
Penjualan motor Ducati di 2011 lalu tercatat sebanyak 42.000 unit dengan pendapatan sekitar 480 juta euro. Ducati kini memiliki sekitar 1.100 karyawan.
(wbs)