Laskar Sultan Agung butuh ekstramotivasi
Senin, 10 Maret 2014 - 12:51 WIB
Laskar Sultan Agung butuh ekstramotivasi
A
A
A
Sindonews.com - Tim pelatih Persiba Bantul menyiapkan strategi khusus untuk menjamu Putra Samarinda (Pusam) pada 13 maret mendatang. Dukungan suporter pun sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi para pemain yang menurun staminanya.
Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid mengatakan, skuadnya harus berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan ini. Baginya ini merupakan laga penting untuk membangkitkan semangat anak-anak asuhannya agar tidak semakin terpuruk.
Dia pun terus mematangkan lini tengah dan pertahanannya, yang masih rapuh. Terutama di barisan belakang, jangan sampai ada lawan yang membawa bola sampai ke area tersebut. ''Di lini pertahanan, jangan sampai lawan bisa menguasai bola. Mereka semua harus diwaspadai di area tersebut,” kata dia, kemarin.
Sisa waktu yang hanya sedikit ini, ia harus bekerja keras untuk membenahi permainan timnya. Untungnya, semua pemain saat ini juga tidak ada yang dibekap cedera, hanya membutuhkan waktu saja untuk mengembalikan staminanya usai libur panjang ini. ''Semua pemain utuh, tidak ada yang cedera,” tuturnya.
Bermain di markas sendiri, diharapkan nantinya dukungan suporter juga bisa maksimal. Agar para pemain terangkat mentalnya dan bisa termotivasi. ''Ya kita butuhkan,” katanya.
Namun, pertandingan itu sendiri kemungkinan besar batal dan konsekuensinya Persiba harus kalah sebelum laga. Sebab, sampai saat ini izin untuk menggelar laga masih belum keluar dari pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Bantul.
Kapolres Bantul, AKBP Surawan saat dihubungi mengatakan, sejauh ini masih belum ada upaya dari dua kelompok suporter, yaitu Curva Nord Famiglia (CNF) dengan Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi) untuk berdamai.
Pihaknya pun tidak akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk menggelar laga yang terjadwal pada 13 Maret tersebut. ''Bahkan mereka belum ada upaya sampai saat ini. Kalau masih belum, tidak akan kami mengeluarkan rekomendasi,” ucapnya.
Dia mengaku, saat ini masih menunggu tokoh-tokoh dari Bantul terutama dari kedua suporter tersebut. Jika nantinya tetap belum ada upaya, kemungkinan pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap mereka untuk mencari jalan yang terbaik.
Diungkapkan pula, antar dua kelompok ini juga masih ada dendam. Ditakutkan, keduanya terjadi bentrok, tidak hanya di dalam stadion saja namun bisa di luar lapangan jika dikeluarkannya izin sebelum perdamaian. ''Kalau untuk CNF mereka sudah ada niatan untuk berdamai, tapi Paserbumi masih ingin meminta mengungkap kasus ini,” paparnya.
Kasus yang dimaksud ialah peristiwa saat Persiba Bantul menjamu Persiram Raja Ampat beberapa waktu lalu. Satu tewas dari Paserbumi, bernama Jupita yang diduga akibat dari insiden tersebut. “Tidak masalah batal pertandingannya, tidak ada urusan. Terpenting, Bantul bisa tetap kondusif toh,” ucapnya.
Dalam pengakuannya, pihaknya juga telah memanggil sebanyak sembilan orang saksi, baik dari CNF maupun Paserbumi. Selanjutnya, ia berencana mendatangkan dokter yang merawatnya dan dokter visum untuk mengetahui penyebab kematian korban. Apakah memang karena benda tumpul, atau overdosis alkohol.
''Kita tunggu nanti dari keterangan dokter visum, apakah ada pengaruh alkohol dalam kematian korban atau tidak. Kita juga berniat melakukan autopsi,” tuturnya.
Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid mengatakan, skuadnya harus berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan ini. Baginya ini merupakan laga penting untuk membangkitkan semangat anak-anak asuhannya agar tidak semakin terpuruk.
Dia pun terus mematangkan lini tengah dan pertahanannya, yang masih rapuh. Terutama di barisan belakang, jangan sampai ada lawan yang membawa bola sampai ke area tersebut. ''Di lini pertahanan, jangan sampai lawan bisa menguasai bola. Mereka semua harus diwaspadai di area tersebut,” kata dia, kemarin.
Sisa waktu yang hanya sedikit ini, ia harus bekerja keras untuk membenahi permainan timnya. Untungnya, semua pemain saat ini juga tidak ada yang dibekap cedera, hanya membutuhkan waktu saja untuk mengembalikan staminanya usai libur panjang ini. ''Semua pemain utuh, tidak ada yang cedera,” tuturnya.
Bermain di markas sendiri, diharapkan nantinya dukungan suporter juga bisa maksimal. Agar para pemain terangkat mentalnya dan bisa termotivasi. ''Ya kita butuhkan,” katanya.
Namun, pertandingan itu sendiri kemungkinan besar batal dan konsekuensinya Persiba harus kalah sebelum laga. Sebab, sampai saat ini izin untuk menggelar laga masih belum keluar dari pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Bantul.
Kapolres Bantul, AKBP Surawan saat dihubungi mengatakan, sejauh ini masih belum ada upaya dari dua kelompok suporter, yaitu Curva Nord Famiglia (CNF) dengan Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi) untuk berdamai.
Pihaknya pun tidak akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk menggelar laga yang terjadwal pada 13 Maret tersebut. ''Bahkan mereka belum ada upaya sampai saat ini. Kalau masih belum, tidak akan kami mengeluarkan rekomendasi,” ucapnya.
Dia mengaku, saat ini masih menunggu tokoh-tokoh dari Bantul terutama dari kedua suporter tersebut. Jika nantinya tetap belum ada upaya, kemungkinan pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap mereka untuk mencari jalan yang terbaik.
Diungkapkan pula, antar dua kelompok ini juga masih ada dendam. Ditakutkan, keduanya terjadi bentrok, tidak hanya di dalam stadion saja namun bisa di luar lapangan jika dikeluarkannya izin sebelum perdamaian. ''Kalau untuk CNF mereka sudah ada niatan untuk berdamai, tapi Paserbumi masih ingin meminta mengungkap kasus ini,” paparnya.
Kasus yang dimaksud ialah peristiwa saat Persiba Bantul menjamu Persiram Raja Ampat beberapa waktu lalu. Satu tewas dari Paserbumi, bernama Jupita yang diduga akibat dari insiden tersebut. “Tidak masalah batal pertandingannya, tidak ada urusan. Terpenting, Bantul bisa tetap kondusif toh,” ucapnya.
Dalam pengakuannya, pihaknya juga telah memanggil sebanyak sembilan orang saksi, baik dari CNF maupun Paserbumi. Selanjutnya, ia berencana mendatangkan dokter yang merawatnya dan dokter visum untuk mengetahui penyebab kematian korban. Apakah memang karena benda tumpul, atau overdosis alkohol.
''Kita tunggu nanti dari keterangan dokter visum, apakah ada pengaruh alkohol dalam kematian korban atau tidak. Kita juga berniat melakukan autopsi,” tuturnya.
(aww)