Hayden: Peraturan MotoGP 2014 bikin bingung

Rabu, 19 Februari 2014 - 02:55 WIB
Hayden: Peraturan MotoGP...
Hayden: Peraturan MotoGP 2014 bikin bingung
A A A
Sindonews.com - Regulasi baru MotoGP 2014 terus mengundang polemik, pasalnya MotoGP tahun ini mempunyai dua kelas yaitu Kelas Terbuka dan Kelas Pabrikan, hal ini lah yang dikeluhkan semua pembalap dan tim balap termasuk Nicky Hayden.

Juara dunia MotoGP 2016 ini tergabung dengan Aspar-Honda di Open Class ini akan menggeber Honda RCV1000R.

“Saya lebih senang balap dengan sepeda motor dengan spesifikasi yang sama serta peraturan yang sama pula. Terus terang ini membingungkan” urai Hayden.

Hayden pun menyadari jika peraturan yang ada di MotoGP saat ini merespon kondisi ekonomi yang belum membaik. Dorna selaku penyelenggara MotoGP menggelar Open Class dengan harapan bisa menekan biaya.

Bahkan salah satu alasan besar Honda Racing Corporation (HRC) adalah harga ECU dan software Magnetti Marelli diklaim jauh lebih mahal ketimbang ECU dan software hasil pengembangan Honda sendiri.

Demi memangkas biaya tim dan menyeimbangkan daya saing para peserta, Dorna memang berencana untuk menerapkan penggunaan ECU (unit pengendali mesin dan sasis) mulai tahun 2014 atau bahkan lebih cepat. Perangkat ini dikembangkan oleh Magnet Marelli, sebuah perusahaan Italia yang sudah bekerja sama dengan Dorna.

“Itu saatnya kami harus keluar dari ajang balap MotoGP, karena tak ada lagi alasan besar untuk tinggal di sini. Sekarang regulasi sudah semakin ketat, tapi kebebasan menggunakan software ECU sendiri, kami masih punya kekuatan. Tapi jika dibatasi, rasanya tak masuk akal. Ini adalah hasil pemikiran bos-bos di Jepang juga, !” tegas Shuhei Nakamoto, Vice President HRC.

CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta. sendiri mencoba mendinginkan suasana dengan mengatakan bahwa soal penggunaan ECU akan dijadwalkan ulang ke tahun 2014. Soal ECU ini juga akan dibahas di sela-sela gelaran MotoGP Jepang, akhir pekan ini.

“Jujur saya mengatakan masih memiliki hubungan baik dengan Shuhei Nakamoto (petinggi Honda) dan menyadari itu akan dibicarakan,” ucap CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta.

"Saya yakin kami akan menemukan sebuah kesepakatan. Kami tak akan pernah melewati batasan kontrak. Namun, pabrikan juga harus memahami situasi ekonomi dan kebutuhan kami terkait tontonan yang kami buat dan kami jual ke seluruh dunia," tuturnya.
(wbs)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
2 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
4 jam yang lalu
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
6 jam yang lalu
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
7 jam yang lalu
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved