Tiga tahun di Eropa, Kagawa tetap idolakan band Jepang
Senin, 30 Desember 2013 - 15:51 WIB
Tiga tahun di Eropa, Kagawa tetap idolakan band Jepang
A
A
A
Sindonews.com - Sudah tiga tahun Shinji Kagawa merintis karier sepak bola profesional di Eropa. Tapi, pemain yang kini merumput bersama Manchester United tetap menyukai grup band asal Jepang sebagai pilihannya di saat santai.
Pemain berusia 24 tahun itu meninggalkan Jepang sejak 2010. Borussia Dortmund merupakan klub pertama Kagawa di Eropa. Dua tahun kemudian, Kagawa pindah ke Manchester United. Ternyata, ia tidak suka dengan lagu-lagu barat yang tengah trend saat ini.
Meski hanya untuk bersantai atau meningkatkan mood, eks pemain Cerezo Osaka ini lebih memilih mendengarkan lagu-lagu Jepang. Kagawa pun terus mengikuti perkembangan grup band yang sedang trend di Jepang.
Pernyataan Kagawa ini disampaikannya saat sesi tanya jawan fan dengan pemain MU melalui akun Twitter di situs resmi klub.
Jenis musik apa yang Anda dengar untuk meningkatkan permainan?Saya mendengarkan musik pop Jepang untuk bersantai dan rileks. Tergantung pada suasana hati, saya akan mendengarkan lagu dengan tempo tinggi atau musik slow.
Exile adalah grup favorit saya. Meskipun mereka besar di Jepang, tapi mereka tidak dikenal di dunia tapi saya seperti mereka dan mereka membuat saya bersemangat. Musik adalah penting bagi saya.
Apakah Anda menjadi lebih baik sejak bergabung dengan United?Ya, ada banyak pemain berpengalaman di tim ini, mereka telah mengajarkan saya dan setiap hari saya belajar keterampilan baru dari mereka. Tidak banyak pemain Jepang atau Asia bisa bermain di klub besar seperti ini, jadi saya pikir saya sangat beruntung berada di posisi ini. Itu membuat saya senang dan bangga.
Siapa teman terbaik Anda di klub?Alex Büttner, saya cukup dekat dengan dia. kami bergabung dengan klub pada waktu yang sama. saya sudah cukup dekat dengannya sejak saat itu. Alex pernah bermain dengan pemain Jepang di klub terakhirnya [Vitesse Arnhem], jadi dia tahu dan mengerti. Bahasa Jepang dia cukup baik.
Jika Anda tidak menjadi pesepakbola, apa profesi lain yang Anda inginkan?Jika tidak menjadi pesepakbola, saya akan menjadi atlet olahraga lain.
Pemain berusia 24 tahun itu meninggalkan Jepang sejak 2010. Borussia Dortmund merupakan klub pertama Kagawa di Eropa. Dua tahun kemudian, Kagawa pindah ke Manchester United. Ternyata, ia tidak suka dengan lagu-lagu barat yang tengah trend saat ini.
Meski hanya untuk bersantai atau meningkatkan mood, eks pemain Cerezo Osaka ini lebih memilih mendengarkan lagu-lagu Jepang. Kagawa pun terus mengikuti perkembangan grup band yang sedang trend di Jepang.
Pernyataan Kagawa ini disampaikannya saat sesi tanya jawan fan dengan pemain MU melalui akun Twitter di situs resmi klub.
Jenis musik apa yang Anda dengar untuk meningkatkan permainan?Saya mendengarkan musik pop Jepang untuk bersantai dan rileks. Tergantung pada suasana hati, saya akan mendengarkan lagu dengan tempo tinggi atau musik slow.
Exile adalah grup favorit saya. Meskipun mereka besar di Jepang, tapi mereka tidak dikenal di dunia tapi saya seperti mereka dan mereka membuat saya bersemangat. Musik adalah penting bagi saya.
Apakah Anda menjadi lebih baik sejak bergabung dengan United?Ya, ada banyak pemain berpengalaman di tim ini, mereka telah mengajarkan saya dan setiap hari saya belajar keterampilan baru dari mereka. Tidak banyak pemain Jepang atau Asia bisa bermain di klub besar seperti ini, jadi saya pikir saya sangat beruntung berada di posisi ini. Itu membuat saya senang dan bangga.
Siapa teman terbaik Anda di klub?Alex Büttner, saya cukup dekat dengan dia. kami bergabung dengan klub pada waktu yang sama. saya sudah cukup dekat dengannya sejak saat itu. Alex pernah bermain dengan pemain Jepang di klub terakhirnya [Vitesse Arnhem], jadi dia tahu dan mengerti. Bahasa Jepang dia cukup baik.
Jika Anda tidak menjadi pesepakbola, apa profesi lain yang Anda inginkan?Jika tidak menjadi pesepakbola, saya akan menjadi atlet olahraga lain.
(dka)