Persiba Bantul gagal pecah telur
Kamis, 13 Maret 2014 - 19:34 WIB
Persiba Bantul gagal pecah telur
A
A
A
Sindonews.com - Target kemenangan yang diusung Persiba Bantul meleset. Kemenangan pertama Persiba Bantul saat menjamu Putra Samarinda di lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis (13/3) harus kandas setelah gawang kiper utafma Wahyu Tri Nugroho dijebol pada menit ke-73.
Skuad Laskar Sultan Agung dipaksa bermain imbang 1-1 pada lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) Kamis (13/3) kemarin. Mendapat tambahan satu poin pun Persiba masih menjadi juru kunci klasemen sementara wilayah timur, dengan raiahn dua poin. ''Hasil ini tetap kita syukuri, masih beruntung tidak kalah,” kata Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid usai pertandingan.
Strateginya memang cukup berjalan, dengan memaksimalkan permainan di babak pertama. Hasilnya, timnya bisa melakukan penekanan, dan permainan dikuasai Ugiek cs. ''Memang, masih banyak peluang yang terbuang percuma di babak pertama,” ujarnya.
Beberapa kali peluang didapatkan, seperti pada menit ke-11, Jejen Jaenal melakukan tendangan keras di dalam kotak penalti Putra Samarinda. Namun, tendangannya masih melemah dan mudah ditengkap kipernya, Dwi Kuswanto.
Pada menit ke 30, Persiba pun kembali memberikan ancaman, melalui tendangan bebas yang dilakukan strikernya Emile Mbamba. Bola yang tepat mengarah ke gawang, masih sempat ditepis oleh kiper.
Baru pada menit ke 45, bisa mencetak gol, melalui tendangan voli Emile Mbamba. Bola umpan dari Ugiek Sugiyanto tersebut langsung masuk ke gawang Putra Samarinda. Skore di babak pertama pun berakhir dengan 1-0. ''Kita memang harus mencuri gol terlebih dahulu pada babak pertama. Dan itu bisa dilakukan,” lanjut Sajuri.
Kemudian pada babak kedua, Sajuri memang tidak terlalu berharap banyak. Sebab, masalah stamina para pemainnya yang buruk diyakini akan berpengaruh dengan kualitas bermain mereka. Perkiraannya memang tepat, permainan Persiba menurun.
Kiper Wahyu Tri Nugroho harus berjuang keras menyelamatkan bola dari serangan beruntun Bayu Gatra dan rekan-rekannya. Seperti, pada menit ke 66, kapten Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 tersebut melakukan tendangan keras, namun sayangnya masih menyamping.
Baru pada menit ke 73, Putra Samarinda berhasil menyamakan kedudukan. Permainan individu Bayu Gatra mampu melewati wingback Persiba, Satrio Aji. Umpan dari samping kiri pun dilepaskan dan disambut baik oleh Ilisa Spasosevic. Spaso pun mencatatkan namanya di papan skor. Kedudukan berubah menjadi 1-1.
Untuk memperkuat lini pertahanannya, Sajuri Syahid kemudian memasukkan Didik Apriyantio dengan menggantikan Johan Ibo. Permainan memang bisa sedikit berimbang, namun tetap tak merubah kedudukan hingga berakhirnya pertandingan. ''Tim yang kita turunkan memang sudah yang terbaik,” ujarnya.
Dari hasil ini, Putra Samarinda berada di peringkat enam klasemen sementara wilayah timur dengan raihan poin tujuh. Selanjutnya, mereka akan melawat ke markas Persiram Raja Ampat di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Senin (17/3) nanti. Sementara, Persiba Bantul, masih menjalani laga home menjamu Mitra Kukar pada Minggu (16/3).
Skuad Laskar Sultan Agung dipaksa bermain imbang 1-1 pada lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) Kamis (13/3) kemarin. Mendapat tambahan satu poin pun Persiba masih menjadi juru kunci klasemen sementara wilayah timur, dengan raiahn dua poin. ''Hasil ini tetap kita syukuri, masih beruntung tidak kalah,” kata Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid usai pertandingan.
Strateginya memang cukup berjalan, dengan memaksimalkan permainan di babak pertama. Hasilnya, timnya bisa melakukan penekanan, dan permainan dikuasai Ugiek cs. ''Memang, masih banyak peluang yang terbuang percuma di babak pertama,” ujarnya.
Beberapa kali peluang didapatkan, seperti pada menit ke-11, Jejen Jaenal melakukan tendangan keras di dalam kotak penalti Putra Samarinda. Namun, tendangannya masih melemah dan mudah ditengkap kipernya, Dwi Kuswanto.
Pada menit ke 30, Persiba pun kembali memberikan ancaman, melalui tendangan bebas yang dilakukan strikernya Emile Mbamba. Bola yang tepat mengarah ke gawang, masih sempat ditepis oleh kiper.
Baru pada menit ke 45, bisa mencetak gol, melalui tendangan voli Emile Mbamba. Bola umpan dari Ugiek Sugiyanto tersebut langsung masuk ke gawang Putra Samarinda. Skore di babak pertama pun berakhir dengan 1-0. ''Kita memang harus mencuri gol terlebih dahulu pada babak pertama. Dan itu bisa dilakukan,” lanjut Sajuri.
Kemudian pada babak kedua, Sajuri memang tidak terlalu berharap banyak. Sebab, masalah stamina para pemainnya yang buruk diyakini akan berpengaruh dengan kualitas bermain mereka. Perkiraannya memang tepat, permainan Persiba menurun.
Kiper Wahyu Tri Nugroho harus berjuang keras menyelamatkan bola dari serangan beruntun Bayu Gatra dan rekan-rekannya. Seperti, pada menit ke 66, kapten Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 tersebut melakukan tendangan keras, namun sayangnya masih menyamping.
Baru pada menit ke 73, Putra Samarinda berhasil menyamakan kedudukan. Permainan individu Bayu Gatra mampu melewati wingback Persiba, Satrio Aji. Umpan dari samping kiri pun dilepaskan dan disambut baik oleh Ilisa Spasosevic. Spaso pun mencatatkan namanya di papan skor. Kedudukan berubah menjadi 1-1.
Untuk memperkuat lini pertahanannya, Sajuri Syahid kemudian memasukkan Didik Apriyantio dengan menggantikan Johan Ibo. Permainan memang bisa sedikit berimbang, namun tetap tak merubah kedudukan hingga berakhirnya pertandingan. ''Tim yang kita turunkan memang sudah yang terbaik,” ujarnya.
Dari hasil ini, Putra Samarinda berada di peringkat enam klasemen sementara wilayah timur dengan raihan poin tujuh. Selanjutnya, mereka akan melawat ke markas Persiram Raja Ampat di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Senin (17/3) nanti. Sementara, Persiba Bantul, masih menjalani laga home menjamu Mitra Kukar pada Minggu (16/3).
(aww)