Laga home Persiba terusir ke kompleks militer
Rabu, 12 Maret 2014 - 00:17 WIB
Laga home Persiba terusir ke kompleks militer
A
A
A
Sindonews.com - Dua pertandingan laga home bagi Persiba Bantul harus dialihkan karena tidak dapat izin dari pihak kepolisian. Hal ini pun dirasa banyak merugikan bagi skuad Laskar Sultan Agung.
Wakil Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengungkapkan, sampai Selasa (11/3) pihaknya tetap tidak diberikan izin dari aparat. Dia pun memindahkan dua pertandingannya ke lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) di Sleman. "Kita tidak dapat izin, dua laga kita pindahkan ke AAU," katanya, Selasa (11/3).
Dua laga yang dimaksud adalah menjamu Putra Samarinda yang dijadwalkan pada Kamis (13/3) nanti. Dan dilanjutkan lawan Mitra Kukar, Senin (17/3) mendatang. Baginya, pemindahan tempat ini sangat merugikan Persiba Bantul. Diantaranya seperti, tidak mendapatkan pemasukan dari tiket penonton, serta pemain tidak mendapat motivasi dari suporternya. "Besok tanpa penonton. Ya banyak kerugian kita," ucapnya.
Padahal, skuad asuhan Sajuri Syahid ini dalam kondisi kurang maksimal. Terutama dari segi staminanya, yang berpengaruh pada penampilan, skill dan strategi pelatih. Dengan kondisi seperti ini, ia tetap berharap Persiba bisa bermain maksimal nantinya. Sebab, targetnya selama kompetisi ini bisa meraih poin penuh di setiap laga kandang.
Izin dari pihak kepolisian ini memang tidak diberikan, sebelum adanya kesepakatan damai antar dua kelompok suporter. Yaitu, Curva Nord Famiglia (CNF) dengan Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi).
Perseteruan antar keduanya muncul saat Persiba melakoni laga kandang awal lawan Persiram Raja Ampat beberapa waktu lalu. Menurut Kapolres Bantul, AKBP Surawan, pihak CNF memang sudah ada niat untuk berdamai, tapi dari Paserbumi ada tersimpan dendam.
Untuk itu, ditakutkan kembali terjadi bentrokan yang sebelumnya ada satu korban nyawa tersebut. "Tidak akan kita beri izin sampai ada perdamaian. Yang penting, Bantul tetap kondusif," ucapnya.
Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid mengatakan, meski nantinya berlaga di tempat yang berbeda dan tanpa penonton, ia akan tetap berusaha maksimal. Perbaikan-perbaikan di setiap lini terus dilakukannya meski waktu dirasa sangat mepet. "Cukup tidak cukup waktunya, tetap kita maksimalkan," ucapnya.
Sementara, dari pihak Putra Samarinda, Pelatih Kepala Mundari Karya mengatakan, ia berniat nantinya bisa mencuri poin lawan Persiba Bantul. "Belum tahu kekuatan Persiba saat ini. Tapi, di laga-laga terakhir kemarin, sempat sedikit tahu juga kondisinya," paparnya.
Persiapan terakhir yang dilakukannya yaitu saat uji coba melawan PSS Sleman beberapa waktu lalu. Meski mengalami kekalahan 1-0 dari tuan rumah, namun cukup puas baginya untuk mengembalikan stamina pemain yang sebelumnya libur. "Ini persiapan terakhir kita menghadapi Persiba," ucapnya
Wakil Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengungkapkan, sampai Selasa (11/3) pihaknya tetap tidak diberikan izin dari aparat. Dia pun memindahkan dua pertandingannya ke lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) di Sleman. "Kita tidak dapat izin, dua laga kita pindahkan ke AAU," katanya, Selasa (11/3).
Dua laga yang dimaksud adalah menjamu Putra Samarinda yang dijadwalkan pada Kamis (13/3) nanti. Dan dilanjutkan lawan Mitra Kukar, Senin (17/3) mendatang. Baginya, pemindahan tempat ini sangat merugikan Persiba Bantul. Diantaranya seperti, tidak mendapatkan pemasukan dari tiket penonton, serta pemain tidak mendapat motivasi dari suporternya. "Besok tanpa penonton. Ya banyak kerugian kita," ucapnya.
Padahal, skuad asuhan Sajuri Syahid ini dalam kondisi kurang maksimal. Terutama dari segi staminanya, yang berpengaruh pada penampilan, skill dan strategi pelatih. Dengan kondisi seperti ini, ia tetap berharap Persiba bisa bermain maksimal nantinya. Sebab, targetnya selama kompetisi ini bisa meraih poin penuh di setiap laga kandang.
Izin dari pihak kepolisian ini memang tidak diberikan, sebelum adanya kesepakatan damai antar dua kelompok suporter. Yaitu, Curva Nord Famiglia (CNF) dengan Pasukan Suporter Bantul Militan (Paserbumi).
Perseteruan antar keduanya muncul saat Persiba melakoni laga kandang awal lawan Persiram Raja Ampat beberapa waktu lalu. Menurut Kapolres Bantul, AKBP Surawan, pihak CNF memang sudah ada niat untuk berdamai, tapi dari Paserbumi ada tersimpan dendam.
Untuk itu, ditakutkan kembali terjadi bentrokan yang sebelumnya ada satu korban nyawa tersebut. "Tidak akan kita beri izin sampai ada perdamaian. Yang penting, Bantul tetap kondusif," ucapnya.
Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid mengatakan, meski nantinya berlaga di tempat yang berbeda dan tanpa penonton, ia akan tetap berusaha maksimal. Perbaikan-perbaikan di setiap lini terus dilakukannya meski waktu dirasa sangat mepet. "Cukup tidak cukup waktunya, tetap kita maksimalkan," ucapnya.
Sementara, dari pihak Putra Samarinda, Pelatih Kepala Mundari Karya mengatakan, ia berniat nantinya bisa mencuri poin lawan Persiba Bantul. "Belum tahu kekuatan Persiba saat ini. Tapi, di laga-laga terakhir kemarin, sempat sedikit tahu juga kondisinya," paparnya.
Persiapan terakhir yang dilakukannya yaitu saat uji coba melawan PSS Sleman beberapa waktu lalu. Meski mengalami kekalahan 1-0 dari tuan rumah, namun cukup puas baginya untuk mengembalikan stamina pemain yang sebelumnya libur. "Ini persiapan terakhir kita menghadapi Persiba," ucapnya
(aww)