Timnas Garuda jangan kecewakan rakyat Indonesia
Kamis, 27 Maret 2014 - 12:51 WIB
Timnas Garuda jangan kecewakan rakyat Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Kemenangan tipis Tim Nasional (Timnas) Indonesia Senior atas Andorra dalam uji coba di Valencia, Spanyol, Rabu malam WIB (26/3) belum meyakinkan. Hasil itu menggambarkan kurang baiknya gambaran kekuatan Garuda.
Diperkirakan tampil dominan saat bertemu Andorra, skuad Garuda malah tampil melempem pada babak pertama. Dari formasi 4-2-3-1 yang diturunkan pelatih Alfred Riedl, tidak terlihat skema permainan yang baik dari Timnas Indonesia. Firman Utina dkk. malah kerap mendapat tekanan dari tim besutan Koldo Alvarez tersebut.
Tercatat hanya ada dua serangan yang masuk ke kotak 12 pas Andorra. Yang salah satunya adalah, usaha Greg Nwokolo membongkar pertahanan rapat Gabi Riera dkk. Permainan Timnas Indonesia semakin tidak berbentuk setelah Greg digantikan Tantan karena mengalami cedera.
Memasuki babak kedua, berbagai pergantian langsung dilakukan Riedl. Seperti menggantikan Rizky Pellu dengan Manahati Lestusen di posisi gelandang. Selanjutnya, Riedl memasukkan Novan Setya untuk menggantikan Supardi Nasir sisi posisi bek kiri. Kedua posisi itu, memang dinilai tidak jalan.
Dari perubahan itulah sedikit banyak memberikan pengaruh pada penampilan skuad Garuda. Terbukti, tekanan Timnas Indonesia lewat aksi Raphael Maitimo terpaksa dihentikan pemain Andorra di dalam kotak penalti pada menit ke-47. Ditunjuk sebagai algojo, Maitimo sukses mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Setelah unggul, sangat disayangkan permainan Timnas Indonesia kembali menurun. Andorra yang dari peringkat atau ranking FIFA ada di urutan 198, malah kerap memberikan berbagai tekanan kepada Timnas Indonesia yang duduk diperingkat 154 ranking FIFA tersebut.
Walau memang, Riedl wajib mengevaluasi kinerja anak-anak asuhnya. Apalagi dari statistik yang ada, Andorra mampu unggul jauh dari penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen untuk skuad Garuda. Kondisi itu jelas menunjukan, penampilan perdana timnas Indonesia jauh dari kata bagus.
''Ini baru di pertandingan pertama selama tur Spanyol dan ada dua pertandingan lagi ke depan. Untuk itu, saya berharap pelatih dan tim jangan sampai mengecewakan BTN (Badan Tim Nasional) dan masyarakat Indonesia,''ungkap Ketua BT, La Nyalla M Mattalitti.
Setelah bertemu dengan Andorra, skuad Garuda akan menjalani laga kedua mereka dalam Tur Spanyol kontra Kuba, Sabtu (29/3). Adapun partai ketiga atau pemungkas Timnas Indonesia di Negeri Matador adalah dengan menantang salah satu kontestan La Liga, Spanyol, Elche, 2 April mendatang.
Tur Spanyol sendiri adalah bagian dari rencana Timnas Indonesia untuk menyiapkan tim sebelum berlaga di Piala AFF 2014. Riedl pun diminta BTN dan PSSI untuk membawa skuad Garuda meraih gelar pertama di ajang dua tahunan tersebut.
Diperkirakan tampil dominan saat bertemu Andorra, skuad Garuda malah tampil melempem pada babak pertama. Dari formasi 4-2-3-1 yang diturunkan pelatih Alfred Riedl, tidak terlihat skema permainan yang baik dari Timnas Indonesia. Firman Utina dkk. malah kerap mendapat tekanan dari tim besutan Koldo Alvarez tersebut.
Tercatat hanya ada dua serangan yang masuk ke kotak 12 pas Andorra. Yang salah satunya adalah, usaha Greg Nwokolo membongkar pertahanan rapat Gabi Riera dkk. Permainan Timnas Indonesia semakin tidak berbentuk setelah Greg digantikan Tantan karena mengalami cedera.
Memasuki babak kedua, berbagai pergantian langsung dilakukan Riedl. Seperti menggantikan Rizky Pellu dengan Manahati Lestusen di posisi gelandang. Selanjutnya, Riedl memasukkan Novan Setya untuk menggantikan Supardi Nasir sisi posisi bek kiri. Kedua posisi itu, memang dinilai tidak jalan.
Dari perubahan itulah sedikit banyak memberikan pengaruh pada penampilan skuad Garuda. Terbukti, tekanan Timnas Indonesia lewat aksi Raphael Maitimo terpaksa dihentikan pemain Andorra di dalam kotak penalti pada menit ke-47. Ditunjuk sebagai algojo, Maitimo sukses mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Setelah unggul, sangat disayangkan permainan Timnas Indonesia kembali menurun. Andorra yang dari peringkat atau ranking FIFA ada di urutan 198, malah kerap memberikan berbagai tekanan kepada Timnas Indonesia yang duduk diperingkat 154 ranking FIFA tersebut.
Walau memang, Riedl wajib mengevaluasi kinerja anak-anak asuhnya. Apalagi dari statistik yang ada, Andorra mampu unggul jauh dari penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen untuk skuad Garuda. Kondisi itu jelas menunjukan, penampilan perdana timnas Indonesia jauh dari kata bagus.
''Ini baru di pertandingan pertama selama tur Spanyol dan ada dua pertandingan lagi ke depan. Untuk itu, saya berharap pelatih dan tim jangan sampai mengecewakan BTN (Badan Tim Nasional) dan masyarakat Indonesia,''ungkap Ketua BT, La Nyalla M Mattalitti.
Setelah bertemu dengan Andorra, skuad Garuda akan menjalani laga kedua mereka dalam Tur Spanyol kontra Kuba, Sabtu (29/3). Adapun partai ketiga atau pemungkas Timnas Indonesia di Negeri Matador adalah dengan menantang salah satu kontestan La Liga, Spanyol, Elche, 2 April mendatang.
Tur Spanyol sendiri adalah bagian dari rencana Timnas Indonesia untuk menyiapkan tim sebelum berlaga di Piala AFF 2014. Riedl pun diminta BTN dan PSSI untuk membawa skuad Garuda meraih gelar pertama di ajang dua tahunan tersebut.
(aww)