Korban kekerasan antarsuporter Persiba meninggal

Rabu, 12 Februari 2014 - 20:34 WIB
Korban kekerasan antarsuporter...
Korban kekerasan antarsuporter Persiba meninggal
A A A
Sindonews.com - Kompetisi sepak bola di Indonesia kembali memakan tumbal. Korban kerusuhan antarsuporter Persiba Bantul, Jupita, 33, warga Cegokan, Wonolelo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, akhirnya meninggal pada Rabu (12/2) pagi tadi. Peristiwa yang memakan korban ini diharap menjadi pelajaran dan agar pendukung sepak bola bisa lebih dewasa.

Manajer Persiba Bantul, Hanung Raharja mengatakan, Jupita merupakan sosok teman yang terus mendampingi timnya hingga sampai ke kompetisi tertinggi di Liga Indonesia. Atas kejadian ini, diharap seluruh suporter bisa semakin dewasa dalam memberikan dukungan kepada timnya. "Jangan sampai hal ini terulang lagi. Karena sepak bola, ada yang sakit dan menjadi korban," tuturnya.

Ketua Umum Persiba Bantul, Idham Samawi yang datang melayat mengatakan, sangat menghormati atas kerelaan keluarga yang tidak menuntut apa-apa. "Kita akan tanggung biaya pendidikan anaknya hingga sampai ke perguruan tinggi," tuturnya.

Atas kejadian ini, nasib Persiba Bantul apakah akan mundur dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau tidak, masih belum diputuskan. Nantinya, akan melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu.

Dwi Budi Santoso, 20, salah satu teman korban, dirinya mengenal Jupita adalah sosok pribadi yang mempunyai rasa sosial tinggi. Baik kepada tetangga, maupun teman sesama suporter baik yang masih muda. "Dia orangnya baik, rasa sosialnya tinggi," katanya.

Dia juga merasa kehilangan sosok Jupita yang juga sebagai salah satu pengurus di Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi). Jenazah dikebumikan pada sore tadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Jupita menjadi korban kekerasan antarsuporter yang terjadi saat Persiba Bantul menjamu Persiram Raja Ampat pada Sabtu (8/2) lalu. Tawuran tersebut antara kelompok Paserbumi dengan Curva Nord Famiglia (CNF). Dirinya terkena pukulan helm di kepala bagian belakangnya saat masih di dalam stadion, usai laga.

Jupita sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Yohyakarta dan koma selama lima hari. Namun, kondisinya yang semakin kritis pada dini hari kemarin, sekitar pukul 05.30 WIB. Korban masih meninggalkan satu anak yang masih berumur tiga tahun dan satu istrinya. "Mas Jupita, sehari-hari kerja di tempat jagal (sate)," lanjut Dwi.

Anom Suroto, Lurah Paserbumi pun mengatakan hal yang sama. Atas kejadian ini diharapkan selanjutnya ada perubahan. Dari kedua kelompok suporter juga ada suatu mediasi. "Kerusuhan sampai ada korban baru sekali ini," paparnya.
(aww)
Berita Terkait
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham Emiten Erick Thohir & Bank QNB
Bank QNB Indonesia Fokus...
Bank QNB Indonesia Fokus Garap Pasar Korporasi dan Konglomerasi
Upaya Bank Menyediakan...
Upaya Bank Menyediakan Solusi Akses Pendidikan Anak Berkualitas
Bank QNB Indonesia Luncurkan...
Bank QNB Indonesia Luncurkan Reksa Dana Berbasis USD
Bank QNB Indonesia Dapat...
Bank QNB Indonesia Dapat Setoran Modal Tambahan Sebesar Rp442,9 Miliar
Bank QNB Indonesia Memperkuat...
Bank QNB Indonesia Memperkuat Fokus pada Bisnis Perbankan Korporasi
Berita Terkini
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
22 menit yang lalu
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
1 jam yang lalu
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
7 jam yang lalu
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
9 jam yang lalu
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
11 jam yang lalu
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
12 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved