Polda beri izin, PT. Liga tunggu keputusan Komdis
Selasa, 04 Maret 2014 - 19:08 WIB
Polda beri izin, PT. Liga tunggu keputusan Komdis
A
A
A
Sindonews.com - Kendati Polda Jawa Barat telah memberi izin laga Persib Bandung lawan Persija Jakarta untuk digelar, PT. Liga Indonesia belum mau memutuskan apakah akan tetap menggelar laga tersebut atau tidak. PT. Liga selaku operator lebih memilih menunggu surat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
"Komdis sudah memutuskan soal laga itu tetapi PT. Liga belum menerima suratnya. Begitu kami terima baru diputuskan," ujar CEO PT. Liga Indonesia, Joko Driyono, di Jakarta, Selasa (4/3).
Joko menambahkan, investigasi Komdis PSSI terhadap laga itu memang mengindikasikan adanya pelanggaran. Hanya saja, pria yang juga menjabat Sekjen PSSI itu enggan menjelaskan pihak yang membuat pelanggaran yang menyebabkan laga bertajuk El Clasico Indonesia itu akhirnya dibatalkan.
Dengan pernyataan Joko tersebut, bisa dibilang nasib laga Persib vs Persija belum jelas. Pasalnya, PT. Liga sendiri dalam surat tanggal 21 Februari bulan lalu hanya menjelaskan laga yang seharusnya dilangsungkan 22 Februari tak bisa dilaksanakan. Sebelumnya, Sekretaris PT. Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy mengatakan, pihaknya menetapkan Jumat (7/3) sebagai batas waktu keputusan PT. Liga terkait laga tersebut.
Seperti diketahui, laga Persib lawan Persija yang awalnya akan digelar, Sabtu (22/2) batal digelar setelah kepolisian enggan memberi izin keamanan. Pihak panpel Persib pun mengirim surat kepada PT. Liga Indonesia yang berisikan ketidakmampuan untuk menggelar laga tersebut sesuai jadwal. Akibatnya, PT. Liga selaku operator terpaksa membatalkan laga itu.
Belakangan, manajer Persib, Umuh Muchtar mengungkapkan telah bertemu pihak kepolisian membahas izin laga itu. Umuh mengatakan, kepolisian telah memberi izin. Hanya saja, kepolisian memberi syarat laga sarat emosi itu tidak digelar di akhir pekan. "Pertandingan diizinkan Cuma tidak boleh main di hari Jumat, Sabtu, Minggu, itu kalau lawan Persija tapi kalau lawan tim lain boleh,” kata Umuh, Senin (3/3) kemarin.
"Komdis sudah memutuskan soal laga itu tetapi PT. Liga belum menerima suratnya. Begitu kami terima baru diputuskan," ujar CEO PT. Liga Indonesia, Joko Driyono, di Jakarta, Selasa (4/3).
Joko menambahkan, investigasi Komdis PSSI terhadap laga itu memang mengindikasikan adanya pelanggaran. Hanya saja, pria yang juga menjabat Sekjen PSSI itu enggan menjelaskan pihak yang membuat pelanggaran yang menyebabkan laga bertajuk El Clasico Indonesia itu akhirnya dibatalkan.
Dengan pernyataan Joko tersebut, bisa dibilang nasib laga Persib vs Persija belum jelas. Pasalnya, PT. Liga sendiri dalam surat tanggal 21 Februari bulan lalu hanya menjelaskan laga yang seharusnya dilangsungkan 22 Februari tak bisa dilaksanakan. Sebelumnya, Sekretaris PT. Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy mengatakan, pihaknya menetapkan Jumat (7/3) sebagai batas waktu keputusan PT. Liga terkait laga tersebut.
Seperti diketahui, laga Persib lawan Persija yang awalnya akan digelar, Sabtu (22/2) batal digelar setelah kepolisian enggan memberi izin keamanan. Pihak panpel Persib pun mengirim surat kepada PT. Liga Indonesia yang berisikan ketidakmampuan untuk menggelar laga tersebut sesuai jadwal. Akibatnya, PT. Liga selaku operator terpaksa membatalkan laga itu.
Belakangan, manajer Persib, Umuh Muchtar mengungkapkan telah bertemu pihak kepolisian membahas izin laga itu. Umuh mengatakan, kepolisian telah memberi izin. Hanya saja, kepolisian memberi syarat laga sarat emosi itu tidak digelar di akhir pekan. "Pertandingan diizinkan Cuma tidak boleh main di hari Jumat, Sabtu, Minggu, itu kalau lawan Persija tapi kalau lawan tim lain boleh,” kata Umuh, Senin (3/3) kemarin.
(akr)