Keberhasilan Espargaro bikin Ducati pikir-pikir
Selasa, 11 Februari 2014 - 15:59 WIB
Keberhasilan Espargaro bikin Ducati pikir-pikir
A
A
A
Sindonews.com - Tes pramusim di Sirkuit Sepang, pekan lalu, belum cukup buat tim Ducati untuk mengambil keputusan apakah akan tetap berada di kelas pabrik atau beralih ke kelas Terbuka. Itu sebagaimana disampaikan direktur program, Paolo Ciabatti.
Tak dapat dipungkiri bahwa prospek kelas Terbuka memang sangat menggiurkan bagi peserta MotoGP tahun ini. Terlebih dengan perubahan regulasi baru tentang sistem ECU kontrol, yang di sana motor Terbuka punya bahan bakar 24 liter atau empat liter lebih banyak ketimbang MotoGP. Bahkan jatah mesin Terbuka juga lebih banyak daripada kuota mesin MotoGP.
Keunggulan dari segi bahan bakar itulah yang bisa menambah sengit persaingan dalam perburuan gelar MotoGP tahun ini. Semua fakta itu sempat ditunjukkan Aleix Espargaro selama turun di Sepang, pekan lalu.
Dengan mengendarai motor FTR milik Forward Racing, Espargaro mampu bersaing dengan pembalap papan atas. Yakni Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Jorge Lorenzo. Sebab pada tes terakhir, dia sukses menduduki peringkat keempat.
Meski belum membuat keputusan, namun Ciabatti mengaku sedang mempertimbangkan beralih ke kelas Terbuka. "Jelas, pilihan kelas Terbuka adalah salah satu yang menarik untuk dipertimbangkan. Kita telah melihat keberhasilan Espargaro dalam mengendarai FTR di Sepang. Tapi untuk saat ini kami belum membuat keputusan apapun," kata Ciabatti dilansir Crash, Selasa (11/2).
Alasan Ducati beralih karena mereka melihat selama beberapa tahun terakhir ini, tim selalu kalah dalam persaingan perburuan gelar dari Yamaha maupun Honda. Ducati sendiri masih punya waktu hingga 28 Februari mendatang, untuk menentukan sikap mereka di ajang Kuda Pacu MotoGP tahun ini. Apakah tetap di kelas pabrikan atau beralih ke kelas Terbuka.
Tak dapat dipungkiri bahwa prospek kelas Terbuka memang sangat menggiurkan bagi peserta MotoGP tahun ini. Terlebih dengan perubahan regulasi baru tentang sistem ECU kontrol, yang di sana motor Terbuka punya bahan bakar 24 liter atau empat liter lebih banyak ketimbang MotoGP. Bahkan jatah mesin Terbuka juga lebih banyak daripada kuota mesin MotoGP.
Keunggulan dari segi bahan bakar itulah yang bisa menambah sengit persaingan dalam perburuan gelar MotoGP tahun ini. Semua fakta itu sempat ditunjukkan Aleix Espargaro selama turun di Sepang, pekan lalu.
Dengan mengendarai motor FTR milik Forward Racing, Espargaro mampu bersaing dengan pembalap papan atas. Yakni Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Jorge Lorenzo. Sebab pada tes terakhir, dia sukses menduduki peringkat keempat.
Meski belum membuat keputusan, namun Ciabatti mengaku sedang mempertimbangkan beralih ke kelas Terbuka. "Jelas, pilihan kelas Terbuka adalah salah satu yang menarik untuk dipertimbangkan. Kita telah melihat keberhasilan Espargaro dalam mengendarai FTR di Sepang. Tapi untuk saat ini kami belum membuat keputusan apapun," kata Ciabatti dilansir Crash, Selasa (11/2).
Alasan Ducati beralih karena mereka melihat selama beberapa tahun terakhir ini, tim selalu kalah dalam persaingan perburuan gelar dari Yamaha maupun Honda. Ducati sendiri masih punya waktu hingga 28 Februari mendatang, untuk menentukan sikap mereka di ajang Kuda Pacu MotoGP tahun ini. Apakah tetap di kelas pabrikan atau beralih ke kelas Terbuka.
(nug)