Lepas Vidic, MU bidik bek Arsenal
Minggu, 09 Maret 2014 - 20:15 WIB
Lepas Vidic, MU bidik bek Arsenal
A
A
A
Sindonews.com - Kepergian Nemanja Vidic ke Inter Milan pada akhir musim nanti membuat Manchester United terus berburu bek baru. Kali ini incaran The Red Devils jatuh kepada penggawa Arsenal, Thomas Vermaelen.
Vermaelen sendiri tengah berjuang untuk bersaing di skuat utama The Gunners di bawah manajer Arsene Wenger, yang lebih memilih pasangan pemain belakang Laurent Koscielny dan Per Mertesacker.
Vidic sudah menyetujui kesepakatan untuk bergabung dengan La Beneamata di musim panas mendatang. Manajer United, David Moyes menilai bek berusia 28 tahun itu sebagai pengganti yang ideal.
Bek Belgia itu sempat diturunkan dalam kemenangan 4-1 atas Everton pada perempat final Piala FA kemarin, di Emirates Stadium. Namun ia bisa kembali ke bangku cadangan di lanjutan babak 16 besar leg kedua Liga Champions, Selasa, kontra Bayern Munich, jika Koscielny dinyatakan fit.
The Sun mengklaim Arsenal bisa menawarkan Vermaelen ke United dengan harga 12 juta poundsterling. Nilai ini jauh lebih mahal ketimbang saat Tim Meriam London tersebut memboyong Vermaelen dari Ajax pada 2009 lain.
Vermaelen sendiri tengah berjuang untuk bersaing di skuat utama The Gunners di bawah manajer Arsene Wenger, yang lebih memilih pasangan pemain belakang Laurent Koscielny dan Per Mertesacker.
Vidic sudah menyetujui kesepakatan untuk bergabung dengan La Beneamata di musim panas mendatang. Manajer United, David Moyes menilai bek berusia 28 tahun itu sebagai pengganti yang ideal.
Bek Belgia itu sempat diturunkan dalam kemenangan 4-1 atas Everton pada perempat final Piala FA kemarin, di Emirates Stadium. Namun ia bisa kembali ke bangku cadangan di lanjutan babak 16 besar leg kedua Liga Champions, Selasa, kontra Bayern Munich, jika Koscielny dinyatakan fit.
The Sun mengklaim Arsenal bisa menawarkan Vermaelen ke United dengan harga 12 juta poundsterling. Nilai ini jauh lebih mahal ketimbang saat Tim Meriam London tersebut memboyong Vermaelen dari Ajax pada 2009 lain.
(dka)