Tonny: Baiknya Persib minta mediasi
Minggu, 16 Maret 2014 - 09:58 WIB
Tonny: Baiknya Persib minta mediasi
A
A
A
Sindonews.com - Gugatan perdata yang menimpa klub Persib Bandung, meluas. Bukan soal kasus hukumnya, namun hal lain yang memunculkan perseteruan antara Manajer Persib, Umuh Muchtar dan Anggot Exco PSSI Tonny Aprilani.
Pernyataan kontroversial Tonny tentang kemungkinan Persib mendapat hadiah degradasi mendapat reaksi keras. Bahkan Umuh berniat menuntut Tonny atas ucapannya itu.
Sedangkan ketika dikonfirmasi, Tonny sendiri berkilah jika hukuman tersebut datangnya bukan dari PSSI tapi ada ketentuannya di AFC bahkan FIFA.
Lebih lanjut Tonny menyarankan agar Persib bisa segera menuntaskan permasalahannya sebelum putusan pengadilan.
"Sebelum putusan sebaiknya sudah ada kesepakatan. Baiknya Persib meminta mediasi kepada pengadilan untuk menjaga nama baik Persib sendiri," kata dia.
Sementara itu disinggung mengenai kemungkinan PSSI untuk menjadi mediator, Tonny mengaku akan memanggil Persib dan pihak penggugat.
Namun demikian, Tonny tidak bisa mengatakan kapan pemanggilan tersebut bisa dilakukan. Mengingat agenda PSSI yang terbilang padat.
"Kenapa harus selalu ditanya kapan? Djohar harus ke Sulawesi, Saya ke Medan dan Nyalla ke Palembang. PSSI Sibuk," pungkas dia.
Pernyataan kontroversial Tonny tentang kemungkinan Persib mendapat hadiah degradasi mendapat reaksi keras. Bahkan Umuh berniat menuntut Tonny atas ucapannya itu.
Sedangkan ketika dikonfirmasi, Tonny sendiri berkilah jika hukuman tersebut datangnya bukan dari PSSI tapi ada ketentuannya di AFC bahkan FIFA.
Lebih lanjut Tonny menyarankan agar Persib bisa segera menuntaskan permasalahannya sebelum putusan pengadilan.
"Sebelum putusan sebaiknya sudah ada kesepakatan. Baiknya Persib meminta mediasi kepada pengadilan untuk menjaga nama baik Persib sendiri," kata dia.
Sementara itu disinggung mengenai kemungkinan PSSI untuk menjadi mediator, Tonny mengaku akan memanggil Persib dan pihak penggugat.
Namun demikian, Tonny tidak bisa mengatakan kapan pemanggilan tersebut bisa dilakukan. Mengingat agenda PSSI yang terbilang padat.
"Kenapa harus selalu ditanya kapan? Djohar harus ke Sulawesi, Saya ke Medan dan Nyalla ke Palembang. PSSI Sibuk," pungkas dia.
(wbs)