Menangi Derby Andalas, Kabau Sirah gusur Sriwijaya
Kamis, 13 Maret 2014 - 21:12 WIB
Menangi Derby Andalas, Kabau Sirah gusur Sriwijaya
A
A
A
Sindonews.com - Derby Andalas yang berlangsung panas berakhir dengan kemenangan Semen Padang. Sebuah tendangan penalti dari Esteban Vizcarra menjadi penentu kemenangan Kabau Sirah dengan skor 2-1 (1-1) di Stadion H Agus Salim, Kamis (13/3).
Kemenangan 2-1 di matchday keenam Indonesia Super League (ISL) 2014 itu, cukup bagi Semen Padang untuk menggusur posisi Sriwijaya FC. Kabau Sirah naik satu setrip ke posisi kelima klasemen wilayah Barat dengan nilai 10 dari 6 laga. Sedangkan Laskar Wong Kito turun ke posisi keenam dengan nilai 8.
Laga dua tim Kepulauan Andalas itu berlangsung sengit dan keras sejak babak pertama. Wasit Eno Sembiring harus bekerja keras mengendalikan pertandingan. Kerasnya pertandingan ditandai dengan keluarnya kartu merah untuk Vendry Ronaldo Mofu pada menit ke-56. Kartu merah itu merupakan akumulasi setelah di babak pertama, mantan pemain Semen Padang itu menerima kartu kuning pertama.
Vendry harus keluar lapangan setelah dianggap melanggar pemain Semen Padang di luar kotak penalti. Wasit langsung mencabut kartu kuning kedua yang berarti kartu merah bagi Vendry. Pemain Sriwijaya FC langsung melancarkan protes kepada wasit. Pasalnya, benturan Vendry dengan pemain Semen Padang bukan kesengajaan.
Sayang, Vizcarra yang menjadi eksekutor tendangan bebas gagal memanfaatkan peluang. Namun, Vizcarra membayar lunas kegagalan itu dengan mulus menuntaskan eksekusi penalti menjadi gol pada menit ke-68. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Kabau Sirah.
Tendangan penalti diberikan wasit setelah Jeki Arisandi dianggap mendorong Vizcarra di kotak penalti saat berebut bola umpan Hendra Adi Bayaw. Pemain Sriwijaya kembali melancarkan protes. Tapi wasit bergeming dengan keputusannya memberikan tendangan penalti.
Vizcarra secara cerdik melepaskan tendangan ke kanan gawang Sriwijaya FC untuk mengecoh kiper Fauzi Toldo yang telanjur bergerak ke kiri. Pada babak pertama, Semen Padang unggul terlebih dahulu melalui sundulan Airlangga Sucipto di menit-13. Sriwijaya FC membalas melalui tendangan Vendry Mofu pada menit ke-27.
Kemenangan 2-1 di matchday keenam Indonesia Super League (ISL) 2014 itu, cukup bagi Semen Padang untuk menggusur posisi Sriwijaya FC. Kabau Sirah naik satu setrip ke posisi kelima klasemen wilayah Barat dengan nilai 10 dari 6 laga. Sedangkan Laskar Wong Kito turun ke posisi keenam dengan nilai 8.
Laga dua tim Kepulauan Andalas itu berlangsung sengit dan keras sejak babak pertama. Wasit Eno Sembiring harus bekerja keras mengendalikan pertandingan. Kerasnya pertandingan ditandai dengan keluarnya kartu merah untuk Vendry Ronaldo Mofu pada menit ke-56. Kartu merah itu merupakan akumulasi setelah di babak pertama, mantan pemain Semen Padang itu menerima kartu kuning pertama.
Vendry harus keluar lapangan setelah dianggap melanggar pemain Semen Padang di luar kotak penalti. Wasit langsung mencabut kartu kuning kedua yang berarti kartu merah bagi Vendry. Pemain Sriwijaya FC langsung melancarkan protes kepada wasit. Pasalnya, benturan Vendry dengan pemain Semen Padang bukan kesengajaan.
Sayang, Vizcarra yang menjadi eksekutor tendangan bebas gagal memanfaatkan peluang. Namun, Vizcarra membayar lunas kegagalan itu dengan mulus menuntaskan eksekusi penalti menjadi gol pada menit ke-68. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Kabau Sirah.
Tendangan penalti diberikan wasit setelah Jeki Arisandi dianggap mendorong Vizcarra di kotak penalti saat berebut bola umpan Hendra Adi Bayaw. Pemain Sriwijaya kembali melancarkan protes. Tapi wasit bergeming dengan keputusannya memberikan tendangan penalti.
Vizcarra secara cerdik melepaskan tendangan ke kanan gawang Sriwijaya FC untuk mengecoh kiper Fauzi Toldo yang telanjur bergerak ke kiri. Pada babak pertama, Semen Padang unggul terlebih dahulu melalui sundulan Airlangga Sucipto di menit-13. Sriwijaya FC membalas melalui tendangan Vendry Mofu pada menit ke-27.
(aww)