Pemain Persiba Bantul makan nasi bungkus!
Senin, 24 Maret 2014 - 11:25 WIB
Pemain Persiba Bantul makan nasi bungkus!
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul menjalani latihan pada Senin (24/3) ini. Peningkatan stamina dan pertahanan menjadi prioritas yang akan dibenahi.
Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid mengatakan, setelah diliburkan selama satu minggu ini, pihaknya mulai kembali menggenjot stamina para pemainnya. Namun, kemungkinan tidak akan sampai melakukan cross country (lari lintas alam) yang biasa dilakukannya di pantai.''Mulai latihan lagi sore nanti. Kita benahi tenaga pemain,''kata dia, Minggu (23/3).
Selain itu, koordinasi antar pemain yang masih kurang memuaskan dalam beberapa laga yang telah dijalaninya. Terutama di lini tengah dan belakang, dirinya masih belum mempunyai formasi yang pas untuk menampilkan gaya permainannya.
Ia memang merasa kehilangan setelah satu gelandang bertahannya, Yosep Marudof mengundurkan diri dari tim karena memilih kembali ke kampung halamannya di Papua. Untuk menggantikannya pun masih belum ada sosok pemain seperti itu.
Yosep, sebelumnya di gelandang serang dipasangkan dengan M. Aulia. Setelah mundur, Sajuri pun mencoba memasangkan dengan Arwin Rabda dan Abdul Majed.''Memang belum ada yang bisa menggantikan (Yosep),” tuturnya.
Kondisi ini diperparah dengan tembok pertahanannya yang masih lemah. Johan Ibo yang biasa di centerback selalu ditempatkan di wingback kiri, karena di posisi tersebut masih mengalami kekosongan. Hal tersebut membuat permainan sayapnya belum optimal. Apalagi, stamina Johan Ibo yang mulai berkurang.
Sementara, kalau dipasang pemain lain di posisi tersebut, yaitu Didik, permainannya malah akan menjadi parah. Sebab, pemain tersebut masih belum cukup konsisten, kadang bisa baik dan buruk.
Di wingback kanan, Satrio Aji eks PSS Sleman pun masih membutuhkan adapatasi dengan pemain yang sudah ada. Sebab, dirinya memang baru datang memperkuat skuad Laskar Sultan Agung saat kompetisi sudah dimulai.
Melawan Persepam Madura pada 14 April mendatang, mau tidak mau, tim asuhannya ini pun harus menuai kemenangan. Sebab, calon lawannya tersebut tepat berada di atasnya, yaitu peringkat sepuluh klasemen sementara wilayah Timur kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun, perbedaan poinnya masih cukup mencolok, yaitu Persepam mempunyai lima, sedangkan timnya baru dua poin.
Sajuri pun juga mengharap, tidak hanya dari tim saja yang melakukan perbaikan. Namun dari segi manajemen pun harus mengevaluasi diri. Salah satunya memperbaiki masalah asupan gizi pemain. Sebab, hal tersebut dapat berefek juga dengan stamina pemain.
Mengenai masalah gaji pemain diharapkan tidak ada keterlambatan. Kendati pada dua laga terakhir yang dilakoni tidak ada pemasukan dari penjualan tiket. Apalagi saat melawan Mitra Kukar pada akhir pekan lalu, manajemen dirasa mengalami kerugian hingga lebih dari Rp150 juta.''Makanan masih sama (nasi bungkus, belum berubah. Untuk gaji, katanya Senin (24/3) ini,''ucap salah satu pemain asing Persiba, Eduardo Bizarro.
Pelatih Kepala Persiba Bantul, Sajuri Syahid mengatakan, setelah diliburkan selama satu minggu ini, pihaknya mulai kembali menggenjot stamina para pemainnya. Namun, kemungkinan tidak akan sampai melakukan cross country (lari lintas alam) yang biasa dilakukannya di pantai.''Mulai latihan lagi sore nanti. Kita benahi tenaga pemain,''kata dia, Minggu (23/3).
Selain itu, koordinasi antar pemain yang masih kurang memuaskan dalam beberapa laga yang telah dijalaninya. Terutama di lini tengah dan belakang, dirinya masih belum mempunyai formasi yang pas untuk menampilkan gaya permainannya.
Ia memang merasa kehilangan setelah satu gelandang bertahannya, Yosep Marudof mengundurkan diri dari tim karena memilih kembali ke kampung halamannya di Papua. Untuk menggantikannya pun masih belum ada sosok pemain seperti itu.
Yosep, sebelumnya di gelandang serang dipasangkan dengan M. Aulia. Setelah mundur, Sajuri pun mencoba memasangkan dengan Arwin Rabda dan Abdul Majed.''Memang belum ada yang bisa menggantikan (Yosep),” tuturnya.
Kondisi ini diperparah dengan tembok pertahanannya yang masih lemah. Johan Ibo yang biasa di centerback selalu ditempatkan di wingback kiri, karena di posisi tersebut masih mengalami kekosongan. Hal tersebut membuat permainan sayapnya belum optimal. Apalagi, stamina Johan Ibo yang mulai berkurang.
Sementara, kalau dipasang pemain lain di posisi tersebut, yaitu Didik, permainannya malah akan menjadi parah. Sebab, pemain tersebut masih belum cukup konsisten, kadang bisa baik dan buruk.
Di wingback kanan, Satrio Aji eks PSS Sleman pun masih membutuhkan adapatasi dengan pemain yang sudah ada. Sebab, dirinya memang baru datang memperkuat skuad Laskar Sultan Agung saat kompetisi sudah dimulai.
Melawan Persepam Madura pada 14 April mendatang, mau tidak mau, tim asuhannya ini pun harus menuai kemenangan. Sebab, calon lawannya tersebut tepat berada di atasnya, yaitu peringkat sepuluh klasemen sementara wilayah Timur kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun, perbedaan poinnya masih cukup mencolok, yaitu Persepam mempunyai lima, sedangkan timnya baru dua poin.
Sajuri pun juga mengharap, tidak hanya dari tim saja yang melakukan perbaikan. Namun dari segi manajemen pun harus mengevaluasi diri. Salah satunya memperbaiki masalah asupan gizi pemain. Sebab, hal tersebut dapat berefek juga dengan stamina pemain.
Mengenai masalah gaji pemain diharapkan tidak ada keterlambatan. Kendati pada dua laga terakhir yang dilakoni tidak ada pemasukan dari penjualan tiket. Apalagi saat melawan Mitra Kukar pada akhir pekan lalu, manajemen dirasa mengalami kerugian hingga lebih dari Rp150 juta.''Makanan masih sama (nasi bungkus, belum berubah. Untuk gaji, katanya Senin (24/3) ini,''ucap salah satu pemain asing Persiba, Eduardo Bizarro.
(aww)