Final klasik rawan rusuh, Persebaya minta dikawal 2.000 personel
Senin, 23 Desember 2013 - 14:52 WIB
Final klasik rawan rusuh, Persebaya minta dikawal 2.000 personel
A
A
A
Sindonews.com - Duel klasik Arema Cronous melawan Persebaya di final Piala Gubernur Jatim 2013 membuat panitia pelaksana (Panpel) pertandingan bekerja ekstra keras. Panpel harus menyiagakan ribuan personel keamanan untuk mengamankan duel musuh bebuyutan yang rawan bentrok antarsuporter.
Hingga sore kemarin, belum dipastikan Stadion Kanjuruhan akan menggelar partai puncak yang bakal dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo itu, Selasa (24/12). Sebab, Persebaya mengajukan syarat harus mendapatkan pengawalan aparat kepolisian sebanyak 2.000 personel mulai dari Pandaan hingga stadion. "Saat pulang kita juga minta sama, " ujar Asisten Manajer Persebaya Amran Said.
Menurut Amran jaminan keamanan menjadi syarat utama demi keselamatan pemain. Maklum sebagian pemain Persebaya merupakan mantan pemain Arema musim lalu, seperti Hasyim Kipauw dan Greg Nwokolo yang dikhawatirkan akan menjadi sasaran amuk suporter Aremania. "Kita hanya minta pemain kita aman saat berangkat maupun pulang nanti,"ucapnya.
Namun, permintaan Persebaya ini dianggap berlebihan karena sulit untuk mendapatkan pengawalan 2.000 personel. "Secara prinsip kita sudah siap menggelar pertandingan. Namun untuk mendapatkan pengawalan 2000 personel itu tidak masuk akal," ucap Manajer Legal Arema Eko Prasetyo..
Hingga sore ini, pihak Arema masih melakukan koordinasi dengan Polda Jatim. Namun, belum ada keputusan. "Kita masih melakukan koordinasi, masih rapat terus," ujar Media Official Piala Gubernur Jatim 2013 Rakhmad Adi Kurniawan.
Sebenarnya, dalam Technical Meeting, Minggu (22/12) malam, panitia sudah menawarkan kedua tim mencari stadion alternatif selain Kanjuruhan. "Silakan mencari tempat asal sesuai standar, terutama lampu karena terkait siaran langsung stasiun televisi, " ucap Ketua Panitia Pertandingan Amir Baharudin.
Namun, panitia sendiri kabarnya sudah menghubungi semua pihak keamanan di beberapa wilayah Jatim yang mempunyai stadion tapi belum mendapatkan izin keamanan. Selain pertandingan berisiko tinggi terjadi rusuh, konsentrasi keamanan juga terpecah karena berbenturan dengan pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Sementara persiapan Persebaya tidak terganggu menghadapi laga final. "Main di mana saja kita siap, termasuk di Malang. Pemain sudah fokus pertandingan, tidak usah mikir yang lain-lain. Arema tim bagus mereka punya persiapan lebih lama. Namun kami harus yakin bisa mengatasi mereka, " ujar Asisten Pelatih Tonny Ho.
Hingga sore kemarin, belum dipastikan Stadion Kanjuruhan akan menggelar partai puncak yang bakal dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo itu, Selasa (24/12). Sebab, Persebaya mengajukan syarat harus mendapatkan pengawalan aparat kepolisian sebanyak 2.000 personel mulai dari Pandaan hingga stadion. "Saat pulang kita juga minta sama, " ujar Asisten Manajer Persebaya Amran Said.
Menurut Amran jaminan keamanan menjadi syarat utama demi keselamatan pemain. Maklum sebagian pemain Persebaya merupakan mantan pemain Arema musim lalu, seperti Hasyim Kipauw dan Greg Nwokolo yang dikhawatirkan akan menjadi sasaran amuk suporter Aremania. "Kita hanya minta pemain kita aman saat berangkat maupun pulang nanti,"ucapnya.
Namun, permintaan Persebaya ini dianggap berlebihan karena sulit untuk mendapatkan pengawalan 2.000 personel. "Secara prinsip kita sudah siap menggelar pertandingan. Namun untuk mendapatkan pengawalan 2000 personel itu tidak masuk akal," ucap Manajer Legal Arema Eko Prasetyo..
Hingga sore ini, pihak Arema masih melakukan koordinasi dengan Polda Jatim. Namun, belum ada keputusan. "Kita masih melakukan koordinasi, masih rapat terus," ujar Media Official Piala Gubernur Jatim 2013 Rakhmad Adi Kurniawan.
Sebenarnya, dalam Technical Meeting, Minggu (22/12) malam, panitia sudah menawarkan kedua tim mencari stadion alternatif selain Kanjuruhan. "Silakan mencari tempat asal sesuai standar, terutama lampu karena terkait siaran langsung stasiun televisi, " ucap Ketua Panitia Pertandingan Amir Baharudin.
Namun, panitia sendiri kabarnya sudah menghubungi semua pihak keamanan di beberapa wilayah Jatim yang mempunyai stadion tapi belum mendapatkan izin keamanan. Selain pertandingan berisiko tinggi terjadi rusuh, konsentrasi keamanan juga terpecah karena berbenturan dengan pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Sementara persiapan Persebaya tidak terganggu menghadapi laga final. "Main di mana saja kita siap, termasuk di Malang. Pemain sudah fokus pertandingan, tidak usah mikir yang lain-lain. Arema tim bagus mereka punya persiapan lebih lama. Namun kami harus yakin bisa mengatasi mereka, " ujar Asisten Pelatih Tonny Ho.
(aww)