Wong Kito sapu bersih dua home
Kamis, 20 Maret 2014 - 12:33 WIB
Wong Kito sapu bersih dua home
A
A
A
Sindonews.com - Skuad Sriwijaya FC tidak mau mengulangi kegagalan meraih hasil sempurna di laga kandang saat menghadapi Barito Putera (13/4) dan Persita Tangerang (22/4). Pada tiga laga kandang sebelumnya, Laskar Wong Kito hanya mampu mengamankan tiga poin penuh yakni saat menaklukkan Persijap Jepara 2-1 (18/2).
Sedangkan dua pertandingan lainnya, Asri Akbar hanya mampu bermain tanpa gol dengan Persegres Gresik United (13/2) dan dipermalukan Arema Cronus dua gol tanpa balas (9/2). Karena itulah, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan akan memanfaatkan waktu jeda kompetisi semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri dengan melakukan training camp (TC) di Muara Enim.
Dengan cara ini, diharapkan kekompakkan tim akan semakin solid lagi terutama produktivitas tim dalam menciptakan peluang dan gol. Hingga pertandingan ketujuh, SFC baru lima kali memasukkan dan sudah tujuh kali kemasukan.
Dari lima gol itu, empat di antaranya memang diciptakan oleh pemain yang memiliki karakter menyerang. Dua gol dari kaki Lancine Kone, dua gol dari Vendry Mofu dan satu gol lainnya diciptakan oleh gelandang bertahan SFC, Asri Akbar.
Sayangnya, pada laga menghadapi Barito Putra nanti Vendry Mofu tidak bisa diturunkan akibat di laga sebelumnya dia telah mendapatkan kartu merah setelah dua kali menerima kartu kuning. Sebagai gantinya, kemungkinan besar posisi Syakir Sulaiman akan digeser ke tengah untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Mofu.
Tapi keputusan itu belum final. Apalagi mengingat Syakir akan mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas ) Timnas U-23 tahap II di Yogyakarta. Bisa saja Alan Martha yang akan menempatinya. Terlepas dari itu, dengan agregat gol minus dua, memperlihatkan jika Lancine Kone dkk. masih kesulitan dalam menciptakan peluang yang berujung pada sebuah gol.
Berubah-ubahnya formasi yang digunakan dan juga penempatan posisi pemain oleh pelatih Subangkit, ditengarai menjadi salah satu alasannya. Namun pelatih yang akrab disapa Cak Su ini mengatakan, dirinya terpaksa melakukan perubahan formasi dan skema pertandingan serta penempatan posisi pemain, dalam beberapa pertandingan, tidak lain karena alasan kebutuhan tim.
''Seperti kita ketahui bersama, pada awal musim kompetisi kemarin banyak sekali pemain kita yang mengalami cedera secara bergantian. Jumlahnya bisa mencapai 6-7 pemain dan semuanya rata-rata pemain inti yang kita miliki. Ini tentu mengganggu stabilitas tim sehingga kita terpaksa harus menurunkan para pemain pelapis dan juga menempatkan pemain diposisi yang tidak semestinya,''ungkapnya.
Sedangkan dua pertandingan lainnya, Asri Akbar hanya mampu bermain tanpa gol dengan Persegres Gresik United (13/2) dan dipermalukan Arema Cronus dua gol tanpa balas (9/2). Karena itulah, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan akan memanfaatkan waktu jeda kompetisi semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri dengan melakukan training camp (TC) di Muara Enim.
Dengan cara ini, diharapkan kekompakkan tim akan semakin solid lagi terutama produktivitas tim dalam menciptakan peluang dan gol. Hingga pertandingan ketujuh, SFC baru lima kali memasukkan dan sudah tujuh kali kemasukan.
Dari lima gol itu, empat di antaranya memang diciptakan oleh pemain yang memiliki karakter menyerang. Dua gol dari kaki Lancine Kone, dua gol dari Vendry Mofu dan satu gol lainnya diciptakan oleh gelandang bertahan SFC, Asri Akbar.
Sayangnya, pada laga menghadapi Barito Putra nanti Vendry Mofu tidak bisa diturunkan akibat di laga sebelumnya dia telah mendapatkan kartu merah setelah dua kali menerima kartu kuning. Sebagai gantinya, kemungkinan besar posisi Syakir Sulaiman akan digeser ke tengah untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Mofu.
Tapi keputusan itu belum final. Apalagi mengingat Syakir akan mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas ) Timnas U-23 tahap II di Yogyakarta. Bisa saja Alan Martha yang akan menempatinya. Terlepas dari itu, dengan agregat gol minus dua, memperlihatkan jika Lancine Kone dkk. masih kesulitan dalam menciptakan peluang yang berujung pada sebuah gol.
Berubah-ubahnya formasi yang digunakan dan juga penempatan posisi pemain oleh pelatih Subangkit, ditengarai menjadi salah satu alasannya. Namun pelatih yang akrab disapa Cak Su ini mengatakan, dirinya terpaksa melakukan perubahan formasi dan skema pertandingan serta penempatan posisi pemain, dalam beberapa pertandingan, tidak lain karena alasan kebutuhan tim.
''Seperti kita ketahui bersama, pada awal musim kompetisi kemarin banyak sekali pemain kita yang mengalami cedera secara bergantian. Jumlahnya bisa mencapai 6-7 pemain dan semuanya rata-rata pemain inti yang kita miliki. Ini tentu mengganggu stabilitas tim sehingga kita terpaksa harus menurunkan para pemain pelapis dan juga menempatkan pemain diposisi yang tidak semestinya,''ungkapnya.
(aww)