Kapolda Jabar ingin pemain Persija naik bus Persib
Jum'at, 07 Maret 2014 - 08:17 WIB
Kapolda Jabar ingin pemain Persija naik bus Persib
A
A
A
Sindonews.com - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M. Iriawan, punya cara khusus agar para pemain Persija Jakarta tidak jadi korban amukan bobotoh saat bertanding ke Bandung melawan Persib.
Ia ingin para pemain Persija menggunakan bus Persib saat pergi menuju stadion. Pada saat bersamaan, bobotoh mengawal kepergian pemain Persija.
"Kami imbau kalau nanti terjadi pertandingan Persib vs Persija, nanti Persija pakai bus Persib, yang mengawal bobotoh," kata Iriawan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/3/2014).
Cara seperti itu diyakini akan membuat suasana lebih kondusif. Bobotoh pun bisa saling mengingatkan untuk tidak melukai para pemain Persija yang tidak tahu apa-apa terkait perseteruan dua suporter.
"Ituu supaya ada sinergi, saling membantu (menciptakan kondusivitas). Sehingga nanti terlihat mereka sudah tidak ada masalah," ungkapnya.
Jika bobotoh misalnya melakukan pelemparan, maka otomatis yang rusak adalah kendaraan milik Persib. Sehingga bobotoh akan berpikir dua kali untuk melempari pemain Persija dalam bus Persib.
Dalam kesempatan itu, Iriawan kembali mengajak semua bobotoh untuk menanggalkan permusuhan. "Enggak ada gunanya berantem. Sudahlah, yang ke belakang putihkan dulu," tuturnya.
Terkait upaya perdamaian, Iriawan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Sehingga pelan-pelan perdamaian dua suporter bisa terjadi.
Ia ingin para pemain Persija menggunakan bus Persib saat pergi menuju stadion. Pada saat bersamaan, bobotoh mengawal kepergian pemain Persija.
"Kami imbau kalau nanti terjadi pertandingan Persib vs Persija, nanti Persija pakai bus Persib, yang mengawal bobotoh," kata Iriawan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/3/2014).
Cara seperti itu diyakini akan membuat suasana lebih kondusif. Bobotoh pun bisa saling mengingatkan untuk tidak melukai para pemain Persija yang tidak tahu apa-apa terkait perseteruan dua suporter.
"Ituu supaya ada sinergi, saling membantu (menciptakan kondusivitas). Sehingga nanti terlihat mereka sudah tidak ada masalah," ungkapnya.
Jika bobotoh misalnya melakukan pelemparan, maka otomatis yang rusak adalah kendaraan milik Persib. Sehingga bobotoh akan berpikir dua kali untuk melempari pemain Persija dalam bus Persib.
Dalam kesempatan itu, Iriawan kembali mengajak semua bobotoh untuk menanggalkan permusuhan. "Enggak ada gunanya berantem. Sudahlah, yang ke belakang putihkan dulu," tuturnya.
Terkait upaya perdamaian, Iriawan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Sehingga pelan-pelan perdamaian dua suporter bisa terjadi.
(wbs)