Dana cekak, Persijap kirim berkas verifikasi
Kamis, 05 Desember 2013 - 15:29 WIB
Dana cekak, Persijap kirim berkas verifikasi
A
A
A
Sindonews.com – Meski masih dibelit masalah finansial,dan belum mampu membayar gaji pemain sebesar Rp1,5 miliar, Persijap Jepara tetap mengirimkan berkas verifikasi, sebagai syarat untuk lolos ISL musim depan.
CEO PT Jepara Raya Multitama (JRM) Muhammad said Bassalamah saat dihubungi SINDO, mengaku saat ini sedang berada di Jakarta mengirimkan berkas verifikasi. “Ini sekarang di Jakarta, untuk mengirimkan berkas verifikasi,” kata Bassalamah.
Bassalamah menjelaskan dalam berkas yang dikirimkanya, juga termasuk berkas finansial tim, meskipun saat ini belum mampu melunasi hutang gaji pemain. “Semua kita kirimkan, dan apa adanya termasuk kekurangan kita masalah finansial,” ujarnya.
Dia berharap meskipun Persijap masih memiliki hutang sebesar Rp1,8 juta berupa gaji dan kebutuhan lainnya, tidak akan menghalangi Persijap untuk bisa lolos ISL. “Semua yang dibutuhkan untuk verifikasi kita kirimkan, tentu harapan kita tetap bisa lolos ISL,” katanya.
Bassalamah menyatakan, sebelumnya sudah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dan juga bertemu dengan PSSI Jepara dan dari perwakilan klub-klub internal Persijap pada Rabu (3/12) malam yang kemudian dilanjutkan bertemu pada Kamis pagi.
Dalam pertemuan tersebut sudah dijelaskan kondisi Persijap seperti apa. Dan dari hasil pertemuan tersebut Pemkab berniat membantu menyelesaikan masalah keuangan Persijap, hanya saja belum ada titik temu mengenai bantuannya seperti apa. “Bantuannya seperti apa saya tidak tahu, bantuan bisa diberikan sebagai dana talangan atau bantuan,” katanya.
Terkait dengan rencana penjualan saham mayoritas kepada pihak luar, Bassalamah mengatakan, sampai saat ini hal itu merupakan pilihan paling tepat. Karena pembayaran gaji pemain merupakan yang paling mendesak.
“Gaji pemain sudah tidak bisa ditunda, karena itu sampai sekarang penjualan saham masih menjadi salah satu solusi paling tepat, dan saat ini proses penjualan sedang berlangsung,” katanya.
CEO PT Jepara Raya Multitama (JRM) Muhammad said Bassalamah saat dihubungi SINDO, mengaku saat ini sedang berada di Jakarta mengirimkan berkas verifikasi. “Ini sekarang di Jakarta, untuk mengirimkan berkas verifikasi,” kata Bassalamah.
Bassalamah menjelaskan dalam berkas yang dikirimkanya, juga termasuk berkas finansial tim, meskipun saat ini belum mampu melunasi hutang gaji pemain. “Semua kita kirimkan, dan apa adanya termasuk kekurangan kita masalah finansial,” ujarnya.
Dia berharap meskipun Persijap masih memiliki hutang sebesar Rp1,8 juta berupa gaji dan kebutuhan lainnya, tidak akan menghalangi Persijap untuk bisa lolos ISL. “Semua yang dibutuhkan untuk verifikasi kita kirimkan, tentu harapan kita tetap bisa lolos ISL,” katanya.
Bassalamah menyatakan, sebelumnya sudah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dan juga bertemu dengan PSSI Jepara dan dari perwakilan klub-klub internal Persijap pada Rabu (3/12) malam yang kemudian dilanjutkan bertemu pada Kamis pagi.
Dalam pertemuan tersebut sudah dijelaskan kondisi Persijap seperti apa. Dan dari hasil pertemuan tersebut Pemkab berniat membantu menyelesaikan masalah keuangan Persijap, hanya saja belum ada titik temu mengenai bantuannya seperti apa. “Bantuannya seperti apa saya tidak tahu, bantuan bisa diberikan sebagai dana talangan atau bantuan,” katanya.
Terkait dengan rencana penjualan saham mayoritas kepada pihak luar, Bassalamah mengatakan, sampai saat ini hal itu merupakan pilihan paling tepat. Karena pembayaran gaji pemain merupakan yang paling mendesak.
“Gaji pemain sudah tidak bisa ditunda, karena itu sampai sekarang penjualan saham masih menjadi salah satu solusi paling tepat, dan saat ini proses penjualan sedang berlangsung,” katanya.
(wbs)