Taufiq berlibur sambil panas-panasan di pantai
Selasa, 18 Maret 2014 - 12:27 WIB
Taufiq berlibur sambil panas-panasan di pantai
A
A
A
Sindonews.com - Banyak cara yang dilakukan oleh para pemain Persib Bandung dalam memanfaatkan iburan jeda kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Muhammad Taufiq misalnya. Gelandang mungil Persib ini memilih pegunungan dan pantai sebagai tempat untuk menghabiskan liburan.
Pemain yang ditransfer dari Persebaya 1927 itu beralasan, selain refreshing, berlibur di pantai dan pegunungan sekaligus untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar. Udara dingin di pegunungan bisa dibarengi dengan ketahanan terik mentari di pesisir pantai.
Satu hari selepas kepulangan dari Banjarmasin usai menghadapi Barito Putera, Taufiq mencoba terjalnya medan di Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Dia berkeliling kawah, joging sambil menikmati indahnya pemandangan di sana.
Celana pendek, jaket, dan kerpus yang membalut kepalanya sengaja dikenakan untuk menyamarkan identitasnya sebagai pemain bola. Semenjak menjadi pemain Persib, diakuinya lebih seperti artis ketimbang pemain bola.
Tidak berlangsung lama, namun cukup baginya untuk mengetes performa fisik di medan berbeda. Liburannya ini bak menggelar training camp (TC) pribadi seperti yang dilakukannya bersama tim di Ciamis lalu. ''Ya, TC tapi sehari aja cukup karena mau ke Surabaya pulang kampung,” ungkapnya.
Ini merupakan kali pertama baginya mengunjungi rangkaian tempat wisata di daerah Bandung Selatan. Biasanya sehari-hari dia hanya menghabiskan waktu berjalan-jalan di dalam kota sambil berburu kuliner lezat. Sesekali dia pergi bersama pemain yang lain untuk karaoke. ''Biasanya ya sama Deden atau enggak Rudiyana sama saudara juga,” katanya.
Satu hari menjajal medan pegunungan, Taufiq beralih ke pantai di di kampung halamannya di Surabaya. Selain kota perdagangan, Surabaya memiliki sejumlah pantai, salah satunya Pantai Kenjeran.
Bersama sejumlah saudaranya Taufiq berlatih menjaga kondisi fisiknya. Cuaca panas tidak bermasalah bagi pria kelahiran Tarakan ini. Sejak bergabung bersama Persebaya cuaca terik sudah menjadi makanannya sehari-hari. ''Latihan fisik di pantai kan sekalian liburan sekalian panas-panasan,” kata dia.
Pekerjaan rumah yang diberikan pelatih Djadjang Nurjaman diterapkan benar oleh pemain 27 tahun ini. ''Biar bisa pertahankan kondisi tubuh tidak kurang dari 70 persen,” kata dia.
Di sisa liburannya yang tinggal dua hari ini, rencananya Taufiq akan berangkat ke Yogyakarta. Namun dia tidak akan memaksakan diri jika waktunya tidak sempat. ''Ada rencana juga ke sana kalau sempat. Tapi kalau tidak saya di Surabaya saja fokus liburan sambil jaga kondisi," jelasnya.
Pemain yang ditransfer dari Persebaya 1927 itu beralasan, selain refreshing, berlibur di pantai dan pegunungan sekaligus untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar. Udara dingin di pegunungan bisa dibarengi dengan ketahanan terik mentari di pesisir pantai.
Satu hari selepas kepulangan dari Banjarmasin usai menghadapi Barito Putera, Taufiq mencoba terjalnya medan di Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Dia berkeliling kawah, joging sambil menikmati indahnya pemandangan di sana.
Celana pendek, jaket, dan kerpus yang membalut kepalanya sengaja dikenakan untuk menyamarkan identitasnya sebagai pemain bola. Semenjak menjadi pemain Persib, diakuinya lebih seperti artis ketimbang pemain bola.
Tidak berlangsung lama, namun cukup baginya untuk mengetes performa fisik di medan berbeda. Liburannya ini bak menggelar training camp (TC) pribadi seperti yang dilakukannya bersama tim di Ciamis lalu. ''Ya, TC tapi sehari aja cukup karena mau ke Surabaya pulang kampung,” ungkapnya.
Ini merupakan kali pertama baginya mengunjungi rangkaian tempat wisata di daerah Bandung Selatan. Biasanya sehari-hari dia hanya menghabiskan waktu berjalan-jalan di dalam kota sambil berburu kuliner lezat. Sesekali dia pergi bersama pemain yang lain untuk karaoke. ''Biasanya ya sama Deden atau enggak Rudiyana sama saudara juga,” katanya.
Satu hari menjajal medan pegunungan, Taufiq beralih ke pantai di di kampung halamannya di Surabaya. Selain kota perdagangan, Surabaya memiliki sejumlah pantai, salah satunya Pantai Kenjeran.
Bersama sejumlah saudaranya Taufiq berlatih menjaga kondisi fisiknya. Cuaca panas tidak bermasalah bagi pria kelahiran Tarakan ini. Sejak bergabung bersama Persebaya cuaca terik sudah menjadi makanannya sehari-hari. ''Latihan fisik di pantai kan sekalian liburan sekalian panas-panasan,” kata dia.
Pekerjaan rumah yang diberikan pelatih Djadjang Nurjaman diterapkan benar oleh pemain 27 tahun ini. ''Biar bisa pertahankan kondisi tubuh tidak kurang dari 70 persen,” kata dia.
Di sisa liburannya yang tinggal dua hari ini, rencananya Taufiq akan berangkat ke Yogyakarta. Namun dia tidak akan memaksakan diri jika waktunya tidak sempat. ''Ada rencana juga ke sana kalau sempat. Tapi kalau tidak saya di Surabaya saja fokus liburan sambil jaga kondisi," jelasnya.
(aww)