ISL di depan mata, Persiba baru punya Rp250 juta
Senin, 09 Desember 2013 - 19:27 WIB
ISL di depan mata, Persiba baru punya Rp250 juta
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul saat ini baru mempunyai modal dana sebesar Rp 250 juta untuk persiapan mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL). Padahal, untuk seleksi pemain yang akan dilakukan setelah hasil verifikasi keluar diperkirakan menghabiskan dana lebih dari Rp 3 miliar.
Ketua Umum Persiba Bantul, Idham Samawi mengatakan, perkiraan dana untuk mengikuti satu musim kompetisi ISL 2014 menghabiskan dana sekitar Rp16-18 miliar. "Jika hanya untuk bertahan saja di ISL, sampai Rp 16 Miliar. Tapi, kalau ingin masuk tiga besar bisa sampai Rp18 miliar," kata dia, Minggu (8/12) di Gabusan, Bantul, kemarin.
Dalam negosiasi terhadap sponsor untuk mendukung masalah finansial ini, juga masih belum ada titik terang. Meski, sudah ada empat calon sponsor yang sedang berkomunikasi secara intens. "Belum ada yang deal," ucapnya.
Namun, dia pun tetap optimis, masalah keuangan tersebut bisa teratasi. Walaupun, harus menjual apapun yang dimilikinya.
Kompetisi ISL sendiri, lanjut mantan orang nomor satu Bantul itu, akan dimulai pada 25 Januari 2014 mendatang. Persiba pun harus segera menyiapkan timnya dalam waktu dekat ini. "Paling tidak, 20 Desember ini sudah harus ada tim yang dibentuk," tuturnya.
Untuk mengisi komposisi pemain pun, menurutnya harus sebanyak-banyaknya dari lokal. Seperti, dari Diklat Bantul ataupun Protaba. "Kalau bisa sebanyak-banyaknya. Selain untuk menghemat dana, kan juga agar bisa melakukan pembinaan. Kita tahu, Slamet Nur Cahyo dan Nopendi (pemain Persiba musim lalu) juga dari sana," katanya.
Namun, itu tetap menjadi tanggung jawab pihak pelatih. Bagaimana nantinya, harus bisa bertahan di ISL musim mendatang. "Itu kita serahkan ke pelatih, yang penting pemain tetap bisa bersaing," tuturnya.
Rasa optimistis bisa lolos verifikasi ISL bertambah, setelah PSSI melakukan tinjauan ke Stadion Sultan Agung, Bantul, beberapa waktu lalu. Dikatakan Idham, kalau markas kebesaran Laskar Sultan Agung tersebut, layak untuk menggelar laga kompetisi ISL. "Rumputnya yang terbaik dari stadion-stadion yang dimiliki klub yang diverifikasi," tuturnya.
Mengenai masalah pemain, dia pun tidak khawatir beberapa pemain pilarnya musim lalu telah hengkang. Sebab, mereka semua nantinya kemungkinan akan kembali lagi. "Eze (Ezequiel Gonzales), Slamet Nurcahyo, dan Nopendi, pasti akan kembali ke sini (Bantul) lagi," ucapnya.
Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengatakan, sejauh ini untuk kesiapan tim, baru dilakukan komunikasi terhadap dua pemain. Yaitu, Emanuel Anthony Linkers dan Herman Dzumafo epandi. Nantinya, jika sudah pasti lolos verfikasi, keduanya akan dipanggil untuk merapat ke Bantul. "Yakin, tetap bisa mengatasi masalah finansial," ucapnya.
Ketua Umum Persiba Bantul, Idham Samawi mengatakan, perkiraan dana untuk mengikuti satu musim kompetisi ISL 2014 menghabiskan dana sekitar Rp16-18 miliar. "Jika hanya untuk bertahan saja di ISL, sampai Rp 16 Miliar. Tapi, kalau ingin masuk tiga besar bisa sampai Rp18 miliar," kata dia, Minggu (8/12) di Gabusan, Bantul, kemarin.
Dalam negosiasi terhadap sponsor untuk mendukung masalah finansial ini, juga masih belum ada titik terang. Meski, sudah ada empat calon sponsor yang sedang berkomunikasi secara intens. "Belum ada yang deal," ucapnya.
Namun, dia pun tetap optimis, masalah keuangan tersebut bisa teratasi. Walaupun, harus menjual apapun yang dimilikinya.
Kompetisi ISL sendiri, lanjut mantan orang nomor satu Bantul itu, akan dimulai pada 25 Januari 2014 mendatang. Persiba pun harus segera menyiapkan timnya dalam waktu dekat ini. "Paling tidak, 20 Desember ini sudah harus ada tim yang dibentuk," tuturnya.
Untuk mengisi komposisi pemain pun, menurutnya harus sebanyak-banyaknya dari lokal. Seperti, dari Diklat Bantul ataupun Protaba. "Kalau bisa sebanyak-banyaknya. Selain untuk menghemat dana, kan juga agar bisa melakukan pembinaan. Kita tahu, Slamet Nur Cahyo dan Nopendi (pemain Persiba musim lalu) juga dari sana," katanya.
Namun, itu tetap menjadi tanggung jawab pihak pelatih. Bagaimana nantinya, harus bisa bertahan di ISL musim mendatang. "Itu kita serahkan ke pelatih, yang penting pemain tetap bisa bersaing," tuturnya.
Rasa optimistis bisa lolos verifikasi ISL bertambah, setelah PSSI melakukan tinjauan ke Stadion Sultan Agung, Bantul, beberapa waktu lalu. Dikatakan Idham, kalau markas kebesaran Laskar Sultan Agung tersebut, layak untuk menggelar laga kompetisi ISL. "Rumputnya yang terbaik dari stadion-stadion yang dimiliki klub yang diverifikasi," tuturnya.
Mengenai masalah pemain, dia pun tidak khawatir beberapa pemain pilarnya musim lalu telah hengkang. Sebab, mereka semua nantinya kemungkinan akan kembali lagi. "Eze (Ezequiel Gonzales), Slamet Nurcahyo, dan Nopendi, pasti akan kembali ke sini (Bantul) lagi," ucapnya.
Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengatakan, sejauh ini untuk kesiapan tim, baru dilakukan komunikasi terhadap dua pemain. Yaitu, Emanuel Anthony Linkers dan Herman Dzumafo epandi. Nantinya, jika sudah pasti lolos verfikasi, keduanya akan dipanggil untuk merapat ke Bantul. "Yakin, tetap bisa mengatasi masalah finansial," ucapnya.
(aww)