Kuartet defender Wong Kito dihantam cedera
Rabu, 12 Maret 2014 - 18:58 WIB
Kuartet defender Wong Kito dihantam cedera
A
A
A
Sindonews.com - Kekuatan Sriwijaya FC terancam berkurang saat meladeni tim tuan rumah Semen Padang, dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang akan digelar di Stadion H Agus Salim, Kamis (13/3) malam.
Berdasarkan hasil latihan terakhir yang dilakukan Rabu (12/3) sekaligus uji coba lapangan, empat penggawa Laskar Wong Kito diketahui berada dalam kondisi kurang fit dan terancam tidak bisa tampil. Keempat pemain itu yakni Ahmad Sumardi, Siswanto, M Hamzah, dan Abddullaye Maiga. Dengan kondisi ini, Pelatih Subangkit mengisyaratkan bakal mempersiapkan para pemain pelapis sebagai gantinya.
''Ya, setelah melakukan uji coba lapangan pagi tadi, saya lihat kondisi empat pemain kita tidak berada dalam kondisi yang bagus karena mengalami cedera. Kondisi mereka akan kita pantau terus hingga beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Apabila tidak mengalami perubahan, posisi mereka akan digantikan oleh pemain pelapis,”ungkap pelatih yang akrab dipanggil Cak Su ini.
Eks arsitek Persema Malang ini menjelaskan, untuk Ahmad Sumardi, Siswanto, dan M Hamzah, ketiganya memang telah mengalami cedera saat menghadapi Persija Jakarta di laga terakhir. Saat itu, ketiga pemain ini terpaksa harus ditarik keluar dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Ahmad Sumardi mengalami luka di pelipis kanannya, Siswanto tertarik otot pahanya, M Hamzah terkena hamstring. Sedangkan Abdullaye Maiga mengalami cedera engkel saat melakukan uji coba lapangan. Selain mempersiapkan pemain pelapis, masih meragukannya kondisi empat pemain intinya, membuat Cak Su telah melakukan sejumlah perubahan dalam hal taktik dan strategi untuk melawan Semen Padang nanti.
Skema alternatif pun telah disiapkannya, agar peluang Laskar Wong Kito untuk mencuri di kandang tim berjuluk Kabau Sirah itu tetap terjaga. Namun mengenai perubahan seperti apa yang telah disiapkan, Cak SU mengatakan jika hal itu merupakan rahasianya sebagai juru taktik.
''Kondisi seperti ini (pemain cedera) sudah kita alami sejak awal musim lalu, jadi kita sudah tidak terkejut lagi. Saya juga tetap optimistis, tim kita bisa memberikan perlawanan dan mengimbangi permainan tuan rumah yang akan bermain ngotot serta menyerang sejak menit awal,”jelasnya.
Subangkit memang masih memiliki sederet nama pemain yang bisa menggantikan peran para penggawanya itu. Seperti Syakir Sulaiman di posisi winger, pengganti Siswanto, Jeki Arisandi di posisi wing back, Firdaus Ramadhan sebagai pengganti Ahmad Sumardi di posisi full back serta Valli Kenari untuk menggantikan Abdullaye Maiga.
Meski tidak mau menyebutkan strategi alternatif seperti apa yang bakal disiapkan akan tetapi berkaca pada pola skema yang biasa dimainkan oleh Cak Su, kemungkinan besar suksesor Kas Hartadi ini akan menerapkan formasi 5-4-1, 3-5-2 atau 4-3-2-1.
Dengan skema ini, Cak Su akan tetap berupaya untuk tetap memperbanyak penguasaan bola. Sehingga tim tidak berada dalam tekanan dari para pemain Semen Padang. Karena apabila hal itu terjadi, maka lini belakang SFC akan terus berada dalam ancaman.
''Selain penguasaan bola lebih lama, para pemain harus sigap disaat kita kehilangan bola dengan menutup pergerakan pemain lawan dan berusaha untuk kembali merebut bola. Yang paling utama, konsentrasi pemain harus lebih dari 2x45 menit, karena dalam masa injury time, segala sesuatu masih bisa terjadi,”paparnya.
Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki, menambahkan, pertandingan antara SFC melawan Semen Padang bukan hanya sekadar laga biasa. Karena pemenang tim yang memenangi laga ini akan menjadi tim terbaik di Kepulauan Andalas.
''Dibutuhkan kerja yag ekstrakeras jika ingin mendapatkan poin di Padang, karena mereka tentunya tidak ingin kedua kali kehilangan poin penuh di kandang setelah sebelumnya ditaklukkan Persita Tangerang 0-1 di laga terakhir,”pungkasnya.
Berdasarkan hasil latihan terakhir yang dilakukan Rabu (12/3) sekaligus uji coba lapangan, empat penggawa Laskar Wong Kito diketahui berada dalam kondisi kurang fit dan terancam tidak bisa tampil. Keempat pemain itu yakni Ahmad Sumardi, Siswanto, M Hamzah, dan Abddullaye Maiga. Dengan kondisi ini, Pelatih Subangkit mengisyaratkan bakal mempersiapkan para pemain pelapis sebagai gantinya.
''Ya, setelah melakukan uji coba lapangan pagi tadi, saya lihat kondisi empat pemain kita tidak berada dalam kondisi yang bagus karena mengalami cedera. Kondisi mereka akan kita pantau terus hingga beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Apabila tidak mengalami perubahan, posisi mereka akan digantikan oleh pemain pelapis,”ungkap pelatih yang akrab dipanggil Cak Su ini.
Eks arsitek Persema Malang ini menjelaskan, untuk Ahmad Sumardi, Siswanto, dan M Hamzah, ketiganya memang telah mengalami cedera saat menghadapi Persija Jakarta di laga terakhir. Saat itu, ketiga pemain ini terpaksa harus ditarik keluar dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Ahmad Sumardi mengalami luka di pelipis kanannya, Siswanto tertarik otot pahanya, M Hamzah terkena hamstring. Sedangkan Abdullaye Maiga mengalami cedera engkel saat melakukan uji coba lapangan. Selain mempersiapkan pemain pelapis, masih meragukannya kondisi empat pemain intinya, membuat Cak Su telah melakukan sejumlah perubahan dalam hal taktik dan strategi untuk melawan Semen Padang nanti.
Skema alternatif pun telah disiapkannya, agar peluang Laskar Wong Kito untuk mencuri di kandang tim berjuluk Kabau Sirah itu tetap terjaga. Namun mengenai perubahan seperti apa yang telah disiapkan, Cak SU mengatakan jika hal itu merupakan rahasianya sebagai juru taktik.
''Kondisi seperti ini (pemain cedera) sudah kita alami sejak awal musim lalu, jadi kita sudah tidak terkejut lagi. Saya juga tetap optimistis, tim kita bisa memberikan perlawanan dan mengimbangi permainan tuan rumah yang akan bermain ngotot serta menyerang sejak menit awal,”jelasnya.
Subangkit memang masih memiliki sederet nama pemain yang bisa menggantikan peran para penggawanya itu. Seperti Syakir Sulaiman di posisi winger, pengganti Siswanto, Jeki Arisandi di posisi wing back, Firdaus Ramadhan sebagai pengganti Ahmad Sumardi di posisi full back serta Valli Kenari untuk menggantikan Abdullaye Maiga.
Meski tidak mau menyebutkan strategi alternatif seperti apa yang bakal disiapkan akan tetapi berkaca pada pola skema yang biasa dimainkan oleh Cak Su, kemungkinan besar suksesor Kas Hartadi ini akan menerapkan formasi 5-4-1, 3-5-2 atau 4-3-2-1.
Dengan skema ini, Cak Su akan tetap berupaya untuk tetap memperbanyak penguasaan bola. Sehingga tim tidak berada dalam tekanan dari para pemain Semen Padang. Karena apabila hal itu terjadi, maka lini belakang SFC akan terus berada dalam ancaman.
''Selain penguasaan bola lebih lama, para pemain harus sigap disaat kita kehilangan bola dengan menutup pergerakan pemain lawan dan berusaha untuk kembali merebut bola. Yang paling utama, konsentrasi pemain harus lebih dari 2x45 menit, karena dalam masa injury time, segala sesuatu masih bisa terjadi,”paparnya.
Asisten Manajer SFC, Muchendi Mahzareki, menambahkan, pertandingan antara SFC melawan Semen Padang bukan hanya sekadar laga biasa. Karena pemenang tim yang memenangi laga ini akan menjadi tim terbaik di Kepulauan Andalas.
''Dibutuhkan kerja yag ekstrakeras jika ingin mendapatkan poin di Padang, karena mereka tentunya tidak ingin kedua kali kehilangan poin penuh di kandang setelah sebelumnya ditaklukkan Persita Tangerang 0-1 di laga terakhir,”pungkasnya.
(aww)