Sukses Heynckes dan tantangan Bayern
Kamis, 26 Desember 2013 - 19:32 WIB
Sukses Heynckes dan tantangan Bayern
A
A
A
Sindonews.com – Liga Champions masih dianggap sebagai turnamen paling bergengsi bagi klub-klub Eropa. Pasalnya mereka yang berhak tampil di ajang ini merupakan tim terbaik di kompetisi domestik masing-masing negara.
Sejak bergulir tahun 1955, turnamen ini menjadi panggung terbesar buat pemain dan klub yang tampil.
Lihat saja final Liga Champions 2013 yang mempertemukan dua raksasa Bundesliga Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund. Pertandingan itu disaksikan 360 juta orang di dunia melalui layar televisi. Dan gelar yang diraih Bayern itu melengkapi kesempurnaan pelatih Jupp Heynckes meraih treble winners.
Gelar tersebut seajak menegaskan tahun 2013 menjadi tahunnya Bayern.
Kini perjuangan Bayern mempertahankan gelar tersebut musim ini jauh lebih sulit. Pensiunnya Heynckes dan masuknya Pep Guardiola mau tidak mau sedikit berpengaruh terhadap gaya permainan tim asal Bavaria tersebut.
Meski mulus melenggang ke babak 16 besar sebagai juara grup, catatan Bayern ternoda dengan kekalahan atas Manchester City di babak grup.
Jika melihat statistik pertandingan selama babak grup, bisa dikatakan catatan Bayern masih kalah bagus dari duo Madrid, Atletico Madrid dan Real Madrid.
Madrid dan Atletico menjadi juara grup dengan catatan tidak terkalahkan dalam 6 laga (5 menang, 1 imbang). Ini membuktikan konsistensi mereka di ajang ini.
Namun hasil undian babak 16 besar juga bisa menentukan sejauh mana peluang tim-tim untuk menjadi juara. Untuk juara bertahan Bayern, mereka harus melalui jalan terjal karena bertemu dengan Arsenal yang sedang lapar gelar.
Bayern juga dituntut untuk bisa membagi perhatiannya antara Liga Champions dan Bundesliga. Ini juga akan memberikan tekanan kepada Guardiola untuk bisa minimal menyamai torehan pendahulunya Heynckes.
Sejauh ini sudah dua gelar diraih Guardiola yakni pertama di Piala Super Jerman dan kedua di Piala Dunia Antarklub. Setidaknya ini menjadi sinyal positif bagi Guardiola untuk bisa menularkan sukses yang pernah diraihnya bersama Barcelona.
Mampukah Bayern mempertahankan dominasinya di Eropa? Kita lihat saja tahun depan nanti.
Sejak bergulir tahun 1955, turnamen ini menjadi panggung terbesar buat pemain dan klub yang tampil.
Lihat saja final Liga Champions 2013 yang mempertemukan dua raksasa Bundesliga Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund. Pertandingan itu disaksikan 360 juta orang di dunia melalui layar televisi. Dan gelar yang diraih Bayern itu melengkapi kesempurnaan pelatih Jupp Heynckes meraih treble winners.
Gelar tersebut seajak menegaskan tahun 2013 menjadi tahunnya Bayern.
Kini perjuangan Bayern mempertahankan gelar tersebut musim ini jauh lebih sulit. Pensiunnya Heynckes dan masuknya Pep Guardiola mau tidak mau sedikit berpengaruh terhadap gaya permainan tim asal Bavaria tersebut.
Meski mulus melenggang ke babak 16 besar sebagai juara grup, catatan Bayern ternoda dengan kekalahan atas Manchester City di babak grup.
Jika melihat statistik pertandingan selama babak grup, bisa dikatakan catatan Bayern masih kalah bagus dari duo Madrid, Atletico Madrid dan Real Madrid.
Madrid dan Atletico menjadi juara grup dengan catatan tidak terkalahkan dalam 6 laga (5 menang, 1 imbang). Ini membuktikan konsistensi mereka di ajang ini.
Namun hasil undian babak 16 besar juga bisa menentukan sejauh mana peluang tim-tim untuk menjadi juara. Untuk juara bertahan Bayern, mereka harus melalui jalan terjal karena bertemu dengan Arsenal yang sedang lapar gelar.
Bayern juga dituntut untuk bisa membagi perhatiannya antara Liga Champions dan Bundesliga. Ini juga akan memberikan tekanan kepada Guardiola untuk bisa minimal menyamai torehan pendahulunya Heynckes.
Sejauh ini sudah dua gelar diraih Guardiola yakni pertama di Piala Super Jerman dan kedua di Piala Dunia Antarklub. Setidaknya ini menjadi sinyal positif bagi Guardiola untuk bisa menularkan sukses yang pernah diraihnya bersama Barcelona.
Mampukah Bayern mempertahankan dominasinya di Eropa? Kita lihat saja tahun depan nanti.
(irc)