Bromo Marathon dibagi tiga etape
Senin, 24 Maret 2014 - 21:59 WIB
Bromo Marathon dibagi tiga etape
A
A
A
Sindonews.com - Bromo Marathon 2014 yang akan kembali digelar pada 7 September, mendatang bakal dibagi dalam tiga kategori yang diperlombakan di 2014 yakni The Bromo Marathon (42,195 km), The Half Marathon Bromo (21,097 km) dan The Bromo 10K. Pada tiga kategori tersebut akan diberikan batasan waktu tempuh yakni 8 jam, 7,5 jam dan 2,5 jam. Dari catatan tahun lalu, jarak tempuh tercepat untuk The Bromo 10K yakni 1,12 jam.
"Rute pada Bromo Marathon ini menyuguhkan pemandangan alam yang paling indah dan dramatis dikawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS). Selain itu juga akan melintasi kawasan pemukiman masyarakat Suku Tengger yang memiliki kekhasan dan unik," terang Direktur Bromo Marathon, Dedi Kurniawan, Senin (24/3).
Guna menyambut pesta para pelari tangguh dunia ini, penyelenggara Bromo Marathon juga akan menggelar Tengger art and culture festival. Event yang disajikan pada malam menjelang perlombaan ini akan menyuguhkan berbagai kesenian, adat dan budaya masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Bromo.
"Beragam kesenian dan budaya masyarakat Tengger akan dikolaborasikan dengan kesenian modern. Para pelari dunia dan wisatawan bisa mengenal lebih dekat dengan kebudayaan Tengger yang unik dan khas," tutup Project Manager Bromo Marathon, I Made Kerta Ardana.
"Rute pada Bromo Marathon ini menyuguhkan pemandangan alam yang paling indah dan dramatis dikawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS). Selain itu juga akan melintasi kawasan pemukiman masyarakat Suku Tengger yang memiliki kekhasan dan unik," terang Direktur Bromo Marathon, Dedi Kurniawan, Senin (24/3).
Guna menyambut pesta para pelari tangguh dunia ini, penyelenggara Bromo Marathon juga akan menggelar Tengger art and culture festival. Event yang disajikan pada malam menjelang perlombaan ini akan menyuguhkan berbagai kesenian, adat dan budaya masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Bromo.
"Beragam kesenian dan budaya masyarakat Tengger akan dikolaborasikan dengan kesenian modern. Para pelari dunia dan wisatawan bisa mengenal lebih dekat dengan kebudayaan Tengger yang unik dan khas," tutup Project Manager Bromo Marathon, I Made Kerta Ardana.
(akr)