Balotelli: Saya hanya ingin hidup normal
Kamis, 05 Desember 2013 - 15:47 WIB
Balotelli: Saya hanya ingin hidup normal
A
A
A
Sindonews.com - Penyerang AC Milan, Mario Balotelli mengeluhkan sorotan media kepada dirinya yang dinilai terlalu berlebihan. Balotelli bahkan merasa kebebasannya di Italia jauh berkurang dengan ekspos media baik di lapangan maupun di luar apabila membandingkan dirinya saat bersama Manchester City.
Pemain berusia 23 tahun itu menuliskan surat terbuka kepada sebuah program televisi apabila dirinya ingin kebebasan seperti orang biasa. "Saya merasa sangat kacau, terutama beberapa hari belakangan ini. Beberapa kali semua tindakan dan bahkan tweet saya yang didedikasikan untuk seorang teman sejati telah di salah artikan," keluh Balotelli seperti dilansir Football-Italia, Kamis (5/12/2013).
"Semua yang mereka lakukan membuat saya terlihat buruk. Tidak seperti media di luar yang lebih menghargai saya. Ada alasan khusus mengapa The Times memasukkan saya dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia. Saya tahu bila saya seorang pria yang beruntung, tapi saya juga ingin hidup normal," sambungnya.
Sebelumnya kicauan Balotelli di Twitter sempat menimbulkan kontroversi ketika ia menulis 'This is the end' atau 'Inilah akhir segalanya', tak lama setelah AC Milan mengalahkan Catania di Serie A. Beberapa media menyebutkan bila itu sinyal baginya untuk meninggalkan San Siro, namun belakangan diketahi Super Mario -julukan Balotelli- menulis itu untuk seorang temannya yang juga seorang atlet beladiri tangan kosong, Giorgio Petrosyan.
Pemain berusia 23 tahun itu menuliskan surat terbuka kepada sebuah program televisi apabila dirinya ingin kebebasan seperti orang biasa. "Saya merasa sangat kacau, terutama beberapa hari belakangan ini. Beberapa kali semua tindakan dan bahkan tweet saya yang didedikasikan untuk seorang teman sejati telah di salah artikan," keluh Balotelli seperti dilansir Football-Italia, Kamis (5/12/2013).
"Semua yang mereka lakukan membuat saya terlihat buruk. Tidak seperti media di luar yang lebih menghargai saya. Ada alasan khusus mengapa The Times memasukkan saya dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia. Saya tahu bila saya seorang pria yang beruntung, tapi saya juga ingin hidup normal," sambungnya.
Sebelumnya kicauan Balotelli di Twitter sempat menimbulkan kontroversi ketika ia menulis 'This is the end' atau 'Inilah akhir segalanya', tak lama setelah AC Milan mengalahkan Catania di Serie A. Beberapa media menyebutkan bila itu sinyal baginya untuk meninggalkan San Siro, namun belakangan diketahi Super Mario -julukan Balotelli- menulis itu untuk seorang temannya yang juga seorang atlet beladiri tangan kosong, Giorgio Petrosyan.
(akr)