Alasan polisi tak restui laga Persib v Persija di Jabar
Jum'at, 21 Februari 2014 - 11:35 WIB
Alasan polisi tak restui laga Persib v Persija di Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Meski bertindak sebagai tuan rumah, namun Persib Bandung nampaknya tidak akan menjamu Persija Jakarta dikandangnnya atau pun wilayah Jabar lain. Hal itu dikarekaan tidak adanya rekomendasi dari pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, membeberkan, ada empat alasan pihaknya tidak memberikan rekomendasi kepada Mabes Polri agar pertandingan itu digelar di Jabar.
" Pertama kedua supporter masih memiliki rasa dendam. Namun kami tentu berharap ini ada penyelesaian diantara keduanya. Tentunya dengan manajemen kedua klub bisa komunikasi secara intens untuk menyelesaikan luka lama ini," jelas Martinus di Mapolda Jabar, (20/2).
Kedua, lanjut dia, dari hasil kajian pertandingan antaran PBR melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat pada 17 Februari lalu terdapat fakta ada oknum pendukung bobotoh yang mengejar pendukung Persija.
Bahkan, menurut Martin, imbas dari pertandingan itu terjadi pengrusakan hingga menyebabkan korban luka-luka.
"Yang ketiga ini terkait Bandung khususnya Jabar adalah wilayah wisata. Ini kan pertandingan digelar weekend, kalau dihari itu kebanyak pengunjung dari Jakarta menggunakan mobil Plat B. dan inilah yang terkadang menjadi sasaran bobotoh. Padahal orang ini tidak tahu apa-apa, niatnya hanya wisata saja," terangnya.
Alasan terakhir menurutnya adalah buntut dari pertandingan yang disebut-sebut El Clasiko Indonesia ini. "Kami melihat dari setiap pertandingan itu menyisakan beberapa persoalan-persoalan tambahan. Ada yang meninggal dunia, luka berat, luka ringan, kemudian ada juga kerugian materil karena pengrusakan," bebernya.
Martinus memastikan, empat hasil analisa dan kajian itu tidak lain agar Kota Bandung khususnya Jabar bisa kondusif. Untuk itu pihaknya merekomendasikan pertandingan tersebut agar digelar diluar Jabar. Dalam kesempatan itu, Martinus pun memberi penekanan terhadap dendam antara kedua supporter. Menurutnya hal itulah yang menjadi akar permasalahan dari kasus ini.
"Saya kira itu yang menjadi pertimbanghan kami. Hal ini tentu untuk kepentingan masyrakat luas dan kepentingan umumnya warga Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan warga Jabar," tukasnya.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, membeberkan, ada empat alasan pihaknya tidak memberikan rekomendasi kepada Mabes Polri agar pertandingan itu digelar di Jabar.
" Pertama kedua supporter masih memiliki rasa dendam. Namun kami tentu berharap ini ada penyelesaian diantara keduanya. Tentunya dengan manajemen kedua klub bisa komunikasi secara intens untuk menyelesaikan luka lama ini," jelas Martinus di Mapolda Jabar, (20/2).
Kedua, lanjut dia, dari hasil kajian pertandingan antaran PBR melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat pada 17 Februari lalu terdapat fakta ada oknum pendukung bobotoh yang mengejar pendukung Persija.
Bahkan, menurut Martin, imbas dari pertandingan itu terjadi pengrusakan hingga menyebabkan korban luka-luka.
"Yang ketiga ini terkait Bandung khususnya Jabar adalah wilayah wisata. Ini kan pertandingan digelar weekend, kalau dihari itu kebanyak pengunjung dari Jakarta menggunakan mobil Plat B. dan inilah yang terkadang menjadi sasaran bobotoh. Padahal orang ini tidak tahu apa-apa, niatnya hanya wisata saja," terangnya.
Alasan terakhir menurutnya adalah buntut dari pertandingan yang disebut-sebut El Clasiko Indonesia ini. "Kami melihat dari setiap pertandingan itu menyisakan beberapa persoalan-persoalan tambahan. Ada yang meninggal dunia, luka berat, luka ringan, kemudian ada juga kerugian materil karena pengrusakan," bebernya.
Martinus memastikan, empat hasil analisa dan kajian itu tidak lain agar Kota Bandung khususnya Jabar bisa kondusif. Untuk itu pihaknya merekomendasikan pertandingan tersebut agar digelar diluar Jabar. Dalam kesempatan itu, Martinus pun memberi penekanan terhadap dendam antara kedua supporter. Menurutnya hal itulah yang menjadi akar permasalahan dari kasus ini.
"Saya kira itu yang menjadi pertimbanghan kami. Hal ini tentu untuk kepentingan masyrakat luas dan kepentingan umumnya warga Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan warga Jabar," tukasnya.
(wbs)