Ketum KONI Jabar bangga terima KONI Award
Selasa, 11 Maret 2014 - 20:52 WIB
Ketum KONI Jabar bangga terima KONI Award
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan penghargaan kepada Ketua Umum KONI Jawa Barat Azis Syarif sebagai Pelopor Bidang Pengembangan Olahraga yang telah mengukir prestasi. Anugerah penghargaan diberikan dalam gelaran KONI Award 2013 yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (10/3) malam.
Azis mengaku, dirinya tidak pernah berpikir untuk memperoleh penilaian atau penghargaan atas apa yang telah dilakukannya selama ini. Namun dedikasinya diberikan sebagai bentuk tanggung jawab untuk meningkatkan prestasi olahraga.
Dia juga mengaku akan terus melakukan pengembangan untuk peningkatan prestasi olahraga. Penghargaan itu, kata Azis, dicapai dengan sejumlah kedisiplinan, perjuangan serta tekad kuat bersama untuk lebih memajukan iklim olahraga Jawa Barat dan Indonesia kearah yang lebih baik.
Lebih lanjut Azis berharap, sejumlah penghargaan yang diraihnya selama ini mampu menjadi motivasi dan menggenjot semangat generasi muda untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.
''Terima kasih kepada KONI Pusat atas penghargaan ini. Semoga akan memberi dampak positif bagi semua insan dalam menbina dan meningkatkan prestasi khususnya di Jabar,”kata Azis usai meraih penghargaan.
Selain Azis, terdapat 26 pelaku dan tokoh olahraga dari berbagai kategori yang memperoleh penghargaan tahunan ini. Kategori pelopor bidang pengembangan olahraga juga diberikan kepada Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak untuk tingkat pemerintah. Selain itu, penghargaan juga diberikan KONI Pusat untuk KONI tingkat kota dan kabupaten.
Untuk kategori atlet berprestasi diberikan KONI Pusat kepada dua atlet potensial Jabar, yaitu perenang Triady Fauzi Sidiq, dan pecatur GMW Irene Kharisma Sukandar. Penghargaan lain diberikan kepada Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan pada cabor bulutangkis, Umar Syarif di cabor karate, Maria Natalia Londa pada cabor atletik dan Lindswell Kwok untuk cabor wushu.
Sementara untuk pelatih terbaik jatuh kepada Herry Iman Pierngadi (bulutangkis) dan M. Suryadi (dayung). Kategori pembina olahraga berprestasi, KONI Pusat memberikan penghargaan kepada Achmad Sutjipto (dayung), Mohamad Hasan (Atletik) dan mantan Ketuan Umum PB Pelti Martina Wijaya (tenis).
Sedangkan untuk kategori intasnsi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung meraih penghargaan sebagai lembaga pendidik terbaik. Penghargaan iuntuk kategori itu juga diberikan kepada Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kementrian BUMN dan juga PT. CAT mendapatkan anugrah pada malam KONI Award 2013 itu.
Special award diberikan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Lifetime Achievment dianugrahkan kepada Jendral TNI Purn. Wimoyo Arismunandar. Pada kesempatan itu juga KONI Pusat memberikan bantuan kepada mantan pelaku olahraga berprestasi yang diberikan kepada mantan atlet atletik, Marta Kaseh dan Eduardus Nabunome, dan mantan petinju, Rusli.
Ketua bidang kesejahteraan pelaku olahrga yang juga Ketua Pelaksana KONI Award 2013, Rusman Gazali menuturkan, anugrah ini diberikan kepada pelaku olahraga terbaik atas dedikasi dan pengabdian serta pengembangan olahrga prestasi.
Penghargaan itu juga, kata Rusman, merupakan upaya memfasilitasi dan mendorong masyarakat olahraga di semua segmen agar turut aktif dan menjadikan olahraga sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan bangsa, pencapaian prestasi dan peningkatan martabat bangsa Indonesia di tingkat dunia.
”KONI Award merupakan ajang tertinggi dalam penghargaan olahraga di Indonesia. Ini juga sekaligus ajang untuk memupuk semangat atas nama negara. Apalagi saat ini olahraga memang menjadi salah satu ajang perekat bangsa,” katanya di sela-sela acara pemberian KONI Award.
Azis mengaku, dirinya tidak pernah berpikir untuk memperoleh penilaian atau penghargaan atas apa yang telah dilakukannya selama ini. Namun dedikasinya diberikan sebagai bentuk tanggung jawab untuk meningkatkan prestasi olahraga.
Dia juga mengaku akan terus melakukan pengembangan untuk peningkatan prestasi olahraga. Penghargaan itu, kata Azis, dicapai dengan sejumlah kedisiplinan, perjuangan serta tekad kuat bersama untuk lebih memajukan iklim olahraga Jawa Barat dan Indonesia kearah yang lebih baik.
Lebih lanjut Azis berharap, sejumlah penghargaan yang diraihnya selama ini mampu menjadi motivasi dan menggenjot semangat generasi muda untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.
''Terima kasih kepada KONI Pusat atas penghargaan ini. Semoga akan memberi dampak positif bagi semua insan dalam menbina dan meningkatkan prestasi khususnya di Jabar,”kata Azis usai meraih penghargaan.
Selain Azis, terdapat 26 pelaku dan tokoh olahraga dari berbagai kategori yang memperoleh penghargaan tahunan ini. Kategori pelopor bidang pengembangan olahraga juga diberikan kepada Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak untuk tingkat pemerintah. Selain itu, penghargaan juga diberikan KONI Pusat untuk KONI tingkat kota dan kabupaten.
Untuk kategori atlet berprestasi diberikan KONI Pusat kepada dua atlet potensial Jabar, yaitu perenang Triady Fauzi Sidiq, dan pecatur GMW Irene Kharisma Sukandar. Penghargaan lain diberikan kepada Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan pada cabor bulutangkis, Umar Syarif di cabor karate, Maria Natalia Londa pada cabor atletik dan Lindswell Kwok untuk cabor wushu.
Sementara untuk pelatih terbaik jatuh kepada Herry Iman Pierngadi (bulutangkis) dan M. Suryadi (dayung). Kategori pembina olahraga berprestasi, KONI Pusat memberikan penghargaan kepada Achmad Sutjipto (dayung), Mohamad Hasan (Atletik) dan mantan Ketuan Umum PB Pelti Martina Wijaya (tenis).
Sedangkan untuk kategori intasnsi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung meraih penghargaan sebagai lembaga pendidik terbaik. Penghargaan iuntuk kategori itu juga diberikan kepada Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kementrian BUMN dan juga PT. CAT mendapatkan anugrah pada malam KONI Award 2013 itu.
Special award diberikan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Lifetime Achievment dianugrahkan kepada Jendral TNI Purn. Wimoyo Arismunandar. Pada kesempatan itu juga KONI Pusat memberikan bantuan kepada mantan pelaku olahraga berprestasi yang diberikan kepada mantan atlet atletik, Marta Kaseh dan Eduardus Nabunome, dan mantan petinju, Rusli.
Ketua bidang kesejahteraan pelaku olahrga yang juga Ketua Pelaksana KONI Award 2013, Rusman Gazali menuturkan, anugrah ini diberikan kepada pelaku olahraga terbaik atas dedikasi dan pengabdian serta pengembangan olahrga prestasi.
Penghargaan itu juga, kata Rusman, merupakan upaya memfasilitasi dan mendorong masyarakat olahraga di semua segmen agar turut aktif dan menjadikan olahraga sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan bangsa, pencapaian prestasi dan peningkatan martabat bangsa Indonesia di tingkat dunia.
”KONI Award merupakan ajang tertinggi dalam penghargaan olahraga di Indonesia. Ini juga sekaligus ajang untuk memupuk semangat atas nama negara. Apalagi saat ini olahraga memang menjadi salah satu ajang perekat bangsa,” katanya di sela-sela acara pemberian KONI Award.
(aww)