Kursi Ketum PSSI Sulsel sepi peminat
Jum'at, 14 Maret 2014 - 07:33 WIB
Kursi Ketum PSSI Sulsel sepi peminat
A
A
A
Sindonews.com - Musyawarah provinsi luar biasa (musprovlub) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Selatan, Sabtu (15/3), hanya diramaikan dua calon kandidat. Yakni, Danny Irawan, mantan pemain PSM dan Mulyadi, pengurus PSSI Makassar.
Hanya kedua kandidat inilah yang mendaftarkan diri untuk maju memimpin organisasi sepak bola tertinggi di Sulsel ini. Mereka bakal memperebutkan 36 suara dari 24 pengurus cabang tingkat kabupaten/kota plus 12 klub amatir se-Sulawesi Selatan.
Padahal sebelumnya dikabarkan beberapa nama bakal meramaikan bursa pencalonan ini, seperti Ilham Noer Toadji, Adnan Purichta, Jamil Hasyim, Syamsir Ali, dan Sofian. Namun, mereka ini sama sekali tidak mendaftarkan diri.
Panitia pengarah musprovlub, Harianto mengatakan, memang hanya dua calon kandidat yang mendaftarkan diri untuk maju di musyawarah tertinggi PSSI Sulsel ini. "Hanya dua berkas bakal calon yang kami terima," kata dia saat dikonfirmasi.
Harianto mengatakan, kedua bakal calon ini masih akan diverifikasi sebelum dinyatakan resmi sebagai kandidat musprovlub (15/3) mendatang. "Nanti akan diumumkan secara resmi oleh panitia, karena masih diverifikasi," katanya.
Musyawarah kali ini, memang beda dengan musyawarah yang digelar pada Desember lalu. Saat itu, jumlah kandidat ketua PSSI Sulsel ada enam orang. Namun belakangan, musprov tersebut dinilai melanggar aturan hingga dibekukan, bahkan ketua terpilihnya yakni Kadir Khalid, Ryan Latif yang diangkat sebagai wakil ketua PSSI diberi sanksi dan dilarang mencalonkan diri di musprovlub kali ini.
Sementara itu, Danny Irawan, bakal calon kandidat Musprovlub PSSI mengatakan, dirinya optimistis bisa lolos verifikasi dan maju sebagai kandidat ketua PSSI Sulsel. "Saya tentu optimistis bisa lolos, dan maju sebagai kandidat," kata dia saat dikonfirmasi.
Dirinya mengatakan, tidak mau terlalu mengomentari apa yang terjadi sebelumnya, seperti pembekuan hasil musprov PSSI Desember lalu. "Intinya kita berusaha saja berjalan dan memperbaiki prestasi sepak bola Sulsel. Ini menjadi motivasi saya untuk maju," ungkapnya.
Bukan hanya itu, saat ditanya soal persiapan dirinya menjalani Musprovlub tersebut, dirinya mengatakan tetap menyerahkan sepenuhnya kepada voters untuk memilih siapa yang layak memimpin PSSI Sulsel. "Kan ada voters yang siap memilih, jadi serahkan saja ke mereka," paparnya.
Hanya kedua kandidat inilah yang mendaftarkan diri untuk maju memimpin organisasi sepak bola tertinggi di Sulsel ini. Mereka bakal memperebutkan 36 suara dari 24 pengurus cabang tingkat kabupaten/kota plus 12 klub amatir se-Sulawesi Selatan.
Padahal sebelumnya dikabarkan beberapa nama bakal meramaikan bursa pencalonan ini, seperti Ilham Noer Toadji, Adnan Purichta, Jamil Hasyim, Syamsir Ali, dan Sofian. Namun, mereka ini sama sekali tidak mendaftarkan diri.
Panitia pengarah musprovlub, Harianto mengatakan, memang hanya dua calon kandidat yang mendaftarkan diri untuk maju di musyawarah tertinggi PSSI Sulsel ini. "Hanya dua berkas bakal calon yang kami terima," kata dia saat dikonfirmasi.
Harianto mengatakan, kedua bakal calon ini masih akan diverifikasi sebelum dinyatakan resmi sebagai kandidat musprovlub (15/3) mendatang. "Nanti akan diumumkan secara resmi oleh panitia, karena masih diverifikasi," katanya.
Musyawarah kali ini, memang beda dengan musyawarah yang digelar pada Desember lalu. Saat itu, jumlah kandidat ketua PSSI Sulsel ada enam orang. Namun belakangan, musprov tersebut dinilai melanggar aturan hingga dibekukan, bahkan ketua terpilihnya yakni Kadir Khalid, Ryan Latif yang diangkat sebagai wakil ketua PSSI diberi sanksi dan dilarang mencalonkan diri di musprovlub kali ini.
Sementara itu, Danny Irawan, bakal calon kandidat Musprovlub PSSI mengatakan, dirinya optimistis bisa lolos verifikasi dan maju sebagai kandidat ketua PSSI Sulsel. "Saya tentu optimistis bisa lolos, dan maju sebagai kandidat," kata dia saat dikonfirmasi.
Dirinya mengatakan, tidak mau terlalu mengomentari apa yang terjadi sebelumnya, seperti pembekuan hasil musprov PSSI Desember lalu. "Intinya kita berusaha saja berjalan dan memperbaiki prestasi sepak bola Sulsel. Ini menjadi motivasi saya untuk maju," ungkapnya.
Bukan hanya itu, saat ditanya soal persiapan dirinya menjalani Musprovlub tersebut, dirinya mengatakan tetap menyerahkan sepenuhnya kepada voters untuk memilih siapa yang layak memimpin PSSI Sulsel. "Kan ada voters yang siap memilih, jadi serahkan saja ke mereka," paparnya.
(aww)