Ngebedah Kelas Terbuka & Kelas Pabrikan MotoGP

Minggu, 23 Februari 2014 - 18:02 WIB
Ngebedah Kelas Terbuka...
Ngebedah Kelas Terbuka & Kelas Pabrikan MotoGP
A A A
Sindonews.com - Regulasi MotoGP 2014 yang saat ini masih jadi perdebatan adalah ada dua dua kelas di Moto GP yaitu Kelas Terbuka dan Kelas Pabrikan. Hal ini membuat Kelas Pabrik tidak lagi jadi pilihan utama para pembalap untuk mencari kesuksesan di MotoGP.

Direktur Balap MotoGP, Mike Webb menjelaskan dirinya adalah orang yang terlibat dalam penyusunan aturan MotoGP, termasuk peraturan Buka kelas baru. Hal ini adalah langkah terbaru dalam serangkaian perubahan teknis dipicu krisis keuangan yang melanda tim.

Penggunaan perangkat Claiming Rule Team (CRT) adalah salah satu regulasi yang harup diterapkan, sebelumnya tanpa alat ini mesin motor memakan bahan bakar ekstra, Kelas Terbuka hanya ditentukan oleh ECU softwarenya atau perangkat lunak standard berarti mesin Kelas Terbuka, pemrograman produsen dipesan lebih dahulu ke Kelas Pabrik. Artinya saat ini Keduanya sama-sama menggunakan kontrol ECU yang sama dengan kelas Pabrik.

Tujuan utamanya adalah agar semua tim MotoGP memilikin mesin balap di bawah aturan teknis yang sama, hingga musim 2017.

" Peraturan ini sudah kami pikirkan jauh-jauh hari, regulasi ini idealnya itu harus dilakukan pada tahun 2012 [ketika CRT diciptakan]," kata Webb, saat di Tes Sepang, ketika dilansir Crashnett, Minggu (23/2).

"Saya senang untuk mengatakan bahwa tahun ini terlihat jauh lebih baik dari tahun lalu dan tahun sebelumnya. Jadi bahkan menjadi lebih baik, tapi aku yakin paket aturan akan lebih baik lagi."

Webb menilai keberhasilan Aleix Espargaro, dengan Forward Racing FTR-Yamaha, yang berhasil menorehkan waktu tercepat ketika di tes Sepang, Malaysia. Motor Espagaro dilengkapi mesin Yamaha M1, sasis dan swingarm ditambah suspensi Ohlins Factory. Dengan kata lain, pada dasarnya tim satelit tahun lalu 3 Yamaha sangat lemot namun sekarang bisa jadi ancaman tim pabrikan

" Teruskan Yamaha adalah bermain sesuai aturan," kata Webb. "Ini tepat seperti yang dimaksudkan dan akhirnya kami berharap pabrik-pabrik akan dipaksa berkata, 'Oke, kita harus pergi dengan mereka [Open] aturan karena itu yang paling kompetitif',"

" Kelas terbuka jelas banyak keuntungan. Para pembalap akan meraskan itu nantinya. Bahkan para pembalap Kelas Pabrikan akan tahu bahwa Kelas Terbuka akan memiliki beberapa keunggulan." tutupnya.
(wbs)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
3 jam yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
3 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
4 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
4 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
4 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
9 jam yang lalu
Infografis
Penuh Tantangan, Beban...
Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved