Gara-gara pingpong Balotelli kebanjiran kritik
Sabtu, 08 Maret 2014 - 21:29 WIB
Gara-gara pingpong Balotelli kebanjiran kritik
A
A
A
Sindonews.com – Striker AC Milan, Mario Balotelli kembali menuai perhatian. Kali ini pemain asal Italia itu dihujani kritik lantaran bermain tenis meja alias pingpong.
Sebelumnya Balotelli mengunggah sebuah foto di twitter saat dirinya bermain pingpong. Namun, foto tersebut langsung menuai banyak kritik. Pasalnya, kegiatan pingpong dinilai bakal menambah parah cedera bahu yang dialami pemain asal Italia itu.
Kendati demikian pelatih AC Milan Clarence Seedorf justru mendukung Balotelli. Menurutnya permainan pingpong tak akan berpengaruh terhadap cedera yang dialami pemain berjuluk Super Mario itu.
“Apabila dia bermain pingpong siapa yang peduli? Itu tak mempengaruhi proses penyembuhannya.” ungkap Seedorf seperti dikutip Goal, Sabtu (8/3).
“Bermain pingpong bisa membuatnya lebih banyak menggerakan bahu, apakah kalian semua dokter? Sehingga kalian semua tahu bahwa permainan tersebut berpengaruh terhadap cedera yang dialami Balotelli,”
“Bagi anda berita di twitter itu adalah berita yang menyedihkan, sementara bagi Italia itu bisa menjadi berita. Bagi saya itu bukan berita karena itu adalah hal yang sepele,” pungkasnya.
Sebelumnya Balotelli mengunggah sebuah foto di twitter saat dirinya bermain pingpong. Namun, foto tersebut langsung menuai banyak kritik. Pasalnya, kegiatan pingpong dinilai bakal menambah parah cedera bahu yang dialami pemain asal Italia itu.
Kendati demikian pelatih AC Milan Clarence Seedorf justru mendukung Balotelli. Menurutnya permainan pingpong tak akan berpengaruh terhadap cedera yang dialami pemain berjuluk Super Mario itu.
“Apabila dia bermain pingpong siapa yang peduli? Itu tak mempengaruhi proses penyembuhannya.” ungkap Seedorf seperti dikutip Goal, Sabtu (8/3).
“Bermain pingpong bisa membuatnya lebih banyak menggerakan bahu, apakah kalian semua dokter? Sehingga kalian semua tahu bahwa permainan tersebut berpengaruh terhadap cedera yang dialami Balotelli,”
“Bagi anda berita di twitter itu adalah berita yang menyedihkan, sementara bagi Italia itu bisa menjadi berita. Bagi saya itu bukan berita karena itu adalah hal yang sepele,” pungkasnya.
(dka)