Target empat besar, Sriwijaya FC permak karakter
Selasa, 18 Maret 2014 - 12:08 WIB
Target empat besar, Sriwijaya FC permak karakter
A
A
A
Sindonews.com - Prestasi Sriwijaya FC di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini belum memuaskan. Laskar Wong Kito masih tercecer di peringkat keenam klasemen sementara wilayah Barat dengan koleksi delapan poin dari tujuh laga.
Lancine Kone dkk. meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kali kalah. Untuk tim sekelas SFC dengan dua trofi Liga Indonesia, tiga kali juara Piala Indonesia, dua kali juara turnamen pramusim Inter Island Cup, satu kali Juara Community Sield dan lainnya, hasil ini memang masih belum memenuhi ekspektasi para pendukungnya.
''Saya sangat menyadari jika SFC merupakan tim besar dengan sederet prestasi membanggakan, karena itu sangat wajar jika para pendukung dan masyarakat Sumsel memiliki harapan yang tiinggi kepada siapapun pelatihnya. Karena itu, saya tidak henti-hentinya memohon doa dan dukungan agar tim kita bisa disegani tim lawan,”ungkap pelatih Sriwijaya FC Subangkit.
Asisten Manajer SFC Muchendi Mahzareki menambahkan, kompetisi ISl masih panjang. Masih banyak yang bisa dilakukan oleh SFC dalam memperbaiki peringkat dan mewujudkan target lolos empat besar.
''Kesempatan untuk menembus posisi empat besar masih banyak. Pertandingan masih menyisakan 13 laga lagi. Jadi hasil yang diperoleh saat ini belum bisa dijadikan patokan untuk memberikan penilaian secara menyeluruh pada tim ini,”tambahnya.
Selagi jeda kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014 ada kesempatan bagi SFC untuk berbenah. Subangkit menjelaskan, ketatnya persaingan di wilayah barat membuat SFC harus lebih banyak berkonsentrasi pada pembentukan karakter tim dengan komposisi sebagian materi pemain baru.
Dari hasil evaluasi sejauh ini, eks pelatih Persiwa ini merasa cukup puas dengan performa anak asuhnya. Meski diakuinya masih banyak hal yang masih harus dibenahi, terutama terkait kolektivitas tim dan transformasi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya. Berbagai kelemahan inilah yang akan diperbaiki oleh Subangkit saat tim SFC melakukan training camp (TC) di Muara Enim nanti.
''Pelaksanaan TC di sela-sela kompetisi seperti ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas tim. Karena kita tahu persiapan tim kita meghadapi ISL dengan materi pemain baru memang sangat minim. Berbeda dengan tim lainnya yang sebagian besar masih mempertahankan para pemainnya. Mereka membutuhkan waktu adaptasi tidak terlalu lama jika ada pemain yang masuk,”bebernya.
Lancine Kone dkk. meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kali kalah. Untuk tim sekelas SFC dengan dua trofi Liga Indonesia, tiga kali juara Piala Indonesia, dua kali juara turnamen pramusim Inter Island Cup, satu kali Juara Community Sield dan lainnya, hasil ini memang masih belum memenuhi ekspektasi para pendukungnya.
''Saya sangat menyadari jika SFC merupakan tim besar dengan sederet prestasi membanggakan, karena itu sangat wajar jika para pendukung dan masyarakat Sumsel memiliki harapan yang tiinggi kepada siapapun pelatihnya. Karena itu, saya tidak henti-hentinya memohon doa dan dukungan agar tim kita bisa disegani tim lawan,”ungkap pelatih Sriwijaya FC Subangkit.
Asisten Manajer SFC Muchendi Mahzareki menambahkan, kompetisi ISl masih panjang. Masih banyak yang bisa dilakukan oleh SFC dalam memperbaiki peringkat dan mewujudkan target lolos empat besar.
''Kesempatan untuk menembus posisi empat besar masih banyak. Pertandingan masih menyisakan 13 laga lagi. Jadi hasil yang diperoleh saat ini belum bisa dijadikan patokan untuk memberikan penilaian secara menyeluruh pada tim ini,”tambahnya.
Selagi jeda kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014 ada kesempatan bagi SFC untuk berbenah. Subangkit menjelaskan, ketatnya persaingan di wilayah barat membuat SFC harus lebih banyak berkonsentrasi pada pembentukan karakter tim dengan komposisi sebagian materi pemain baru.
Dari hasil evaluasi sejauh ini, eks pelatih Persiwa ini merasa cukup puas dengan performa anak asuhnya. Meski diakuinya masih banyak hal yang masih harus dibenahi, terutama terkait kolektivitas tim dan transformasi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya. Berbagai kelemahan inilah yang akan diperbaiki oleh Subangkit saat tim SFC melakukan training camp (TC) di Muara Enim nanti.
''Pelaksanaan TC di sela-sela kompetisi seperti ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas tim. Karena kita tahu persiapan tim kita meghadapi ISL dengan materi pemain baru memang sangat minim. Berbeda dengan tim lainnya yang sebagian besar masih mempertahankan para pemainnya. Mereka membutuhkan waktu adaptasi tidak terlalu lama jika ada pemain yang masuk,”bebernya.
(aww)