Kontribusi maksimal benteng Wong Kito
Senin, 10 Maret 2014 - 14:11 WIB
Kontribusi maksimal benteng Wong Kito
A
A
A
Sindonews.com - Kesuksesan Sriwijaya FC meraih satu poin di kandang Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno cukup melegakan. Sukses itu tidak terlepas dari kontribusi besar yang diperlihatkan oleh Abdullaye Maiga, Ahmad Sumardi, dan Asri Akbar sepanjang laga.
Ya, berkat kesigapan ketiga pemain ini yang tidak kenal kompromi membuat Laskar Wong Kito berhasil menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim yang harus diwaspadai dalam perburuan gelar kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014 ini.
Kredit poin memang layak diberikan kepada duet Abdullaye Maiga dan Ahmad Sumardi, keduanya berhasil membuat benteng pertahanan SFC, sulit ditembus oleh duet penyerang Persija, Ivan Bosnjak dan Rahmad Affandi.
Dengan postur tubuh tinggi yang dimilikinya, Maiga berhasil memenangkan duel-duel udara dengan para penyerang Persija. Dia juga bermain sangat disiplin dan konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan.
Begitupula degan Ahmad Sumardi, bahkan dia harus diberikan perawatan dari tim medis, setelah pelipis kanannya terluka akibat benturan keras dengan Ivan pada menit 37’. Tapi, luka yang menyurutkan niatnya untuk terus bermain.
Hingga akhirnya pada menit 76’ dia harus ditarik keluar dan digantikan oleh Firdaus Ramadhan, lantaran mengalami cedera, usai kesekian kalinya terlibat perebutan bola dengan penyerang asing asal Kroasia yang dimiliki Persija.
''Ahmad Sumardi bermain sangat baik sebagai bek tengah, sebelum akhirnya harus digantikan dengan Firdaus Ramadhan akibat cedera. Sebelumnya memang dia pernah bermain sebagai bek saat masih memperkuat Persisam Samarinda. Saya juga acungi jempol kerja keras Maiga,”puji Pelatih SFC, Subangkit.
Sementara Asri Akbar, patut diberikan apreasi tinggi berkat aksi-aksi heroiknya dalam menyelematkan gawang SFC, yang sudah kosong ditinggalkan oleh kiper Fauzi Toldo. Tercatat dua kali dia berhasil membuang bola hasil sepakan para pemain persija, salah satunya pada menit ke-82. Sayang, eks pemain Persiba Balikpapan itu gagal menahan sepakan keras Rahmad Affandi pada menit ke-90, sehingga berbuah gol penyama kedudukan.
Padahal, sebelumnya dia telah berupaya membuang bola. Tapi upayanya gagal setelah bola hasil sepakannya mengenai badan Fauzi Toldo dan kemudian diselesaikan oleh Rahmad Affandi dengan sepakan keras. ''Saya minta maaf karena gagal menahan tendangan Rahmad Affandi hingga berbuah gol. semoga di pertandingan selanjutnya saya bisa bermain lebih baik lagi,”tandasnya.
Ya, berkat kesigapan ketiga pemain ini yang tidak kenal kompromi membuat Laskar Wong Kito berhasil menunjukkan kelasnya sebagai salah satu tim yang harus diwaspadai dalam perburuan gelar kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014 ini.
Kredit poin memang layak diberikan kepada duet Abdullaye Maiga dan Ahmad Sumardi, keduanya berhasil membuat benteng pertahanan SFC, sulit ditembus oleh duet penyerang Persija, Ivan Bosnjak dan Rahmad Affandi.
Dengan postur tubuh tinggi yang dimilikinya, Maiga berhasil memenangkan duel-duel udara dengan para penyerang Persija. Dia juga bermain sangat disiplin dan konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan.
Begitupula degan Ahmad Sumardi, bahkan dia harus diberikan perawatan dari tim medis, setelah pelipis kanannya terluka akibat benturan keras dengan Ivan pada menit 37’. Tapi, luka yang menyurutkan niatnya untuk terus bermain.
Hingga akhirnya pada menit 76’ dia harus ditarik keluar dan digantikan oleh Firdaus Ramadhan, lantaran mengalami cedera, usai kesekian kalinya terlibat perebutan bola dengan penyerang asing asal Kroasia yang dimiliki Persija.
''Ahmad Sumardi bermain sangat baik sebagai bek tengah, sebelum akhirnya harus digantikan dengan Firdaus Ramadhan akibat cedera. Sebelumnya memang dia pernah bermain sebagai bek saat masih memperkuat Persisam Samarinda. Saya juga acungi jempol kerja keras Maiga,”puji Pelatih SFC, Subangkit.
Sementara Asri Akbar, patut diberikan apreasi tinggi berkat aksi-aksi heroiknya dalam menyelematkan gawang SFC, yang sudah kosong ditinggalkan oleh kiper Fauzi Toldo. Tercatat dua kali dia berhasil membuang bola hasil sepakan para pemain persija, salah satunya pada menit ke-82. Sayang, eks pemain Persiba Balikpapan itu gagal menahan sepakan keras Rahmad Affandi pada menit ke-90, sehingga berbuah gol penyama kedudukan.
Padahal, sebelumnya dia telah berupaya membuang bola. Tapi upayanya gagal setelah bola hasil sepakannya mengenai badan Fauzi Toldo dan kemudian diselesaikan oleh Rahmad Affandi dengan sepakan keras. ''Saya minta maaf karena gagal menahan tendangan Rahmad Affandi hingga berbuah gol. semoga di pertandingan selanjutnya saya bisa bermain lebih baik lagi,”tandasnya.
(aww)