Dipangkas 3 poin, Persebaya anjlok ke peringkat kedelapan
Kamis, 20 Februari 2014 - 18:21 WIB
Dipangkas 3 poin, Persebaya anjlok ke peringkat kedelapan
A
A
A
Sindonews.com - PT. Liga Indonesia bertindak tegas dengan mengurangi 3 poin milik Persebaya Surabaya dalam klasemen Wilayah Timur Indonesia Super League musim 2014. Pemotongan poin itu sebagai bentuk implementasi hukuman dari Komisi Disiplin FIFA terhadap Persebaya.
Komdis FIFA memutuskan Persebaya untuk membayar tunggakan gaji mantan pemain asingnya asal Kamerun, Serge Ngankou Elongo. Tidak hanya itu, dalam surat keputusan yang diterima PSSI, Komdis FIFA juga menjatuhkan denda dan pengurangan 3 poin di kompetisi yang saat ini berlangsung.
Keputusan tersebut dikeluarkan Komdis FIFA setelah sebelumnya pada 17 Agustus 2012, lembaga Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA meminta PSSI untuk memaksa klub Persebaya Surabaya memenuhi kewajiban mereka atas Serge Ngankou Elongo.
Namun, PSSI saat itu tidak berhasil memaksa Persebaya Surabaya yang kala itu dipimpin Saleh Ismail Mukadar untuk menjalankan keputusan DRC FIFA. Serge sendiri pernah tercatat sebagai pemain Persebaya pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2007.
''Terkait keputusan ini, posisi Liga adalah tunduk dan patuh atas perintah FIFA dan segera mengeksekusi keputusan tersebut, khususnya mengurangi 3 poin Persebaya di klasemen Wilayah Timur ISL 2014,” kata CEO PT. Liga Indonesia Joko Driyono seperti dirilis dari Liga Indonesia.
Pengurangan poin Persebaya pun sudah resmi dilakukan oleh PT. Liga dalam klasemen Wilayah Timur per Rabu (19/2). Tim Bajul Ijo yang awalnya mengantongi 7 poin kini hanya mengoleksi 4 poin meski telah mengemas 2 kemenangan dan 1 kali imbang dari 4 laga. Dengan pemotongan 3 poin itu, posisi Greg Nwokolo dan kawan-kawan harus melorot ke peringkat delapan klasemen sementara ISL wilayah Timur dengan nilai 4.
Kasus ini sendiri bermula dari keputusan DRC (Dispute Resoluton Chamber) FIFA pada tanggal 17 Agustus 2012 yang memerintahkan Persebaya, melalui PSSI untuk membayar tunggakan gaji pemain asal Kamerun Serge Ngankou Elongo, sebesar Rp 225.000.000, plus denda 5 persen per tahun terhitung sejak 2012.
Namun pada saat itu, PSSI yang meminta Persebaya di bawah pimpinan Saleh Mukadar dan Cholid Goromah untuk membayar tunggakan gaji, diabaikan oleh manajemen Persebaya. Padahal dalam suratnya, FIFA menegaskan apabila tidak dilaksanakan, maka kasus tersebut akan disidangkan di Komisi Disiplin. Bahkan Persebaya bisa terancam sanksi berat. Mulai dari dikurangi poin hingga didegradasi.
Karena dibiarkan, maka pada 23 Januari 2013, FIFA membuka peluang kasus ini untuk diproses di Komisi Disiplin, apabila Persebaya tidak juga membayar kewajibannya sampai 21 Maret 2013. Dan lagi-lagi Persebaya saat itu tidak memedulikan keputusan FIFA.
Puncaknya adalah keputusan Komisi Disiplin FIFA yang turun pada 5 Februari 2014. Persebaya dihukum. Selain harus membayar tunggakan gaji Serge Ngankou Elongo, juga dihukum dengan pengurangan 3 poin klasemen ISL yang diikuti.
Komdis FIFA memutuskan Persebaya untuk membayar tunggakan gaji mantan pemain asingnya asal Kamerun, Serge Ngankou Elongo. Tidak hanya itu, dalam surat keputusan yang diterima PSSI, Komdis FIFA juga menjatuhkan denda dan pengurangan 3 poin di kompetisi yang saat ini berlangsung.
Keputusan tersebut dikeluarkan Komdis FIFA setelah sebelumnya pada 17 Agustus 2012, lembaga Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA meminta PSSI untuk memaksa klub Persebaya Surabaya memenuhi kewajiban mereka atas Serge Ngankou Elongo.
Namun, PSSI saat itu tidak berhasil memaksa Persebaya Surabaya yang kala itu dipimpin Saleh Ismail Mukadar untuk menjalankan keputusan DRC FIFA. Serge sendiri pernah tercatat sebagai pemain Persebaya pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2007.
''Terkait keputusan ini, posisi Liga adalah tunduk dan patuh atas perintah FIFA dan segera mengeksekusi keputusan tersebut, khususnya mengurangi 3 poin Persebaya di klasemen Wilayah Timur ISL 2014,” kata CEO PT. Liga Indonesia Joko Driyono seperti dirilis dari Liga Indonesia.
Pengurangan poin Persebaya pun sudah resmi dilakukan oleh PT. Liga dalam klasemen Wilayah Timur per Rabu (19/2). Tim Bajul Ijo yang awalnya mengantongi 7 poin kini hanya mengoleksi 4 poin meski telah mengemas 2 kemenangan dan 1 kali imbang dari 4 laga. Dengan pemotongan 3 poin itu, posisi Greg Nwokolo dan kawan-kawan harus melorot ke peringkat delapan klasemen sementara ISL wilayah Timur dengan nilai 4.
Kasus ini sendiri bermula dari keputusan DRC (Dispute Resoluton Chamber) FIFA pada tanggal 17 Agustus 2012 yang memerintahkan Persebaya, melalui PSSI untuk membayar tunggakan gaji pemain asal Kamerun Serge Ngankou Elongo, sebesar Rp 225.000.000, plus denda 5 persen per tahun terhitung sejak 2012.
Namun pada saat itu, PSSI yang meminta Persebaya di bawah pimpinan Saleh Mukadar dan Cholid Goromah untuk membayar tunggakan gaji, diabaikan oleh manajemen Persebaya. Padahal dalam suratnya, FIFA menegaskan apabila tidak dilaksanakan, maka kasus tersebut akan disidangkan di Komisi Disiplin. Bahkan Persebaya bisa terancam sanksi berat. Mulai dari dikurangi poin hingga didegradasi.
Karena dibiarkan, maka pada 23 Januari 2013, FIFA membuka peluang kasus ini untuk diproses di Komisi Disiplin, apabila Persebaya tidak juga membayar kewajibannya sampai 21 Maret 2013. Dan lagi-lagi Persebaya saat itu tidak memedulikan keputusan FIFA.
Puncaknya adalah keputusan Komisi Disiplin FIFA yang turun pada 5 Februari 2014. Persebaya dihukum. Selain harus membayar tunggakan gaji Serge Ngankou Elongo, juga dihukum dengan pengurangan 3 poin klasemen ISL yang diikuti.
(aww)