Nyaris kalah di kandang, RD beralasan pemain canggung
Selasa, 18 Februari 2014 - 20:50 WIB
Nyaris kalah di kandang, RD beralasan pemain canggung
A
A
A
Sindonews.com - Kegagalan Persebaya meraih poin penuh saat ditahan imbang 1-1 oleh Persiram Raja Ampat, Selasa (18/2), memang mengecewakan. Hasil imbang itu memperpanjang episode negatif Bajul Ijo.
Pelatih Persebaya ISL Rahmad Darmawan tak memungkiri timnya kurang gereget pada pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut. Sejak babak awal disebutnya pemain cenderung canggung dalam melakukan tekanan. "Kami bermain kurang baik sore ini," kata RD.
"Kami mencoba melakukan kombinasi dalam menyerang, namun pemain sering salah pengertian. Saya tentu kecewa tidak bisa meraih kemenangan. Tapi bagaimana pun juga seluruh tim sudah berusaha memberikan yang terbaik," ucap mantan pelatih Arema Cronous ini.
Dia tak yakin rendahnya mutu permainan Persebaya adalah pengaruh kekalahan 3-0 di Lamongan pada match day sebelumnya. "Kami kurang nyaman dalam bermain. Di beberapa kesempatan, pemain juga masih terlihat ragu-ragu mengambil keputusan. Sedangkan Persiram bermain disiplin," tandasnya.
Dalam laga itu, Persiram sempat unggul lebih dulu pada menit ke-35 melalui aksi Erol Simunapendi. Dia memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Mbida Messi yang gagal ditangkap Jendry Pitoy.Walau berstatus tuan rumah dan memiliki materi pemain lebih mahal, Persebaya kesulitan bangkit.
Babak kedua hanya membuahkan satu gol via tandukan Greg Nwokolo membelokkan umpan silang Alvin Tuasalamony. Melihat jalannya laga, Persebaya memang tak layak menang. Memanfaatkan Greg Nwokolo dan Agu Casmir di lini depan, tim berkostum hijau-hijau itu tak memiliki visi dalam melakukan tekanan. Kerja sama antar pemain masih sangat rendah dan sejumlah upaya justru lebih banyak dilakukan secara individual.
Dengan hanya menambah satu angka, Persebaya gagal mendongkel posisi Mitra Kukar di puncak klasemen Indonesia Super League (ISL) wilayah Timur. Greg Nwokolo dan kawan-kawan mengoleksi 7 poin sama dengan Mitra Kukar, namun kalah produktivitas gol. Persebaya hanya berada di posisi kedua menggeser Persipura yang mengoleksi 6 poin.
Pelatih Persebaya ISL Rahmad Darmawan tak memungkiri timnya kurang gereget pada pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut. Sejak babak awal disebutnya pemain cenderung canggung dalam melakukan tekanan. "Kami bermain kurang baik sore ini," kata RD.
"Kami mencoba melakukan kombinasi dalam menyerang, namun pemain sering salah pengertian. Saya tentu kecewa tidak bisa meraih kemenangan. Tapi bagaimana pun juga seluruh tim sudah berusaha memberikan yang terbaik," ucap mantan pelatih Arema Cronous ini.
Dia tak yakin rendahnya mutu permainan Persebaya adalah pengaruh kekalahan 3-0 di Lamongan pada match day sebelumnya. "Kami kurang nyaman dalam bermain. Di beberapa kesempatan, pemain juga masih terlihat ragu-ragu mengambil keputusan. Sedangkan Persiram bermain disiplin," tandasnya.
Dalam laga itu, Persiram sempat unggul lebih dulu pada menit ke-35 melalui aksi Erol Simunapendi. Dia memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Mbida Messi yang gagal ditangkap Jendry Pitoy.Walau berstatus tuan rumah dan memiliki materi pemain lebih mahal, Persebaya kesulitan bangkit.
Babak kedua hanya membuahkan satu gol via tandukan Greg Nwokolo membelokkan umpan silang Alvin Tuasalamony. Melihat jalannya laga, Persebaya memang tak layak menang. Memanfaatkan Greg Nwokolo dan Agu Casmir di lini depan, tim berkostum hijau-hijau itu tak memiliki visi dalam melakukan tekanan. Kerja sama antar pemain masih sangat rendah dan sejumlah upaya justru lebih banyak dilakukan secara individual.
Dengan hanya menambah satu angka, Persebaya gagal mendongkel posisi Mitra Kukar di puncak klasemen Indonesia Super League (ISL) wilayah Timur. Greg Nwokolo dan kawan-kawan mengoleksi 7 poin sama dengan Mitra Kukar, namun kalah produktivitas gol. Persebaya hanya berada di posisi kedua menggeser Persipura yang mengoleksi 6 poin.
(aww)