Marquez: Tahun depan lebih banyak tekanan
Rabu, 27 November 2013 - 14:33 WIB
Marquez: Tahun depan lebih banyak tekanan
A
A
A
Sindonews.com - Konsistensi Marc Marquez di lintasan MotoGP tahun ini mungkin sudah tak diragukan lagi. Itu telah dibuktikannya saat rider Repsol Honda ini mengklaim mahkota juara dengan mengalahkan kompetitornya seperti Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Valentino Rossi. Tapi melihat keberhasilan yang bisa dibilang masih 'seumur jagung' itu, banyak yang mempertanyakan apakah dia mampu mempertahankan momentum keberhasilannya ini pada tahun depan atau tidak ?
Kali ini dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Red Bull.com beberapa hari lalu, Marquez mengaku tekanan pada tahun depan akan semakin sulit ketimbang musim ini. Pasalnya, ketiga kompetitornya yang kalah dalam persaingan perebutan mahkota itu pasti bakal jauh lebih kompetitif lagi.
"Mungkin saya masih menikmati kemenangan besar ini. Tapi saya merasa pasti ada banyak lebih tekanan musim depan daripada tahun ini," kata Marquez kepada Red Bull.com, Rabu (27/11/2013).
Sejak Marquez menggeluti olahraga balap motor pada tahun 2008 lalu, pembalap Spanyol ini hanya membutuhkan waktu adaptasi yang singkat. Tengok saja rekam jejaknya sewaktu di kelas 125cc, Moto2, hingga ke MotoGP.
Di kelas 125cc, Marquez hanya butuh dua musim untuk memastikan juara. Setelah itu, pada tahun 2011 ia memutuskan pindah kelas ke Moto2. Di sini pembalap 20 tahun itu hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk meraih juara. Melihat keberhasilannya itu banyak tim MotoGP yang tertarik mengamankan jasanya.
Beruntung bagi Honda sukses melobi pembalap muda berbakat ini untuk bergabung dengan mereka tahun ini. Meskipun tidak mengharapkan terlalu banyak dari Marquez, namun ia mampu membuktikan bahwa dirinya merupakan penantang bagi para seniornya di kelas MotoGP. Selain trofi juara yang berhasil diamankannya, ia pun dapat disejajarkan dengan legenda MotoGP Kenny Roberts.
Ketika ditanya bagaimana tanggapan Marquez saat disejajarkan dengan sejumlah pembalap handal atau bahkan idolanya, ia menjawab: "Sulit dipercaya. Seperti yang pernah diucapkan Rossi, di mana ia memberikan apresiasinya kepada saya dan itu jelas membuat saya merinding. Kendati demikian, pujian itu akan dijadikan sebagai sebuah motivasi tersendiri bahwa saya mampu melewati rintangan yang sulit ini," lanjut pembalap kelahiran Cervera, Spanyol ini.
Kali ini dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Red Bull.com beberapa hari lalu, Marquez mengaku tekanan pada tahun depan akan semakin sulit ketimbang musim ini. Pasalnya, ketiga kompetitornya yang kalah dalam persaingan perebutan mahkota itu pasti bakal jauh lebih kompetitif lagi.
"Mungkin saya masih menikmati kemenangan besar ini. Tapi saya merasa pasti ada banyak lebih tekanan musim depan daripada tahun ini," kata Marquez kepada Red Bull.com, Rabu (27/11/2013).
Sejak Marquez menggeluti olahraga balap motor pada tahun 2008 lalu, pembalap Spanyol ini hanya membutuhkan waktu adaptasi yang singkat. Tengok saja rekam jejaknya sewaktu di kelas 125cc, Moto2, hingga ke MotoGP.
Di kelas 125cc, Marquez hanya butuh dua musim untuk memastikan juara. Setelah itu, pada tahun 2011 ia memutuskan pindah kelas ke Moto2. Di sini pembalap 20 tahun itu hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk meraih juara. Melihat keberhasilannya itu banyak tim MotoGP yang tertarik mengamankan jasanya.
Beruntung bagi Honda sukses melobi pembalap muda berbakat ini untuk bergabung dengan mereka tahun ini. Meskipun tidak mengharapkan terlalu banyak dari Marquez, namun ia mampu membuktikan bahwa dirinya merupakan penantang bagi para seniornya di kelas MotoGP. Selain trofi juara yang berhasil diamankannya, ia pun dapat disejajarkan dengan legenda MotoGP Kenny Roberts.
Ketika ditanya bagaimana tanggapan Marquez saat disejajarkan dengan sejumlah pembalap handal atau bahkan idolanya, ia menjawab: "Sulit dipercaya. Seperti yang pernah diucapkan Rossi, di mana ia memberikan apresiasinya kepada saya dan itu jelas membuat saya merinding. Kendati demikian, pujian itu akan dijadikan sebagai sebuah motivasi tersendiri bahwa saya mampu melewati rintangan yang sulit ini," lanjut pembalap kelahiran Cervera, Spanyol ini.
(aww)