Polisi bingung mobil plat 'B' selalu jadi korban Bobotoh
Sabtu, 01 Maret 2014 - 10:00 WIB
Polisi bingung mobil plat 'B' selalu jadi korban Bobotoh
A
A
A
Sindonews.com - Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan, mengaku heran dangan para oknum bobotoh yang selalu melampiaskan kemarahannya terhadap para pengendara yang memakai plat nomor berawalan 'B'.
"Kita lihat kan setiap pertandingan itu ada orang yang juga berwisata, terus kalau plat B dipecahin. Apa kaitannya dengan mobil itu," tuturnya, Jumat (28/2/2014).
Dia menilai, seharusnya setiap suporter bisa menerima jika tim kesayangannya kalah atau pun menang dalam sebuah pertandingan. Dan dari situlah sebuah bentuk kedewasaan suporter bisa terukur.
Lebih lanjut Iriawan mengungkapkan, atas dasar itulah pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi mengenai pertandingan antara Persib melawan Persija yang ditunda akibat tidak mendapat izin dari Mabes Polri.
"Jadi sinyal (pertandingan) belum ada. Nanti kita akan kaji, dan sudah ada perintah kepada kapolres untuk mengkaji kembali (rekomendasi izin). Dan nanti rapat eksternal hari senin untuk mensikapi apakah ini (pertandingan) bisa diadakan atau tidak. Tentunya komitmen dari pada suporter atau viking," jelasnya.
Iriawan juga mengungkapkan, jika besok Persib jadi melakukan uji coba dengan klub asal Malaysia hal itu bisa menjadi salah satu bahan penilaian apakah layak jika pertandingan antara Persib melawan Persija digelar di Stadion Si Jalak Harupat.
Meski demikian pihaknya menyadari jika perseteruan antara suporter Persib dan Persija adalah sebuah sejarah panjang yang tidak mudah dilupakan oleh kedua belah pihak. Pasalnya hingga saat ini sudah banyak korban materi dan jiwa akibat perseteruan keduanya.
"Kita lihat coba nanti (uji coba) klo ulah suporter persib seperti waktu lawan PBR ya, kita evaluasi lagi. Memang tidak semua suporter, tapi beberapa oknumnya, jadi kan dengan adanya ulah itu jadi repot kita," pungkasnya.
"Kita lihat kan setiap pertandingan itu ada orang yang juga berwisata, terus kalau plat B dipecahin. Apa kaitannya dengan mobil itu," tuturnya, Jumat (28/2/2014).
Dia menilai, seharusnya setiap suporter bisa menerima jika tim kesayangannya kalah atau pun menang dalam sebuah pertandingan. Dan dari situlah sebuah bentuk kedewasaan suporter bisa terukur.
Lebih lanjut Iriawan mengungkapkan, atas dasar itulah pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi mengenai pertandingan antara Persib melawan Persija yang ditunda akibat tidak mendapat izin dari Mabes Polri.
"Jadi sinyal (pertandingan) belum ada. Nanti kita akan kaji, dan sudah ada perintah kepada kapolres untuk mengkaji kembali (rekomendasi izin). Dan nanti rapat eksternal hari senin untuk mensikapi apakah ini (pertandingan) bisa diadakan atau tidak. Tentunya komitmen dari pada suporter atau viking," jelasnya.
Iriawan juga mengungkapkan, jika besok Persib jadi melakukan uji coba dengan klub asal Malaysia hal itu bisa menjadi salah satu bahan penilaian apakah layak jika pertandingan antara Persib melawan Persija digelar di Stadion Si Jalak Harupat.
Meski demikian pihaknya menyadari jika perseteruan antara suporter Persib dan Persija adalah sebuah sejarah panjang yang tidak mudah dilupakan oleh kedua belah pihak. Pasalnya hingga saat ini sudah banyak korban materi dan jiwa akibat perseteruan keduanya.
"Kita lihat coba nanti (uji coba) klo ulah suporter persib seperti waktu lawan PBR ya, kita evaluasi lagi. Memang tidak semua suporter, tapi beberapa oknumnya, jadi kan dengan adanya ulah itu jadi repot kita," pungkasnya.
(wbs)