Tony masih berharap dipanggil Timnas
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:31 WIB
Tony masih berharap dipanggil Timnas
A
A
A
Sindonewsw.com - Mengenakan seragam kebanggaan dengan mengemban tugas membela negara pasti menjadi impian semua pemain sepakbola. Ketika pemain lain mendapatkan surat pemanggilan resmi merupakan kebanggaan sekaligus pelecut motivasi untuk mengimbangi.
Itulah yang dirasakan bek Persib Bandung Tony Sucipto. Pada pemusatan latihan jilid II, Tony harus lebih bersabar karena namanya tidak tercantum dalam gerbong keberangkatan tim Garuda ke Spanyol.
Pemain bernomor punggung 6 ini belum diberi kesempatan oleh pelatih Alfred Riedl untuk menjalani partai comeback-nya bersama timnas. Seperti diketahui tujuh penggawa Maung Bandung yang diboyong Riedl, beberapa di antaranya adalah muka lama.
Firman Utina sempat tidak dipanggil lagi ketika tim merah putih digawangi pelatih Jacksen F Tiago maupun Nila Maizar. Begitupun dengan M Ridwan dan Supardi yang karena usianya sudah tidak muda. Namun mereka diberi kesempatan kembali membela timnas.
"Semua pemain pastilah ingin masuk timnas. Bukan hanya pemain tapi anak-anak kecil pasti memimpikan untuk membela timnas," kata dia kepada HATTRICK.
Menurutnya menjadi bagian dari timnas merupakan tujuan utama pemain bola. Mereka yang telah tergabung di sebuah klub elit pun tidak akan sah jika jasanya tidak digunakan untuk negaranya.
Namun begitu dia menghargai keputusan pelatih yang tidak memanggilnya. Riedl, kata dia, memiliki pertimbangan lain mengenai pemain mana saja yang dibutuhkan dalam skuadnya.
Meski bermain apik di liga serta posisinya yang tidak tergantikan di tim, Tony tidak merasa kecewa namanya tidak dipanggil. "Enggalah kalau kecewa, itu dari pelatihnya, dari penilaian pelatih pasti mencari yang cocok dengan tim," kata dia.
Menurutnya prinsip seorang pemain bola adalah bermain maksimal di setiap pertandingan. Dimana dia bernaung harus bisa memberikan yang terbaik bagi tim itu. Kekecewaan tidak datang padanya karena dia bermain maksimal untuk Persib.
Mengenai tujuh rekannya yang dipanggil timnas, Tony mengaku bangga. Mereka pemain yang bisa diandalkan
Itulah yang dirasakan bek Persib Bandung Tony Sucipto. Pada pemusatan latihan jilid II, Tony harus lebih bersabar karena namanya tidak tercantum dalam gerbong keberangkatan tim Garuda ke Spanyol.
Pemain bernomor punggung 6 ini belum diberi kesempatan oleh pelatih Alfred Riedl untuk menjalani partai comeback-nya bersama timnas. Seperti diketahui tujuh penggawa Maung Bandung yang diboyong Riedl, beberapa di antaranya adalah muka lama.
Firman Utina sempat tidak dipanggil lagi ketika tim merah putih digawangi pelatih Jacksen F Tiago maupun Nila Maizar. Begitupun dengan M Ridwan dan Supardi yang karena usianya sudah tidak muda. Namun mereka diberi kesempatan kembali membela timnas.
"Semua pemain pastilah ingin masuk timnas. Bukan hanya pemain tapi anak-anak kecil pasti memimpikan untuk membela timnas," kata dia kepada HATTRICK.
Menurutnya menjadi bagian dari timnas merupakan tujuan utama pemain bola. Mereka yang telah tergabung di sebuah klub elit pun tidak akan sah jika jasanya tidak digunakan untuk negaranya.
Namun begitu dia menghargai keputusan pelatih yang tidak memanggilnya. Riedl, kata dia, memiliki pertimbangan lain mengenai pemain mana saja yang dibutuhkan dalam skuadnya.
Meski bermain apik di liga serta posisinya yang tidak tergantikan di tim, Tony tidak merasa kecewa namanya tidak dipanggil. "Enggalah kalau kecewa, itu dari pelatihnya, dari penilaian pelatih pasti mencari yang cocok dengan tim," kata dia.
Menurutnya prinsip seorang pemain bola adalah bermain maksimal di setiap pertandingan. Dimana dia bernaung harus bisa memberikan yang terbaik bagi tim itu. Kekecewaan tidak datang padanya karena dia bermain maksimal untuk Persib.
Mengenai tujuh rekannya yang dipanggil timnas, Tony mengaku bangga. Mereka pemain yang bisa diandalkan
(wbs)