Tiga klub terancam hanya berpenghuni 18 pemain
Kamis, 16 Januari 2014 - 17:39 WIB
Tiga klub terancam hanya berpenghuni 18 pemain
A
A
A
Sindonews.com- PT.Liga Indonesia (LI) menegaskan klub-klub yang belum melunasi tunggakan gaji pemain musim lalu hanya boleh mendaftarkan 18 pemain untuk Liga Super Indonesia (ISL) musim depan. Sebelumnya, Sriwijaya FC, Persijap Jepara, dan Persela Lamongan diketahui masih menunggak gaji para pemain mereka.
Tunggakan ketiga tim tersebut sangat bervariasi, berdasarkan data PT. LI per Desember tahun lalu, Sriwijaya masih mempunyai tunggakan Rp. 1,9 miliar, Persijap Rp300 juta, dan Persela Rp 200 juta. Sementara itu CEO PT. LI, Joko Driyono mengatakan Sriwijaya dan Persijap telah mengonfirmasi pelunasan utang mereka, sedangkan Persela hingga kini belum melunasi gaji pemain.
Ketiga tim tersebut terancam bakal minim pemain setelah melewati batas tenggat waktu pembayaran Rabu, (15/1) kemarin. Sedangkan Sriwijaya diyakini telah menandatangani kerjasama dengan Bank Sumsel untuk melunasi gaji. Joko mengaku menyaksikan penandatanganan itu. "Saya saksikan sendiri. Jelas itu kabar mengembirakan," ujar Joko di kantor PSSI di Jakarta, Kamis (16/1)
Sedangkan Persijap, ujar Joko berencana menerbitkan surat bebas utang. Hanya saja ia menegaskan, PT. LI membutuhkan konfirmasi tambahan dari para pemain yang ditunggak gajinya agar tidak ada klaim sepihak. Jika para pemain ternyata belum mendapatkan pelunasan gaji, tiga klub itu terancam hanya bisa memakai 18 pemain untuk musim depan.
Sebagai informasi, batas pendaftaran pemain untuk musim depan sendiri jatuh pada 28 Februari bulan depan, khusus untuk tiga tim yang masil mempunyai tunggakan gaji. "Kami masih menunggu konfirmasi pemain. Sudah dapat atau belum. Kalau ternyata belum, maka kami terapkan aturan mereka hanya boleh pakai 18 pemain. Itu hanya akan gugur jika mereka melunasi tunggakan," tutup Joko.
Tunggakan ketiga tim tersebut sangat bervariasi, berdasarkan data PT. LI per Desember tahun lalu, Sriwijaya masih mempunyai tunggakan Rp. 1,9 miliar, Persijap Rp300 juta, dan Persela Rp 200 juta. Sementara itu CEO PT. LI, Joko Driyono mengatakan Sriwijaya dan Persijap telah mengonfirmasi pelunasan utang mereka, sedangkan Persela hingga kini belum melunasi gaji pemain.
Ketiga tim tersebut terancam bakal minim pemain setelah melewati batas tenggat waktu pembayaran Rabu, (15/1) kemarin. Sedangkan Sriwijaya diyakini telah menandatangani kerjasama dengan Bank Sumsel untuk melunasi gaji. Joko mengaku menyaksikan penandatanganan itu. "Saya saksikan sendiri. Jelas itu kabar mengembirakan," ujar Joko di kantor PSSI di Jakarta, Kamis (16/1)
Sedangkan Persijap, ujar Joko berencana menerbitkan surat bebas utang. Hanya saja ia menegaskan, PT. LI membutuhkan konfirmasi tambahan dari para pemain yang ditunggak gajinya agar tidak ada klaim sepihak. Jika para pemain ternyata belum mendapatkan pelunasan gaji, tiga klub itu terancam hanya bisa memakai 18 pemain untuk musim depan.
Sebagai informasi, batas pendaftaran pemain untuk musim depan sendiri jatuh pada 28 Februari bulan depan, khusus untuk tiga tim yang masil mempunyai tunggakan gaji. "Kami masih menunggu konfirmasi pemain. Sudah dapat atau belum. Kalau ternyata belum, maka kami terapkan aturan mereka hanya boleh pakai 18 pemain. Itu hanya akan gugur jika mereka melunasi tunggakan," tutup Joko.
(akr)