SFC evaluasi Syamsir Alam cs setelah putaran pertama
Selasa, 25 Maret 2014 - 05:16 WIB
SFC evaluasi Syamsir Alam cs setelah putaran pertama
A
A
A
Sindonews.com - Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 terus memanas. Sejumlah tim papan atas berlomba melakukan perombakan mendekati berakhirnya putaran pertama demi memperbaiki performa di putaran kedua.
Sebagai salah satu tim besar dan langganan juara, sudah semestinya Sriwijaya FC memperbaiki performa tim dan komposisi pemain dengan melakukan perombakan. Manajemen SFC sendiri menyatakan, saat ini belum saatnya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pemain.
Dengan menempati peringkat enam dalam klasemen sementara wilayah Barat dirasa belum cukup aman oleh para pendukung dan masyarakat Sumatera Selatan. Ya, usai berencana melakukan evaluasi terhadap kontrak kerja Maman Abdulrahman, manajemen SFC mengatakan pihaknya akan terlebih dulu fokus menatap tiga laga tersisa.
''Saat ini kita fokus dulu pada pertandingan. Nanti kalau sudah selesai putaran pertama pasti ada evaluasi, termasuk mengevaluasi kinerja masing-masing pemain,” kata manajer SFC Robert Heri.
Saat disinggung, apakah saat ini pihaknya sudah ada bayangan mengenai siapa saja pemain yang bakal terdepak di putaran kedua nanti, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini terkesan enggan membicarakan masalah itu.
Robert menjelaskan, pihaknya sama sekali belum memikirkan sampai sejauh itu. Tapi dia berjanji, setelah putaran pertama selesai, manajemen klub akan mengumumkan rapor pemain selama putaran pertama, termasuk apakah ada rencana melepas atau merekrut kembali pemain baru.
Meski manajer tim masih enggan buka suara, tapi manajemen SFC harus berani mengambil keputusan dan membuka diri jika memang para pemain yang ada didalam tim saat ini masih belum memenuhi espektasi dan memang perlu dievaluasi.
Apalagi, tim pesaing lain seperti Arema Cronus, Persib Bandung, Persija Jakarta, Semen Padang, dan lainnya dipastikan bakal terus meningkatkan performanya di setiap pertandingan. Karena itu, sangat wajar apabila para pendukung SFC mengiginkan agar tim kebanggaannya memperbaiki diri demi peningkatan permainan dari tiap pertandingan. Sehingga pada akhir musim bisa menembus posisi empat besar dan lolos ke babak delapan besar.
Musim lalu, Laskar Wong Kito pernah menerapkan langkah tegas dengan melakukan pemutusan kontrak sejumlah pemain yang dianggap kurang memberikan kontribusi terhadap tim seperti Aliyudin, Sultan Samma, Fakhrudin, Taufik Kasrun, dan lainnya.
Sedangkan untuk musim ini, jajaran pelatih pastinya telah memiliki catatan tersendiri mengenai kinerja masing-masing pemain. Mulai dari Syamsir Alam yang tidak kunjung memperlihatkan peningkatan dalam permainan hingga pemain asing, Vali Khorsandipish Kenari, yang dinilai sebagai pemborosan karena sangat jarang diturunkan.
''Untuk Vali, dia direkrut karena pada awal musim kondisi tim kita banyak mengalami masalah, terutama pemain yang cedera. Maka kita tidak ada pilihan lain kecuali mencari pemain asing yang posisinya sebagai pemain belakang,” ungkapnya
Senada dengan manajer tim, Pelatih Subangkit juga tidak mau mengomentari perihal rencana perombakan tim. Karena menurut dia hal itu bisa mengganggu stabilitas tim yang saat ini tengah berupaya membangun kekompakan agar di tiga pertandingan terakhir penampilan SFC bisa lebih baik lagi.
''Nantilah soal itu, kita lagi fokus melakukan TC agar tiga pertandingan lain bisa mendapatkan hasil maksimal,''ujar pelatih yang akrab disapa Cak Su ini.
Sebagai salah satu tim besar dan langganan juara, sudah semestinya Sriwijaya FC memperbaiki performa tim dan komposisi pemain dengan melakukan perombakan. Manajemen SFC sendiri menyatakan, saat ini belum saatnya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pemain.
Dengan menempati peringkat enam dalam klasemen sementara wilayah Barat dirasa belum cukup aman oleh para pendukung dan masyarakat Sumatera Selatan. Ya, usai berencana melakukan evaluasi terhadap kontrak kerja Maman Abdulrahman, manajemen SFC mengatakan pihaknya akan terlebih dulu fokus menatap tiga laga tersisa.
''Saat ini kita fokus dulu pada pertandingan. Nanti kalau sudah selesai putaran pertama pasti ada evaluasi, termasuk mengevaluasi kinerja masing-masing pemain,” kata manajer SFC Robert Heri.
Saat disinggung, apakah saat ini pihaknya sudah ada bayangan mengenai siapa saja pemain yang bakal terdepak di putaran kedua nanti, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel ini terkesan enggan membicarakan masalah itu.
Robert menjelaskan, pihaknya sama sekali belum memikirkan sampai sejauh itu. Tapi dia berjanji, setelah putaran pertama selesai, manajemen klub akan mengumumkan rapor pemain selama putaran pertama, termasuk apakah ada rencana melepas atau merekrut kembali pemain baru.
Meski manajer tim masih enggan buka suara, tapi manajemen SFC harus berani mengambil keputusan dan membuka diri jika memang para pemain yang ada didalam tim saat ini masih belum memenuhi espektasi dan memang perlu dievaluasi.
Apalagi, tim pesaing lain seperti Arema Cronus, Persib Bandung, Persija Jakarta, Semen Padang, dan lainnya dipastikan bakal terus meningkatkan performanya di setiap pertandingan. Karena itu, sangat wajar apabila para pendukung SFC mengiginkan agar tim kebanggaannya memperbaiki diri demi peningkatan permainan dari tiap pertandingan. Sehingga pada akhir musim bisa menembus posisi empat besar dan lolos ke babak delapan besar.
Musim lalu, Laskar Wong Kito pernah menerapkan langkah tegas dengan melakukan pemutusan kontrak sejumlah pemain yang dianggap kurang memberikan kontribusi terhadap tim seperti Aliyudin, Sultan Samma, Fakhrudin, Taufik Kasrun, dan lainnya.
Sedangkan untuk musim ini, jajaran pelatih pastinya telah memiliki catatan tersendiri mengenai kinerja masing-masing pemain. Mulai dari Syamsir Alam yang tidak kunjung memperlihatkan peningkatan dalam permainan hingga pemain asing, Vali Khorsandipish Kenari, yang dinilai sebagai pemborosan karena sangat jarang diturunkan.
''Untuk Vali, dia direkrut karena pada awal musim kondisi tim kita banyak mengalami masalah, terutama pemain yang cedera. Maka kita tidak ada pilihan lain kecuali mencari pemain asing yang posisinya sebagai pemain belakang,” ungkapnya
Senada dengan manajer tim, Pelatih Subangkit juga tidak mau mengomentari perihal rencana perombakan tim. Karena menurut dia hal itu bisa mengganggu stabilitas tim yang saat ini tengah berupaya membangun kekompakan agar di tiga pertandingan terakhir penampilan SFC bisa lebih baik lagi.
''Nantilah soal itu, kita lagi fokus melakukan TC agar tiga pertandingan lain bisa mendapatkan hasil maksimal,''ujar pelatih yang akrab disapa Cak Su ini.
(aww)