Persiba terpaku di dasar klasemen Timur
Senin, 17 Maret 2014 - 11:48 WIB
Persiba terpaku di dasar klasemen Timur
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul kembali menuai hasil buruk di laga home menjamu Mitra Kukar pada Minggu (16/3) di lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. Kekalahan 1-2 membuat skuad Laskar Sultan Agung semakin sulit keluar dari zona degradasi.
Namun, pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid cukup puas dengan permainan anak-anak asuhannya. Dua gol dari Mitra Kukar pun dianggapnya karena adanya kelengahan di lini pertahanannya. ''Untuk hasil tentunya saya kecewa, tapi permainan anak-anak sudah ada peningkatan bagus. Gol-gol yang terjadi dari tim tamu, saya sayangkan,” kata dia.
Menurutnya, skuad asuhannya sudah mulai berkembang dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Melawan tim papan atas di wilayah Timur kompetisi Indonesia Super League (ISL), para pemainnya memang kalah jika berduel satu lawan satu.
Namun, dengan penampilan permainan yang optimal, Persiba mampu memberikan tekanan terhadap tamu. Padahal, dalam segi persiapan sendiri, Persiba sangat minim. Beberapa pemain juga baru datang saat kompetisi sudah dimulai. ''Dari segi kualitas lawan memang lebih bagus, tapi kita sudah berusaha optimal,” ucapnya.
Selanjutnya, pekerjaannya untuk memperbaiki tim adalah masih berkutat pada stamina pemain yang saat ini belum cukup baik. Waktu jeda pertandingan yang cukup panjang hingga 14 April nanti bertandang ke kandang Persepam Madura, diharapkan bisa maksimal.
Pada jalannya pertandingan, di awal babak pertama Persiba Bantul yang bertanding tanpa dukungan dari suporternya, tertekan terlebih dahulu. Menit ke 5, kiper Persiba, Wahyu Tri Nugroho sudah harus melakukan penyelamatan yang sulit dari tendangan keras striker asing Mitra Kukar, Herman Dzumafo di luar kotak penalti.
Skuad Laskar Sultan Agung ini pun tak mau kalah. Namun, Sajuri yang memasang empat pemain di tengah, diantaranya Arwin Rabda, Abdul Majed, Ugiek Sugiyanto, dan Jejen Zaenal, belum mampu menembus pertahanan Mitra Kukar hingga 20 menit pertama.
Peluang pun baru di dapatkan pada menit ke 21, melalui tendangan bebas dari luar kotak penalty. Namun, eksekusi yang dilakukan bek Eduardo Bizarro masih belum membahayakan gawang Mitra Kukar yang dijaga oleh Joice Sorongan.
Tekanan kembali dihadapi tuan rumah, pada menit ke 31. Namun, sundulan bola dari Zulham Zamrun di mulut gawang Wahyu Tri Nughoro masih bisa diselamatkan. Persiba yang tanpa peluang berarti, memberi kejutan terhadap tim tamu. Menit ke 36, strikernya Ngon A Djam berhasil menjebol gawang Mitra Kukar dari headingnya memanfaatkan umpan dari Jejen Zaenal.
Namun keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. Menit ke 44, Mitra Kukar berhasil menyamakan kedudukan. Pemain mereka, Erick Week Lewis berhasil memanfaatkan kelengahan Wahyu Tri Nugroho yang tidak sukses memberikan umpan bola ke bek Johan Ibo. Tendangannya dari luar kotak penalti membuat kedudukan sama 1-1 hingga turun minum babak pertama.
Babak kedua berjalan, permainan Persiba tetap tak berkembang. Gawang Wahyu Tri Nugroho menjadi bulan-bulanan Bima Sakti dkk. Sajuri Syahid pun berupaya menambah tenaga baru dengan memasukkan Solehudin yang menggantikan Ngon A. Djam.
Namun sayang, gawang Persiba Bantul malah kembali kebobolan pada menit ke-73 melalui penyerang, Anindito Wahyu. Skor pun berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan tim tamu. ''Pemain bertahan kita terkecoh dengan para penyerang lawan. Tidak ada yang melakukan penjagaan (terhadap Anindito),” lanjut Sajuri.
Mitra Kukar sempat menambah keunggulan melalui Herman Dzumafo pada menit ke 73. Namun, wasit menganggap gol tersebut masuk dalam perangkap offside. Skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu ini bertahan hingga pertandingan usai.
''Sebenarnya itu tidak offside. Dilihat dari rekaman televisi pun tidak offside. Seperti ini lah wasit Indonesia yang tidak bisa tampil baik karena tekanan,” kata Pelatih Kepala Mitra Kukar, Stefan Hansson.
Lanjut Stefan, dirinya cukup puas dengan hasil dan permainan anak-anak asuhannya. Ia juga memuji permainan tim tuan rumah yang mampu member beberapa kali tekanan terhadap skuadnya. ''Persiba bukan tim yang buruk,” ucapnya.
Dari hasil ini, Mitra Kukar kembali memuncaki klasemen sementara wilayah Timur kompetisi ISL dengan raihan 13 poin dari tujuh pertandingan yang dijalani. Di bawahnya, Persebaya Surabaya di peringkat kedua dengan raihan sebelas poin juga dari tujuh pertandingan.
Sementara, Persiba Bantul sendiri masih berada di posisi buncit dengan raihan dua poin dari enam pertandingan yang dijalaninya. Posisi ini masih sulit dibenahi. Sebab, di atasnya ada Persepam Madura United yang sudah mengantongi lima poin dari enam laga.
Namun, pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid cukup puas dengan permainan anak-anak asuhannya. Dua gol dari Mitra Kukar pun dianggapnya karena adanya kelengahan di lini pertahanannya. ''Untuk hasil tentunya saya kecewa, tapi permainan anak-anak sudah ada peningkatan bagus. Gol-gol yang terjadi dari tim tamu, saya sayangkan,” kata dia.
Menurutnya, skuad asuhannya sudah mulai berkembang dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Melawan tim papan atas di wilayah Timur kompetisi Indonesia Super League (ISL), para pemainnya memang kalah jika berduel satu lawan satu.
Namun, dengan penampilan permainan yang optimal, Persiba mampu memberikan tekanan terhadap tamu. Padahal, dalam segi persiapan sendiri, Persiba sangat minim. Beberapa pemain juga baru datang saat kompetisi sudah dimulai. ''Dari segi kualitas lawan memang lebih bagus, tapi kita sudah berusaha optimal,” ucapnya.
Selanjutnya, pekerjaannya untuk memperbaiki tim adalah masih berkutat pada stamina pemain yang saat ini belum cukup baik. Waktu jeda pertandingan yang cukup panjang hingga 14 April nanti bertandang ke kandang Persepam Madura, diharapkan bisa maksimal.
Pada jalannya pertandingan, di awal babak pertama Persiba Bantul yang bertanding tanpa dukungan dari suporternya, tertekan terlebih dahulu. Menit ke 5, kiper Persiba, Wahyu Tri Nugroho sudah harus melakukan penyelamatan yang sulit dari tendangan keras striker asing Mitra Kukar, Herman Dzumafo di luar kotak penalti.
Skuad Laskar Sultan Agung ini pun tak mau kalah. Namun, Sajuri yang memasang empat pemain di tengah, diantaranya Arwin Rabda, Abdul Majed, Ugiek Sugiyanto, dan Jejen Zaenal, belum mampu menembus pertahanan Mitra Kukar hingga 20 menit pertama.
Peluang pun baru di dapatkan pada menit ke 21, melalui tendangan bebas dari luar kotak penalty. Namun, eksekusi yang dilakukan bek Eduardo Bizarro masih belum membahayakan gawang Mitra Kukar yang dijaga oleh Joice Sorongan.
Tekanan kembali dihadapi tuan rumah, pada menit ke 31. Namun, sundulan bola dari Zulham Zamrun di mulut gawang Wahyu Tri Nughoro masih bisa diselamatkan. Persiba yang tanpa peluang berarti, memberi kejutan terhadap tim tamu. Menit ke 36, strikernya Ngon A Djam berhasil menjebol gawang Mitra Kukar dari headingnya memanfaatkan umpan dari Jejen Zaenal.
Namun keunggulan tersebut tidak berlangsung lama. Menit ke 44, Mitra Kukar berhasil menyamakan kedudukan. Pemain mereka, Erick Week Lewis berhasil memanfaatkan kelengahan Wahyu Tri Nugroho yang tidak sukses memberikan umpan bola ke bek Johan Ibo. Tendangannya dari luar kotak penalti membuat kedudukan sama 1-1 hingga turun minum babak pertama.
Babak kedua berjalan, permainan Persiba tetap tak berkembang. Gawang Wahyu Tri Nugroho menjadi bulan-bulanan Bima Sakti dkk. Sajuri Syahid pun berupaya menambah tenaga baru dengan memasukkan Solehudin yang menggantikan Ngon A. Djam.
Namun sayang, gawang Persiba Bantul malah kembali kebobolan pada menit ke-73 melalui penyerang, Anindito Wahyu. Skor pun berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan tim tamu. ''Pemain bertahan kita terkecoh dengan para penyerang lawan. Tidak ada yang melakukan penjagaan (terhadap Anindito),” lanjut Sajuri.
Mitra Kukar sempat menambah keunggulan melalui Herman Dzumafo pada menit ke 73. Namun, wasit menganggap gol tersebut masuk dalam perangkap offside. Skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu ini bertahan hingga pertandingan usai.
''Sebenarnya itu tidak offside. Dilihat dari rekaman televisi pun tidak offside. Seperti ini lah wasit Indonesia yang tidak bisa tampil baik karena tekanan,” kata Pelatih Kepala Mitra Kukar, Stefan Hansson.
Lanjut Stefan, dirinya cukup puas dengan hasil dan permainan anak-anak asuhannya. Ia juga memuji permainan tim tuan rumah yang mampu member beberapa kali tekanan terhadap skuadnya. ''Persiba bukan tim yang buruk,” ucapnya.
Dari hasil ini, Mitra Kukar kembali memuncaki klasemen sementara wilayah Timur kompetisi ISL dengan raihan 13 poin dari tujuh pertandingan yang dijalani. Di bawahnya, Persebaya Surabaya di peringkat kedua dengan raihan sebelas poin juga dari tujuh pertandingan.
Sementara, Persiba Bantul sendiri masih berada di posisi buncit dengan raihan dua poin dari enam pertandingan yang dijalaninya. Posisi ini masih sulit dibenahi. Sebab, di atasnya ada Persepam Madura United yang sudah mengantongi lima poin dari enam laga.
(aww)