Lumat Madrid, Barca turunkan jurus tiki-taka ala Guardiola
Senin, 24 Maret 2014 - 10:49 WIB
Lumat Madrid, Barca turunkan jurus tiki-taka ala Guardiola
A
A
A
Sindonews.com - Permainan indah ala Barcelona menghasilkan kemenangan penting atas rival abadinya Real Madrid. Strategi yang digunakan pelatih Tata Martino tadi malam seolah mengingatkan permainan cantik yang menjadi gaya pelatih sebelumnya, Pep Guardiola.
Lini tengah Blaugrana tampil mendominasi pertandingan dengan meraih ball possesions sebanyak 68 persen berbanding mutlak atas Madrid yang hanya 32 persen. Penampilan ciamik dari Xavi, Iniesta serta Messi dalam menguasai bola berlama-lama di lapangan menjadi hiburan tersendiri sekaligus kunci kemenangan.
Iniesta bermain dengan posisisejatinya yaitu attacking midfielder. Posisi itu membuat dirinya nyaman mengobrak-abrik pertahanan Madrid yang di mana semua bek Madrid terpaku oleh pergerakan Messi. Hasilnya, Iniesta berhasil melepas satu gol dan berperan dalam penalti ke empat Barcelona setelah penetrasinya berhasil dirinya dijatuhkan bek Carvajal.
Begitu pula Xavi, playmaker 34 tahun itu pun kembali memainkan orkestranya di atas lapangan. Pergerakannya yang mengontrol bola berlama-lama di dalam lapangan permainan Madrid bersama Sergio Busquet membuat Alonso dan Modric yang diperintah menjadi playmaker terkurung di dalam area permainan sendiri sehingga Madrid sulit mengembangkan permainan
Kemudian faktor Messi yang di plot bermain di kanan lebih banyak menusuk dari sisi tengah lapangan sehingga banyak membuka ruang bagi pemain macam Neymar dan Fabregas menguasai sisi kanan dan kiri kotak penalti Madrid. Gol pertamanya pun karena hasil kombinasi gerakan antara Fabregas dan Messi yang bergantian sehingga menyulitkan bek tangguh Madrid Pepe dan Ramos.
Begitu pula gol kedua Messi lewat titik penalti setelah Neymar dijatuhkan. Terlepas jatuhnya pemain Brasil itu kontroversial, namun kejelian dirinya melepas through pass ke titik penalti adalah bukti kejelian Martino juga telah menempatkan posisi pemain bernomor 10 itu. Messi bermain agak ke dalam sehingga membuat bek madrid tertarik keluar dan tak melihat posisi Neymar yang selalu berdiri bebas.
Pergerakan eksplosif ketiga pemain itulah (Messi, Xavi dan Iniesta) yang menjadi tumpuan saat Barcelona berjaya bersama Pep Guardiola. Taktik false nine yang mengecoh lawan yang juga semalam di jalankan oleh Martino juga membuat Barcelona sukses membungkam Madrid di kandang sendiri, di Santiago Bernabeu.
Lini tengah Blaugrana tampil mendominasi pertandingan dengan meraih ball possesions sebanyak 68 persen berbanding mutlak atas Madrid yang hanya 32 persen. Penampilan ciamik dari Xavi, Iniesta serta Messi dalam menguasai bola berlama-lama di lapangan menjadi hiburan tersendiri sekaligus kunci kemenangan.
Iniesta bermain dengan posisisejatinya yaitu attacking midfielder. Posisi itu membuat dirinya nyaman mengobrak-abrik pertahanan Madrid yang di mana semua bek Madrid terpaku oleh pergerakan Messi. Hasilnya, Iniesta berhasil melepas satu gol dan berperan dalam penalti ke empat Barcelona setelah penetrasinya berhasil dirinya dijatuhkan bek Carvajal.
Begitu pula Xavi, playmaker 34 tahun itu pun kembali memainkan orkestranya di atas lapangan. Pergerakannya yang mengontrol bola berlama-lama di dalam lapangan permainan Madrid bersama Sergio Busquet membuat Alonso dan Modric yang diperintah menjadi playmaker terkurung di dalam area permainan sendiri sehingga Madrid sulit mengembangkan permainan
Kemudian faktor Messi yang di plot bermain di kanan lebih banyak menusuk dari sisi tengah lapangan sehingga banyak membuka ruang bagi pemain macam Neymar dan Fabregas menguasai sisi kanan dan kiri kotak penalti Madrid. Gol pertamanya pun karena hasil kombinasi gerakan antara Fabregas dan Messi yang bergantian sehingga menyulitkan bek tangguh Madrid Pepe dan Ramos.
Begitu pula gol kedua Messi lewat titik penalti setelah Neymar dijatuhkan. Terlepas jatuhnya pemain Brasil itu kontroversial, namun kejelian dirinya melepas through pass ke titik penalti adalah bukti kejelian Martino juga telah menempatkan posisi pemain bernomor 10 itu. Messi bermain agak ke dalam sehingga membuat bek madrid tertarik keluar dan tak melihat posisi Neymar yang selalu berdiri bebas.
Pergerakan eksplosif ketiga pemain itulah (Messi, Xavi dan Iniesta) yang menjadi tumpuan saat Barcelona berjaya bersama Pep Guardiola. Taktik false nine yang mengecoh lawan yang juga semalam di jalankan oleh Martino juga membuat Barcelona sukses membungkam Madrid di kandang sendiri, di Santiago Bernabeu.
(wbs)